banner-detik
PARENTING & KIDS

Takjil Manis untuk Anak Setiap Hari, Apa Dampaknya?

author

Mommies Dailyin 5 hours

Takjil Manis untuk Anak Setiap Hari, Apa Dampaknya?

Meski enak, hidangan berbuka puasa juga harus diperhatikan kandungannya. Jangan sampai kebanyakan gula dari takjil yang terlalu manis! 

Di bulan Ramadan ini, Mommies mungkin jadi perlu lebih kreatif dalam menyajikan takjil setiap harinya supaya anak nggak bosan. Seperti yang diketahui pada umumnya, takjil biasanya berupa kudapan manis untuk membatalkan puasa. 

Namun, muncul kekhawatiran, apakah selama sebulan penuh harus terus berbuka dengan takjil manis? Dengan kata lain, anak dan keluarga jadi harus mengonsumsi gula setiap hari. Hal ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan jika nutrisi tidak dijaga tetap seimbang selama bulan Ramadan.

Bukan berarti gula harus dihindari sepenuhnya saat bulan puasa, tetapi jumlahnya harus dibatasi setiap hari. Lantas, berapa banyak jumlah gula yang normal bagi orang dewasa dan anak-anak dan apa saja dampaknya jika berlebihan?

BACA JUGA: Anak Susah Makan? Ini 12 Cara yang Bisa Orang Tua Lakukan

Berapa Banyak Asupan Gula yang Normal per Hari?

Takjil Manis untuk Anak Setiap Hari, Apa Dampaknya?
Foto: Freepik

Konsumsi gula harian ternyata diatur oleh Permenkes Nomor 30 Tahun 2013. Mengutip laman Kemenkes, seseorang dianjurkan mengonsumsi gula per hari sebanyak 10% dari total energi atau setara dengan 50 gr (4 takaran sendok makan). Hal yang sama juga dianjurkan oleh World Health Organization (WHO).

Pada 2015, (WHO) mengeluarkan pedoman bertajuk “Guideline: sugars intake for adults and children”. Menurut pedoman tersebut, baik orang dewasa maupun anak-anak perlu membatasi asupan harian gula bebas hingga kurang dari 10% (kurang lebih 50 gr) dari total asupan energi. Bahkan, mengonsumsi gula bebas di bawah 5% atau kurang lebih 25 gr (6 takaran sendok teh) per hari akan lebih bermanfaat bagi kesehatan.

Menurut pedoman WHO, gula bebas yang dimaksud mengacu pada monosakarida (seperti glukosa, fruktosa) dan disakarida (seperti sukrosa atau gula pasir) yang ditambahkan ke makanan dan minuman, serta gula yang terdapat dalam madu, sirup, jus buah, dan konsentrat jus buah.

Pedoman tersebut dikeluarkan untuk meningkatkan perhatian masyarakat tentang pentingnya membatasi gula bebas untuk mengurangi risiko penyakit tidak menular (PTM) pada orang dewasa dan anak-anak, khususnya masalah berat badan yang tidak sehat dan kesehatan gigi.

Dampak Takjil Manis bagi Kesehatan

Dikutip dari tayangan CNN Indonesia, konsumsi gula berlebih setiap hari dapat menyebabkan dampak kesehatan yang buruk. Yanti Widamayanti, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, mengatakan, “Kalau itu terjadi terus-terusan selama satu bulan, tentu itu nanti akan menyebabkan adaptasi badan kita terhadap gula menjadi tidak normal. Kalau pada orang normal, itu biasanya muncul gejala seperti prediabetes.”

Saat bulan Ramadan, banyak orang yang suka berbuka puasa dengan minuman manis. Masalahnya, kita tidak tahu seberapa banyak gula yang terkandung pada minuman manis tersebut. Jika polanya terus-menerus setiap hari, konsumsi gula tentu akan kelebihan. Melansir laman Kemenkes, kelebihan gula dalam tubuh tampak pada ciri-ciri berikut:

  • Mudah merasa lelah dan lapar
  • Gerakan tubuh lebih lambat
  • Penglihatan terasa kabur
  • Selalu ingin mengonsumsi makanan manis
  • Luka sulit sembuh

Selain prediabetes seperti yang sudah disebutkan tadi, konsumsi gula berlebih juga menimbulkan masalah kesehatan lainnya, seperti:

  • Gigi berlubang
  • Obesitas
  • Penyakit jantung
  • Diabetes melitus
  • Penyakit lemak hati
  • Kulit cepat menua
  • Penyakit kanker
  • Kerusakan pada ginjal

Pilihan Takjil Sehat untuk Anak

Memperhatikan konsumsi gula harian ternyata sangat penting untuk semua rentang umur, baik orang dewasa maupun anak-anak. Saat menyiapkan takjil untuk berbuka puasa, Mommies juga perlu mempertimbangkan nutrisinya, apalagi untuk anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Berikut beberapa ide takjil sehat untuk anak:

Foto: Freepik

1. Buah Kurma

Kurma menjadi pilihan takjil klasik yang kaya energi alami dari gula buah (glukosa dan fruktosa). Selain membantu mengembalikan energi dengan cepat, kurma juga mengandung serat, kalium, dan antioksidan yang baik untuk pencernaan dan daya tahan tubuh.

2. Buah Potong

Aneka buah potong seperti semangka, melon, pepaya, dan apel menyegarkan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Kandungan vitamin, mineral, dan seratnya mendukung sistem imun serta menjaga pencernaan anak tetap sehat.

3. Salad Buah atau Sayur

Buah dan sayur memiliki kandungan serat yang tinggi. Saat membuat salad sayur atau buah, gunakan salad dressing yang sehat, seperti yoghurt tanpa gula, minyak zaitun, dan atau madu secukupnya.

4. Smoothies Buah

Kalau anak kurang suka makan buah potong, Mommies bisa membuat smoothies buah. Minuman ini memiliki tekstur lembut dan mengenyangkan sekaligus punya kandungan vitamin yang dapat membantu mengembalikan energi selama Ramadan.

5. Es Kelapa Muda

Es kelapa muda juga merupakan pilihan yang sehat untuk berbuka puasa karena kemampuannya untuk mengembalikan cairan tubuh dengan cepat, menyegarkan, dan membantu memulihkan stamina. Lebih sehat lagi jika dikonsumsi tanpa tambahan sirup atau gula.

6. Alpukat Kocok

Alpukat kocok memiliki tekstur lembut dan rasa gurih-manis yang disukai anak. Buah alpukat kaya akan lemak sehat, vitamin E, dan folat yang mendukung perkembangan otak serta menjaga kesehatan kulit. Gunakan susu dan pemanis secukupnya agar tetap bernutrisi tanpa berlebihan gula.

7. Bubur Kacang Hijau

Terakhir, bubur kacang hijau bisa menjadi alternatif takjil yang lebih sehat karena mengandung serat dan protein yang membantu kenyang lebih lama, melancarkan pencernaan, dan menjaga berat badan.

BACA JUGA: Anak Libur Puasa, Ini 18 Ide Kegiatan Ramadan Seru dan Edukatif

Penulis: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo

Cover: jcomp/Freepik

Share Article

author

Mommies Daily

-


COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan