banner-detik
#MOMMIESWORKINGIT

Inspiring Working Mom: Cyndi Simanjuntak, School Nurse yang Teguh Merawat, Lembut Menguatkan.

author

dewdewin 5 hours

Inspiring Working Mom: Cyndi Simanjuntak, School Nurse yang Teguh Merawat, Lembut Menguatkan.

Sebagai seorang working mom yang juga seorang school nurse di Jakarta, ini cerita Cyndi Simanjuntak dalam menyeimbangkan perannya sebagai ibu dan pekerja.

Menjadi ibu bekerja sering kali berarti hidup dalam dua dunia yang sama-sama membutuhkan hati dan tenaga. Di satu sisi ada panggilan profesional, di sisi lain ada anak-anak yang menunggu di rumah. Oke, oke, kita paham banget. Sebagian besar Mommies yang juga working mom, mungkin pernah berada di titik lelah, merasa waktu terbagi tanpa terasa adil, atau diam-diam bertanya apakah semuanya sudah cukup.

Cyndi Simanjuntak memahami betul dinamika itu. Sebagai seorang working mom, yang juga berprofesi sebagai school nurse di  French School Jakarta, ia setiap hari merawat, menenangkan, dan mengedukasi anak-anak di lingkungan sekolah. Di saat yang sama, ia juga seorang ibu yang ingin hadir sepenuhnya bagi keluarga, apalagi anak-anak. 

Berikut ini cerita Cindy, ibu dari seorang putri bernama Mika Napitupulu (10 tahun), bagaimana ia menjalani perannya sebagai seorang perawat sekolah, dan juga seorang ibu. 

Q: Sebagai perawat sekolah, seperti apa peran dan rutinitas kamu sehari-hari?

A: Sebagai perawat sekolah, peran saya sebenarnya nggak hanya memberikan pertolongan pertama saat siswa sakit atau cedera. Saya juga melakukan observasi kesehatan, memberikan edukasi sederhana tentang pola hidup sehat, serta berkoordinasi dengan guru dan orang tua bila diperlukan. Setiap hari selalu berbeda, karena setiap anak datang dengan kebutuhan yang unik.

Q: Apa, sih, yang membuat kamu memilih profesi ini, terutama sebagai seorang ibu?

A: Saya memang memiliki ketertarikan di bidang kesehatan dan pelayanan. Profesi ini memberi saya kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata bagi anak-anak, sekaligus tetap menjalankan peran saya di keluarga. Bagi saya, bekerja bukan hanya soal karier, tetapi juga tentang makna.

Q: Ada nggak tantangan terbesar saat menangani anak-anak di sekolah?

A: Ketika saya harus menghadapi berbagai karakter anak dengan respons emosional yang berbeda-beda, ya, terutama ketika mereka merasa takut atau cemas. Jujur, dibutuhkan pendekatan yang tenang, sabar, dan komunikatif supaya anak merasa aman. Di situlah kemudian saya belajar bahwa ketenangan adalah kekuatan.

Q: Bagaimana profesi ini mempengaruhi pola asuh di rumah?

A: Saya, tuh, jadi lebih peka terhadap tanda-tanda kesehatan anak. Jadinya saya lebih disiplin menerapkan pola hidup sehat di rumah. Saya juga belajar mengelola emosi dengan lebih baik serta membangun komunikasi yang suportif. Banyak hal yang saya praktikkan di sekolah, ternyata relevan juga untuk keluarga. Contohnya saja, nih, di sekolah saya selalu mengingatkan anak-anak tentang cuci tangan yang benar, atau tentang etika batuk. Di rumah, hal yang sama saya terapkan sebagai kebiasaan sehari-hari bersama Mika, anak saya.

Baca juga: Inspiring Single Mom: Rikha Rosalina. Awalnya Hancur, Endingnya Berdiri Tegak

Q: Apakah pengalaman sebagai ibu membantu kamu dalam menjalani profesi ini?

A: Jelas sangat-sangat membantu. Sebagai seorang ibu, yang biasa juga handle anak-anak di rumah, membuat saya lebih mudah memahami perasaan anak saat mereka sakit atau tidak nyaman. Saya selalu usahakan untuk menempatkan diri sebagai orang tua  tapi juga sekaligus tenaga kesehatan, sehingga pendekatan yang saya berikan hopefully terasa lebih hangat namun tetap profesional.

Q: Apa, sih, tantangan terbesar dalam membagi waktu dan energi antara pekerjaan dan keluarga?

A: Menjaga keseimbangan adalah tantangan utamanya. Saya berusaha mengatasinya dengan manajemen waktu yang baik, menetapkan prioritas, dan menjaga kualitas waktu bersama keluarga, terutama anak-anak, ya. Bagi saya, bukan hanya soal berapa lama bersama, tetapi seberapa hadir kita saat itu.

Q: Pernah nggak , sih, mengalami dilema ketika pekerjaan dan urusan dengan anak datang di saat bersamaan?

A: Tentu saja pernah. Waktu itu pernah saya sedang bekerja dan tentu saja dituntut untuk profesional, sementara di rumah juga membutuhkan perhatian. Dalam kondisi seperti itu, saya sudah pasti komunikasikan dengan keluarga lain yang ada di rumah.  Jujur, dukungan keluarga menjadi kunci agar semuanya tetap berjalan dengan baik.

Q: Ada tips untuk  menjaga keseimbangan emosi dan kesehatan mental?

A: Saya, sih, berusaha bisa mengatur waktu istirahat yang cukup. Kemudian juga meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas positif. Sebisa mungkin juga bekerjasama dengan anggota keluarga lain untuk membangun lingkungan yang suportif. Kadang-kadang saya juga refleksi diri, sih, biar bisa mengelola stres. Penting, kan, itu supaya emosi tetap stabil. Kita, kan, nggak bisa merawat orang lain kalau mengabaikan diri sendiri. Bukan begitu?

Baca juga: Rudy Ferdianrus: Dunia Akan Terus Berubah, tapi Karakter yang Kuat Akan Selalu Jadi Fondasi

Q: Dukungan apa, sih, yang paling berarti buat kamu sebagai working mom?

Dukungan keluarga adalah yang paling utama. Selain itu, lingkungan kerja yang saling menghargai dan kolaboratif juga jujur sangat membantu saya menjalani dua peran ini dengan lebih ringan.

Q: Kamu punya pesan nggak, untuk para ibu bekerja, terutama di bidang kesehatan?

A: Peran kita itu sangat berarti, lho. Kita, tuh, tidak hanya bekerja, tetapi juga memberi dampak bagi banyak orang. Usahakan untuk selalu jalani dengan integritas, jaga kesehatan diri, dan percaya bahwa setiap upaya yang kita lakukan memiliki nilai. Banggalah dengan peran yang dijalani dan teruslah berkembang.

Mommies, itu tadi kisah Cyndi, seorang working mom yang juga berprofesi sebagai school nurse. Sama seperti working mom yang lain, semua nggak selalu mudah, tak selalu ringan, tetapi selalu ada alasan untuk melangkah lagi esok hari. Menjadi working mom bukan tentang menjadi sempurna di dua tempat sekaligus, tapi juga tentang terus hadir dengan hati yang utuh, di mana pun kita berada.

Share Article

author

dewdew

Mother of Two. Blogger. Make-Up Lover. Skin Care Amateur. Beginner Baker. Entrepreneur Wannabe. And Everything in Between. www.therusamsis.wordpress.com


COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan