Rudy Ferdianrus: Dunia Akan Terus Berubah, tapi Karakter yang Kuat Akan Selalu Jadi Fondasi

Dad's Corner

RachelKaloh・in 3 hours

detail-thumb

Begini keseharian Rudy Ferdianrus, arti director dan photographer yang lebih dikenal warga Instagram sebagai “Kakanda”, suami yang rajin bersih-bersih rumah.

Rudy Ferdianrus, bersama dengan istrinya, Diana Henry, adalah pasangan suami istri Content Creator yang sehari-harinya membagikan inspirasi tata ruang di rumah mereka yang sangat estetik di Instagram. Rudy dan Diana akrab disapa followers dengan panggilan Kakanda dan Adinda.

Yang membuat pasangan ini digemari adalah hobi mereka yang cukup unik, dari suami yang senangnya bersih-bersih rumah, sampai kegiatan setiap tahun, bahkan beberapa bulan sekali, yakni merenovasi rumah. Di balik keunikannya, Rudy juga merupakan seorang ayah dari kedua jagoannya, Aksa (5) dan Deo (2). Saat ini, Rudy juga aktif bekerja sebagai art director dan videographer di bidang fashion dan beauty. Yuk, langsung ngobrol sama Kakanda Rudy sebagai Inspiring Dads kali ini.

Sebagai ayah yang bekerja, bagaimana caramu menjalani quality time bersama keluarga?

Biasanya saya memanfaatkan pagi hari sebelum berangkat kerja dan malam hari sebelum tidur sebagai momen bonding saya bersama anak dan istri. Saya biasanya menemani mereka menggambar dan bercerita. Di sela-sela itu, saya menyelipkan nilai-nilai sederhana seperti pentingnya menolong orang lain, saling sayang dengan mama, papa, adik, kakak, dan juga hal-hal yang menghibur agar mereka tidur dengan perasaan bahagia.

Weekend adalah waktu yang paling kami tunggu. Bersih-bersih rumah, cuci mobil, kami juga suka pergi ke pasar atau supermarket, jalan kaki ke taman menemani Deo main ayunan dan perosotan, serta hadir saat Aksa masuk kelas boxing atau bulu tangkis.

Kami juga suka jalan santai, berenang, atau sekadar makan es krim bareng. Bagi saya, keterlibatan seperti itu membuat anak merasa diperhatikan, didukung, dan dicintai. Dan dari situlah karakter mereka terbentuk. Dan buat saya, quality time bukan soal lamanya waktu, tapi tentang hadir sepenuhnya tanpa distraksi.

Bicara soal pengasuhan anak, menurutmu seberapa penting seorang ayah berperan penuh dalam pengasuhan anak dan kenapa?

Rudy Ferdianrus: Dunia Akan Terus Berubah, Tapi Karakter yang Kuat Akan Selalu Jadi Fondasi

Dokumentasi: Instagram @dianahenry

Saya bersyukur bisa menjalani peran sebagai seorang ayah dari dua anak saya, Aksa dan Deo, yang luar biasa aktif-aktifnya. Buat saya, menjadi ayah adalah peran terpenting dalam hidup saya. Sebagai ayah, saya harus terlibat penuh, bukan hanya hadir secara fisik, tetapi juga emosional. Setiap pagi saya selalu menyempatkan diri untuk memandikan anak-anak dan mengantar mereka ke sekolah. Itu momen kecil, tapi sangat berarti karena di situlah terjadi obrolan ringan dan kedekatan yang kian terbangun.

Baca juga: 7 Alasan Peran Ayah Penting sejak Anak Masih di Kandungan, Para Ayah Harus Terapkan!

Nilai-nilai apa saja yang ingin kamu tanamkan pada anak?

Saya ingin menanamkan nilai tanggung jawab, rasa hormat, kejujuran, dan keberanian untuk mencoba. Saya juga ingin mereka tahu pentingnya bersyukur dan rendah hati. Dunia akan terus berubah, tapi karakter yang kuat akan selalu jadi fondasi.

Apa kalimat andalan yang paling sering kamu ucapkan ke anak?

“Jangan melukai sesama makhluk.” Buat saya, kalimat itu sederhana tapi maknanya dalam. Saya ingin mereka tumbuh dengan hati yang lembut, penuh empati, dan menghargai siapa pun, baik itu manusia, hewan, maupun lingkungan sekitar. Karena menurut saya, kebaikan selalu dimulai dari bagaimana kita memperlakukan sesama.

Sebagai seorang ayah, apa kekhawatiran terbesar di zaman sekarang?

Kalau bicara kekhawatiran, jujur di zaman sekarang tantangannya memang ada di dunia digital. Akses informasi begitu cepat, gadget ada di mana-mana. Saya khawatir anak-anak bisa terpapar hal-hal yang belum waktunya mereka pahami.

Karena itu, saya berusaha membangun komunikasi yang terbuka di rumah. Saya ingin mereka merasa nyaman untuk cerita apa pun, tanpa takut dihakimi. Buat saya, bukan cuma soal membatasi gadget, tapi bagaimana kita hadir dan jadi tempat pulang yang aman untuk mereka.

Dukungan keluarga seperti apa yang paling bermanfaat?

Dukungan terbesar tentu dari istri saya. Kami saling melengkapi dan saling menguatkan. Ada hari-hari yang capek, ada juga momen yang penuh tantangan, tapi ketika kami satu visi dalam membesarkan anak, semuanya terasa lebih ringan.

Rumah jadi terasa hangat, anak-anak tumbuh dengan rasa aman, dan itu yang bikin saya selalu semangat bekerja dan ingin cepat pulang. Karena pada akhirnya, keluarga adalah alasan utama saya melakukan semuanya.