Cara Menjelaskan Makna Puasa ke Anak Balita dan Usia SD Menurut Psikolog

Parenting & Kids

Rahmasari Muhammad・in 3 hours

detail-thumb

Psikolog menjelaskan cara mengenalkan makna puasa ke anak sejak dini agar tumbuh motivasi, empati, dan kebiasaan baik selama Ramadan.

Menurut Psikolog Anak dan Remaja, Fania Kusharyani, M.Psi, Psikolog, puasa sebenarnya boleh mulai dikenalkan ke anak sejak dini, walaupun baru menjadi kewajiban ketika anak sudah puber. Puasa pada anak balita dan usia SD bukan ditujukan untuk mengejar kewajiban, tetapi lebih kepada proses pengenalan dan pembiasaan, agar anak lebih paham makna dan manfaat Puasa. Pada tahap ini, yang dibangun adalah motivasi, semangat, dan keinginan anak yang muncul dari dalam dirinya, bukan karena paksaan, hingga puasa lebih menyenangkan untuk dijalani anak.

Setelah tahu arti puasa dan suka karena suasananya menyenangkan, akan muncul keinginan dari dalam diri anak untuk mencoba, hingga akhirnya anak mampu dan terampil menjalankannya.

Menjelaskan arti puasa dapat dimulai sejak menjelang Ramadan, melalui proses sounding yang bertahap dan sesuai kesiapan anak. Orang tua juga perlu menyiapkan diri dengan memahami makna puasa secara utuh dan mampu menjelaskannya menggunakan bahasa yang sesuai dengan usia anak. Banyak bersabar, ya, Mommies, karena anak seringkali mengajukan banyak pertanyaan.

BACA JUGA: Puasa di Usia 40 Tahun ke Atas, Begini Cara Tetap Fit dari Ahli Gizi

Cara Menjelaskan Makna Puasa ke Anak Balita dan Usia SD

Fania pun membagikan beberapa cara yang bisa Mommies gunakan untuk menjelaskan makna dan manfaat puasa dengan cara yang mudah dipahami anak!

1. Gunakan Bahasa Sederhana yang Dekat dengan Pengalaman Sehari-hari

Orang tua bisa menjelaskan makna Puasa dengan cara yang dekat dengan pengalaman sehari-hari, misalnya puasa adalah cara berterima kasih pada Allah SWT, yang sudah memberikan banyak nikmat pada kita seperti makanan lezat bergizi, atau rumah tempat tinggal yang nyaman. Bisa juga jelaskan bahwa tubuh kita seperti mesin, yang butuh istirahat sejenak dari bekerja mengolah makanan dan minuman, agar tetap sehat dan kuat.

Ajarkan juga bahwa puasa adalah latihan regulasi diri, belajar sabar dan mengendalikan diri, misalnya tidak langsung marah-marah saat keinginan belum terpenuhi.

2. Tumbuhkan Empati dan Percaya Diri Anak

Berikan pemahaman bahwa puasa adalah ikut merasakan apa yang dirasakan teman atau orang lain disekitarnya yang kurang mampu, sehingga kita lebih bersyukur dan bisa berempati. Anak juga belajar merasa bangga pada dirinya sendiri saat berhasil menyelesaikan puasa sesuai kemampuannya, yang akan meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri anak. Semua manfaat puasa ini bisa disampaikan dengan contoh konkret agar anak merasa puasa itu dekat dengan kehidupannya.

3. Ciptakan Pengalaman Puasa yang Menyenangkan

Suasana Puasa juga perlu dibuat menyenangkan. Orang tua bisa membuat kalender Ramadan, menghias rumah, serta memutar dan menyanyikan lagu-lagu islami bersama anak, yang membuat ibadah puasa dijalani tanpa paksaan dan dengan suasana yang positif. Saat anak merasa bahagia, dihargai dan dilibatkan dalam prosesnya, makna puasa akan tertanam lebih kuat dalam dirinya.

4. Rewards dan Apresiasi

Anak-anak sangat termotivasi oleh rewards dan apresiasi. Cara menjelaskan ke anak selanjutnya tentang makna puasa adalah kita sedang mengumpulkan “poin kebaikan” dari Allah. Bisa juga sediakan rewards kecil seperti makanan kesukaan saat berbuka sebagai bentuk apresiasi atas usahanya, bukan sekedar hasilnya.

Foto: Freepik

5. Metode Cerita dan Visual

Anak usia balita lebih mudah memahami pesan melalui gambar atau cerita. Jelaskan arti puasa sejak dini melalui buku bergambar tentang Ramadan atau video animasi singkat yang menjelaskan makna dan manfaat Puasa. Bisa juga pakai analogi “seperti kamu menunggu kue matang di oven perlu waktu, kalau sudah matang baru boleh dimakan. Puasa juga seperti itu, kita bersabar menunggu waktu untuk buka, baru boleh makan”

6. Sediakan Aktivitas Ramadan

Cara lain menjelaskan arti puasa ke anak, sediakan kegiatan Ramadan sederhana misalnya buku aktivitas, jurnal atau atau tracker Ramadan, yang bisa membantu anak SD dalam memahami makna puasa sebagai “waktu latihan” membangun kebiasaan baik. Jangan lupa jelaskan bahwa yang terpenting bukan stiker yang lengkap, tapi berlatih untuk konsisten dan disiplin, yang memerlukan proses dan semakin lama akan semakin “jago”

7. Puasa sebagai Bonding Time Keluarga

Ramadan adalah momen yang sangat baik untuk memperkuat bonding antara orang tua dan anak. Kebersamaan saat sahur dan berbuka serta ibadah bersama, menciptakan pengalaman emosional positif. Interaksi ini membantu anak merasa aman dan dan diperhatikan sehingga pengalaman puasa menjadi lebih berharga. Anak juga jadi paham bahwa salah satu makna Puasa adalah menjalankan ibadah dengan suasana hangat bersama keluarga serta orang-orang tersayang, yang dibutuhkan dan memberi kebahagiaan buatnya, lebih dari sekedar menjalankan kewajiban.

8. Contoh dan Praktik Nyata

Ajak si kecil dalam menjalankan ibadah dan bersedekah di bulan Ramadan, contohnya mengunjungi panti asuhan untuk berdonasi, atau datang bersama ke masjid untuk beribadah dan membayar zakat hingga makna Puasa bisa lebih dipahami anak. Jangan lupa tunjukkan ekspresi kebahagiaan Mommies saat melakukannya, untuk membantu anak paham bahwa bulan Ramadan adalah saatnya mengisi hati dan menebar kebaikan yang menenangkan.

Kalau Mommies sendiri, lebih suka pakai cara yang mana dalam menjelaskan manfaat dan makna puasa ke anak, atau mungkin punya cara yang berbeda?

BACA JUGA: Mau Anak Puasa tanpa Drama? Orang Tua Bisa Lakukan 7 Cara Ini!

Cover: Freepik