
Putra kedua Indy Barends angkat isu kesehatan mental dan pengaruh ucapan orang tua terhadap perasaan anak ketika berbeda pendapat. Apa kata psikolog?
Anak kedua presenter Indy Barends, Manuel Tobias Sarmanella, menjadi sorotan publik setelah ia membuat unggahan di TikTok pada 21 Januari 2026. Ia membahas pentingnya kesehatan mental dan bagaimana ucapan orang tua bisa berpengaruh terhadap perasaan seorang anak.
Mengutip HaiBunda, Manuel menyinggung bagaimana perasaan seorang anak bisa terluka akibat ucapan orang tua ketika berbeda pendapat. Lelaki 17 tahun itu juga menyebutkan bahwa ucapan orang tua tidak menentukan nilai diri seseorang dan perasaan yang dialaminya bukan sebuah kesalahan.
Indy Barends pun menanggapi curahan sang anak dengan tulisan, “Manuel…mama selalu ada buat kamu.”

Unggahan Manuel memicu beragam reaksi netizen, tetapi tak sedikit yang memberi dukungan terhadap pentingnya validasi perasaan dan pembelajaran dalam hubungan orang tua dan anak.
Menurut Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi., Psikolog., Psikolog Anak dan Remaja, perbedaan pandangan antara orang tua dan anak merupakan hal yang lumrah terjadi, apalagi saat anak mulai beranjak remaja.
Sebagai orang tua, Mommies dan Daddies pasti akan (atau sudah) bertemu dengan fase ketika anak akan berbeda pandangan dalam hidup. Lantas, bagaimana cara agar orang tua tetap bisa memberikan ruang yang aman bagi anak agar mereka tetap merasa didengar dan dihargai sehingga mereka tidak tumbuh dengan memendam perasaannya?
BACA JUGA: Membagi Cinta ke Dua Anak, Ternyata Tidak Semudah yang Saya Kira

Saat anak mulai memasuki usia remaja, mereka akan mulai mampu membentuk emosi dan logika yang matang dan masih akan berkembang. Jadi, orang tua pasti akan beberapa kali menghadapi perbedaan pandangan hidup dengan anak. Menurut psikolog Vera, “Yang paling penting bukan langsung menyetujui atau menolak, tetapi memberikan ruang aman bagi anak untuk menyampaikan pikirannya.”
Untuk memberikan ruang aman bagi anak, Psikolog Vera menyampaikan ada beberapa prinsip yang orang tua bisa lakukan, yaitu:

Psikolog Vera menjelaskan bahwa perbedaan pendapat merupakan bagian alami dari perkembangan psikologis anak, terutama pada masa remaja. Pada fase ini, anak sedang membangun identitas, nilai, dan cara berpikirnya sendiri.
Lantas, sejauh apa orang tua dan anak bisa memiliki perbedaan pandangan atau pendapat yang masih dianggap wajar dan sehat? Psikolog Vera menyebutkan bahwa perbedaan bisa dikatakan sehat jika:
“Justru jika anak selalu setuju tanpa berani menyampaikan pendapat, itu bisa menjadi tanda ia kurang percaya diri atau takut mengecewakan,” ujarnya.
Berdasarkan penjelasan psikolog Vera, keterbukaan anak tidak muncul secara instan atau karena perintah. Anak akan merasa terbuka karena rasa aman emosional yang konsisten dan akan bercerita jika mereka percaya bahwa orang tuanya tidak langsung menghakimi atau mempermalukan.
Psikolog Vera pun menyampaikan bahwa ada langkah-langkah yang Mommies dan Daddies sebagai orang tua bisa terapkan, yaitu:
BACA JUGA: Remaja Sering Minder? Kenali Tanda Self-Esteem Rendah pada Remaja dan Cara Membantunya
Orang tua dan anak sama-sama sedang belajar, belajar pertama kali menjadi orang tua dan belajar pertama kali menjadi anak. Dalam prosesnya, tentu tidak semuanya melalui jalan yang mulus, pasti semua akan menghadapi tantangan dan rintangannya masing-masing. Untuk itu, setiap tantangan bisa dilalui dengan mencoba memahami satu sama lain.
Penulis: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo
Cover: indybarends/Instagram