banner-detik
HEALTH & NUTRITION

NgobrolinHPV, MSD Indonesia Ajak Ibu Lebih Peduli Kesehatan Serviks Anak Sejak Dini

author

Katharina Mengein 5 hours

NgobrolinHPV, MSD Indonesia Ajak Ibu Lebih Peduli Kesehatan Serviks Anak Sejak Dini

HPV dan kanker serviks masih sering dianggap tabu. Lewat NgobrolinHPV, MSD Indonesia mengajak ibu dan anak-anak untuk lebih peduli lagi.

Isu kesehatan reproduksi perempuan seringnya baru diobrolin ketika masalah sudah muncul. Padahal, sebagai orang tua, kita punya peran penting untuk membekali anak perempuan dengan pengetahuan sejak dini, termasuk soal HPV dan kanker serviks, agar mereka tumbuh dengan pemahaman yang lebih baik tentang tubuh dan kesehatannya.

Dalam rangka memperingati Cervical Cancer Awareness Month 2026, MSD Indonesia, bagian dari MSD (Merck & Co., Inc.), perusahaan biofarmasi berbasis riset global yang telah lebih dari 130 tahun menghadirkan berbagai solusi kesehatan, termasuk obat dan vaksin, menghadirkan NgobrolinHPV, rangkaian kegiatan edukatif yang mengajak perempuan Indonesia, termasuk para ibu, untuk lebih terbuka membicarakan kesehatan serviks tanpa rasa tabu.

BACA JUGA: Ayo Deteksi Dini, Ini 20 Tempat Skrining Kanker Serviks dan Payudara

Edukasi Kesehatan yang Dekat dengan Kehidupan Perempuan

Rangkaian NgobrolinHPV yang digelar pada Minggu, 1 Februari 2026 di Zona Blu, Gelora Bung Karno, dikemas dengan pendekatan yang dekat dengan keseharian perempuan masa kini. Kegiatannya dimulai dari parade komunitas yang mengelilingi area GBK sebagai simbol ajakan peduli kesehatan perempuan, dilanjutkan dengan talk show edukatif serta area interaktif seperti wellness zone dan beauty zone.

Lewat format ini, edukasi kesehatan disampaikan dengan cara yang lebih relevan dan menyenangkan, tanpa mengurangi bobot informasi yang ingin disampaikan.

Salah satu agenda utama adalah talk show NgobrolinHPV x #KatanyaTabu yang dikemas dalam bentuk obrolan santai. Di sinilah para perempuan, termasuk Mommies, diberi ruang aman untuk bertanya dan berbagi tanpa takut dihakimi. Topik yang dibahas meliputi apa itu HPV, risiko yang sering tidak disadari, hingga langkah pencegahan sejak dini, informasi penting yang dapat menjadi bekal ibu sebelum kelak membicarakannya bersama anak di rumah.

Dukungan pemerintah pun turut hadir melalui kehadiran Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, dr. Indri Yogyaswari, MARS, yang membuka acara.

“Pencegahan kanker serviks merupakan bagian penting dari kesehatan masyarakat. Pemerintah mendukung penuh berbagai inisiatif kolaboratif yang mendorong peningkatan kesadaran akan deteksi dini dan vaksinasi HPV sebagai langkah pencegahan,” jelas dr. Indri.

HPV Umum Terjadi, Bisa Menyerang Siapa Saja

Dalam sesi talkshow, dr. Muhammad Yusuf, Sp.OG(K), Dokter Kandungan Konsultan Onkologi Ginekologi, menjelaskan bahwa HPV merupakan virus yang sangat umum dan sering kali tidak disadari keberadaannya.

“HPV merupakan virus yang sangat umum dan sebagian besar orang bisa terpapar dalam hidupnya, sering kali tanpa disadari. Karena sifatnya yang umum ini, banyak orang menganggap HPV sebagai sesuatu yang sepele atau bahkan tidak mengetahui keberadaannya. Padahal, virus ini dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan.”

HPV sendiri memiliki banyak tipe, dari risiko rendah hingga tinggi. Tipe risiko rendah dapat menyebabkan kutil kelamin, sementara tipe risiko tinggi berpotensi berkembang menjadi kanker, termasuk kanker serviks. Karena infeksi sering kali tidak menunjukkan gejala, banyak perempuan tidak menyadari dirinya telah terpapar. Di sinilah peran ibu menjadi penting, untuk menanamkan kesadaran kesehatan sejak dini kepada anak-anak.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 95% kasus kanker serviks disebabkan oleh HPV. Di Indonesia, kanker serviks masih menjadi kanker terbanyak kedua pada perempuan, dengan sekitar 36.964 kasus baru dan 20.708 kematian setiap tahunnya. Fakta ini menegaskan pentingnya pencegahan sejak dini.

Yang juga perlu diluruskan adalah miskonsepsi bahwa HPV hanya menyerang kelompok tertentu. Faktanya, sekitar 80% orang, baik perempuan maupun laki-laki, berisiko terinfeksi HPV setidaknya sekali dalam hidupnya. Penularan HPV tidak selalu melalui hubungan seksual, kontak kulit ke kulit di area genital pun dapat menjadi jalur penularan. Karena itu, HPV bukan isu kesehatan satu kelompok saja, dan stigma yang terbentuk justru membuat banyak orang enggan mencari informasi atau melakukan pencegahan.

Generasi Muda Harus Sadar Sejak Dini

HPV dan kanker serviks

Sementara itu, dari sudut  pandang generasi muda, Putri Tanjung, CEO Trans Digital Lifestyle Group (TDLG), menyoroti bahwa pembahasan tentang HPV masih sering dianggap tabu.

“Generasi muda justru perlu memiliki kesadaran sejak dini agar dapat membuat keputusan kesehatan yang lebih baik di masa depan.” Menurut Putri, media dan figur publik, harus memiliki peran penting dalam membuka ruang aman agar perempuan berani bertanya dan mencari tahu soal kesehatan dirinya. Lingkungan yang suportif, termasuk relasi ibu dan anak perempuan, dapat menjadi titik awal Mommies dan anak perempuan membuka percakapan yang jujur dan tanpa stigma.

Tidak hanya dalam bentuk event offline, sebagai bagian dari komitmen edukasi berkelanjutan, MSD Indonesia juga menghadirkan kanal NgobrolinHPV yang menyediakan informasi tepercaya, fitur Clinic Locator, serta NONA (NgobrolinHPV Virtual Assistant), chatbot WhatsApp yang membantu menjawab pertanyaan seputar HPV secara praktis.

Melalui inisiatif ini, MSD Indonesia berharap semakin banyak ibu dan perempuan Indonesia berani mencari informasi yang benar, berdiskusi secara terbuka, dan mengambil langkah pencegahan demi kesehatan diri dan keluarga.

BACA JUGA: Siap Berikan Dukungan, Ini Daftar 8 Komunitas dan Yayasan Kanker di Indonesia

Share Article

author

Katharina Menge

-


COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan