Tren Color Walk: Jalan Kaki yang Bikin Anak dan Dewasa Lebih Tenang

Self

dewdew・in 4 hours

detail-thumb

Apa itu color walk? Katanya bisa bikin kita jadi nggak banyak overthinking, stres berkurang, dan lebih mindful. Banyak manfaat buat anak juga, lho.

Wah, tren apa lagi ini? Color walk? Jalan kaki pakai baju warna-warni gitu? Oh, nggak, dong Mommies. Ini bukan sekadar jalan kaki biasa. Tapi sebuah aktivitas mindful walking, yang mengajak kita untuk jalan santai sambil secara sadar memperhatikan dan mencatat warna tertentu di sekitar. 

Contohnya saja, nih, ketika Mommies hendak jalan kaki, di rumah Mommies sudah harus tentukan 1 warna. Apakah itu warna kuning, hijau, atau biru. Nah, selama berjalan santai, Mommies diminta untuk fokus mencari dan mengamati objek dengan warna yang tadi di rumah sudah ditentukan. Misalnya saja, daun, bunga, bahkan mungkin serangga. Bisa juga pakaian orang, atau langit. Asal bukan warna mata orang lain, ya, susah juga mengamatinya. Hahaha…

Kenapa Color Walk jadi tren?

Color walk ini jadi populer karena pada praktiknya nggak membutuhkan alat khusus. Cukup bawa badan dan pakai pakaian serta sepatu yang nyaman. Aktivitas ini juga efektif untuk membantu menenangkan pikiran, meningkatkan mindfulness, yang hasilnya konon bisa bikin stres berkurang. 

Hal ini bisa jadi disebabkan karena kegiatan mencari warna ini bisa mengalihkan otak dari overthinking. Kita, tuh, sering banget, kan, terjebak di pikiran yang berulang ketika stres. Nah, dengan mencari atau memerhatikan warna tertentu, otak ‘dipaksa’ beralih dari pikiran abstrak ke rangsangan visual nyata. Ini ternyata sangat membantu untuk memutus siklus overthinking.

Baca juga: Selain Padel Ada Juga Pickle Ball. Ini Daftar Lapangan dan Biayanya.

Color walk bisa memengaruhi emosi

Secara psikologis, warna memiliki asosiasi emosional. Misalnya saja, warna hijau sering dikaitkan dengan ketenangan dan alam. Sementara itu warna biru terkoneksi dengan dengan rasa stabil dan damai. Warna kuning sendiri memiliki energi dan optimisme. Menurut penelitian, saat kita fokus pada warna-warna ini, otak merespons dengan emosi yang lebih positif.

Nah, kegiatan color walk ini secara tidak langsung juga bisa mengaktifkan mindfulness. Dengan melihat, memerhatikan, dan menyadari sekitar kita sendiri merupakan praktik mindfulness, yang terbukti dapat menurunkan hormon stres seperti kortisol dan menenangkan sistem saraf.

Sederhana, tanpa tekanan “harus benar”

Namun begitu, lakukan kegiatan ini dengan dengan dan jaga untuk tetap sederhana. Karena bagaimanapun, tidak ada benar atau salah di dalam color walk.  Tidak perlu tentukan target, evaluasi, atau tuntutan. Agar otak memiliki ruang istirahat dari tekanan yang sering jadi sumber stres.

Singkatnya, fokus pada warna karena ia menenangkan pikiran, mengatur ulang perhatian, dan membantu tubuh kembali ke mode rileks. 

Baca juga: 8 Jalur Pejalan Kaki yang Nyaman di Jabodetabek. Bisa Sambil Hunting Foto.

Jadikan color walk aktivitas rutin keluarga

Aktivitas color walk ini juga bisa dijadikan kegiatan rutin keluarga, lho. Pas dijalankan ketika akhir pekan. Banyak manfaatnya pula untuk anak, yaitu:

color walk

Membantu anak lebih tenang dan mengurangi stres

Seperti yang sudah dipaparkan di atas, warna tertentu (terutama hijau dan biru) bisa memberi efek menenangkan pada otak. Saat anak fokus mengamati warna, tubuhnya lebih rileks dan emosi jadi lebih stabil, terutama untuk anak yang mudah cemas atau sensitif.

Melatih fokus dan konsentrasi anak

Mencari dan memerhatikan satu warna membantu anak melatih perhatian pada satu hal dalam satu waktu. Ini bermanfaat untuk anak yang mudah terdistraksi atau sulit berkonsentrasi saat belajar.

Membantu anak mengenali dan mengelola emosi

Warna sering dikaitkan dengan perasaan. Aktivitas berbasis warna bisa menjadi pintu masuk untuk mengajak anak mengenali emosi, misalnya: “Warna apa yang bikin kamu merasa tenang?” Ini membantu perkembangan kecerdasan emosional anak.

Mengurangi overstimulasi dari gadget

Color walk mengajak anak berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar, bukan layar. Ini memberi jeda yang sehat bagi otak anak dari paparan gadget berlebihan.

Menumbuhkan rasa ingin tahu

Saat anak diajak mencari warna di sekitarnya, mereka belajar mengamati detail dan bertanya tentang dunia di sekelilingnya. Ini memperkuat rasa ingin tahu alami yang penting untuk proses belajar jangka panjang.

Intinya pada saat melakukan color walk, tidak perlu terlalu banyak berpikir. Mommies, Daddies dan anak cukup berjalan santai. Di komplek rumah juga boleh, lho. Nikmati warna yang sudah disepakati bersama tanpa distraksi. Boleh saja memotret, tapi hanya menikmati saja dari dekat juga sudah cukup. Nggak usah terburu-buru juga, biar esensi mindfulnya tetap terjaga.

Cover photo by Freepik