
Dapat menyebabkan bahaya dan dampak serius pada kesehatan, pahami kenapa whip pink tidak boleh asal digunakan sebagai gaya hidup.
Media sosial belakangan ini dihebohkan dengan munculnya produk bernama Whip Pink. Berbentuk tabung yang dibalut warna merah muda, produk ini berisi gas Nitrous Oxide (N2O) atau gas tawa (laughing gas). Meski namanya terdengar lucu, di baliknya tersimpan bahaya yang bisa mengancam nyawa.
Melansir dari Direktorat Intelijen Obat dan Makanan, Whip Pink awalnya digunakan secara legal dalam bidang medis sebagai anestesi ringan dan dalam industri pangan sebagai propelan pembuat krim kocok.
Produk yang memiliki gas N2O atau dinitrogen oksida ini memiliki kode E942 dan merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berasa. Produk ini biasa digunakan dalam:
BACA JUGA: Viral Kasus “Pacar 1 Jam”, Modus Baru Pelecehan Seksual pada Remaja
Dijual bebas sebagai keperluan makanan (food grade), banyak orang yang salah paham dan mengira produk ini aman digunakan, apalagi di kalangan anak muda.
Salah satu alasan kenapa produk ini digemari adalah karena bisa memberikan sensasi euforia, halusinasi, tertawa, hingga seolah melayang atau “nge-fly“dalam hitungan detik.
Bagi sebagian orang, hal tersebutlah yang dicari untuk kegiatan senang-senang tanpa tahu dampak yang diakibatkan dari penyalahgunaan fungsi produk dan takaran yang dianjurkan dalam medis.
Whip pink disebut belum masuk kategori narkotika. Namun, jika tidak digunakan sesuai fungsi dan malah dihirup, maka ada beberapa masalah kesehatan dari ringan hingga fatal yang akan muncul.
Mengawasi anak yang sudah memasuki remaja dan dewasa muda memang sulit. Namun, mencegah memang selalu lebih baik daripada mengobati.
Berikut adalah langkah yang bisa dilakukan Mommies dan para orang tua:
Berikan informasi bahwa produk tersebut bukanlah tren keren, melainkan racun kimia yang mematikan. Gunakan pendekatan diskusi, bukan sekadar melarang.
Tren ini sering menyebar lewat kode-kode tertentu di TikTok atau Instagram. Kenali istilah-istilah gaul yang digunakan anak. Kenali juga influencer yang disukai anak untuk mengetahui kebiasaan gaya hidupnya.
Waspadai jika anak tiba-tiba menjadi sangat tertutup, memiliki pola tidur yang kacau, atau perubahan suasana hati (mood swing) yang drastis.
Anak yang merasa nyaman bercerita di rumah cenderung lebih terbuka mengenai tekanan teman sebaya (peer pressure) yang mereka alami di luar.
BACA JUGA: 5 Alasan Kecanduan Media Sosial Membuat Anak Remaja Tidak Bahagia
Cover: Whip Pink