Sorry, we couldn't find any article matching ''

Aleandra Rea Nathani: Potret Siswa Homeschooling Multitalenta, Dari Medali Emas di Gymnastic Hingga Aksi Sosial
Aleandra Rea Nathani membuktikan bahwa prestasi tak dibatasi ruang kelas. Dari gymnastic hingga seni, prestasi lahir dari passion dan keuletan.
Kalau anak-anak pada umumnya sebagian besar waktu kesehariannya dihabiskan di sekolah, lain hal dengan Aleandra Rea Nathani yang akrab disapa Ayi. Sejak lepas dari Taman Kanak-Kanak, Ayi menempuh pendidikan sekolah dasar dengan model homeschooling yang menerapkan metode pendidikan Charlotte Mason.
Dengan homeschooling, Ayi justru jadi punya waktu dan kesempatan untuk mengasah keterampilan di banyak bidang lainnya. Tak tanggung-tanggung, hingga menorehkan prestasi di kancah internasional!
Penasaran seperti apa keseharian Ayi? Yuk, simak cerita selengkapnya.
Kegiatan Sehari-hari: dari Sesi Akademis Hingga Berbagai Les
Sebagai anak yang aktif, jadwal Ayi sehari-hari cukup padat. Rutinitas hariannya dimulai dengan sesi akademis di pagi hari selama 3 jam sehari, dari pukul 09.00 hingga 12.00 disertai jeda. ”Apabila ada les pagi, maka sesi akademis dilanjut di siang hari, tapi kalau nggak ada, bablas dari jam 9 pagi sampai jam 12 siang,” jelas Ayi.
Saat ini, Ayi belajar di level yang setara dengan kelas 4 SD. Setelah sesi akademis, rutinitasnya dilanjutkan dengan berbagai les. Beberapa les yang diikuti Ayi di antaranya gymnastic, bahasa Inggris, Jepang dan Prancis, les matematika dan piano. ”Sebelumnya les biola juga, tapi lagi off,” terang Ayi.
Gymnastic: Saat Passion dan Prestasi Bertemu
”Kegiatan yang paling aku suka itu gymnastic! Aku les seminggu tiga kali, per hari sekitar 3 jam. Kalau lagi ada pertandingan, bisa latihan lima kali seminggu.”
Ketekunan dan kegigihan Ayi disertai dukungan Alexa, sang mama, membuahkan hasil. Melalui gymnastic, Ayi meraih sejumlah prestasi yang gemilang.

Foto: dokumentasi pribadi Aleandra Rea Nathani
Pada kompetisi di Bangkok 2023 silam, Ayi yang kala itu berusia 8 tahun, meraih 1 emas dan 3 perak. Di kompetisi 3rd Indonesia Open 2024, Level 2 Women’s Artistic Gymnastic, Ayi meraih 4 gold. 2025, Ayi juga berkesempatan mengikuti pertandingan di Shanghai dan meraih prestasi 6th place all around, 2 gold, 2 silver. Sementara di Jakarta: 11 th International Gymnastics Invitations 2025, Ayi menyabet 1st place all around, 2 gold, 1 silver. Keren banget, ya?!
Ayi nggak mau berhenti sampai di sini. Ia tetap memiliki goal untuk terus berprestasi. ”Aku mau juara gymnastic lagi, dan ingin lebih bagus lagi di satu alat,” kata Ayi penuh semangat.
Karya Seni: Dari Bikin Buku, Aksi Sosial, Hingga Pameran Seni
Sejak kecil, Ayi senantiasa didorong oleh sang mama untuk menulis dan menggambar. Sang mama, yang juga memiliki jiwa seni, membuat proyek tahunan bagi Ayi yaitu membuat buku dalam rangka ulang tahun, sejak ulang tahun ke-3.
Kegiatan tersebut berlanjut hingga sekarang, dan tak selalu dalam rangka ulang tahun. Kapanpun ada peluang, Ayi terus menulis buku, yang tak jarang dikompetisikan, atau dijual.
Belum lama ini, Ayi tergerak untuk membantu korban bencana banjir di Aceh dan Sumatera Utara. Muncul ide di benak Ayi dan mama untuk menjual buku yang terakhir ia tulis, yang hasilnya didonasikan bagi saudara-saudara di Aceh dan Sumatera Utara. Hal ini disambut sangat baik oleh teman-teman dan saudara di sekeliling Ayi.

Foto: Ayi menjual buku hasil karyanya untuk membantu korban bencana banjir di Aceh dan Sumatera Utara (dokumentasi pribadi)
Selain menulis buku, “aku juga suka art & craft!” kata Ayi. Karya Ayi berupa keramik hewan dipamerkan di pameran Artjog Kids 2024. Di 2025, karya Ayi berupa patung clay lima perempuan kembali lolos kurasi dan dipamerkan di sana. Ada makna di balik karyanya: ”Ceritanya ada lima perempuan berbeda. Masing-masing ada ketidaksempurnaan di dalam diri mereka yang mereka nggak sukai. Misalnya, ada yang pake sayap, tapi dia nggak suka sayap. Ada yang tribal tapi udah tua. Intinya, nggak apa-apa, memang ngga ada yang sempurna. Jadi biarin saja.”
Baca juga: Oseano Janardhana: Dalang Cilik yang Lestarikan Wayang Kulit Sejak Kecil
Punya Cita-cita Jadi Pebisnis
Walau punya segudang minat di bidang olahraga dan seni, ternyata Ayi bercita-cita menjadi pebisnis. ”Aku suka banget anjing, jadi pengen punya pet shop, pet hotel, juga pengen punya restoran. Aku udah bikin rencananya di Canva.” Apabila ditanya mengapa ingin berbisnis, ”Biar dapat uang, hahaha!” imbuhnya.
Tetap Bermain Layaknya Anak-anak

Foto: sesi nature journaling bersama komunitas Charlotte Mason (dokumentasi pribadi)
Walau sibuk, Ayi juga selalu punya waktu bermain layaknya anak-anak lain. “Selain main dengan teman-teman di tempat gym, aku juga bermain dengan teman-teman homeschooling di kala sesi nature journaling, suka bermain ke rumah teman atau teman bermain ke rumahku,” terang Ayi.
Peran Besar Mama dalam Perjalanan Seorang Aleandra Rea Nathani
Menurut sang mama, ”Ayi adalah anak yang memiliki rasa penasaran tinggi dan keinginan eksplor banyak hal. Dulu bahkan lesnya lebih banyak lagi, ada hiphop dance, terus ingin les skateboard juga. Minatnya banyak banget, tetapi saya mengajarkannya untuk memilih prioritas.”

Foto: Aleandra Rea Nathani dan sang Mama (dokumentasi pribadi)
“Kalau di gymnastic terbilang mudah karena memang minat dia banget. Jadi, dia bisa latihan tanpa disuruh. Passion besar disertai gigih dan tekun. Ayi bisa observasi dirinya sendiri. Kalau merasa gerakannya belum bagus, dia mau nambah latihan sendiri,” papar sang mama.
Sebagai orang tua, cara Alexa untuk merespon minat-minat Ayi yaitu dengan melihat tujuannya, energinya, waktunya hingga anggarannya. “Karena begitu mau mastering di sebuah bidang akan butuh upaya, fokus, disiplin lebih, sehingga harus memilih. Jadi, kami berdiskusi, saya ajarkan untuk membuat pilihan dan bertanggung jawab penuh pada pilihan tersebut. Di dalam prosesnya, saya terus mengawal dan mendampingi.”
Mama Menerapkan Metode Charlotte Mason di dalam Parenting
”Saya sangat menerapkan metode Charlotte Mason (CM) di dalam parenting. Saya menjalankan habit training untuk membentuk kebiasaan baik pada Ayi. Pilihan bacaan pun selektif agar Ayi membaca atau menonton living books atau living watch, seperti yang ada pada prinsip CM. Selain itu, saya juga melatih Ayi untuk menyalurkan energinya, dan mengajari Ayi mengelola emosi dan inner child-nya,” jelas Alexa.
Tujuan Pendidikan Bagi Seorang Aleandra Rea Nathani
Walau baru berusia 10 tahun, melalui nilai-nilai yang ditanamkan oleh sang mama, Ayi sudah memahami tujuan pendidikan di dalam hidupnya. ”Tujuan pendidikan aku yaitu untuk menjadi tangan kanan Tuhan Yesus, bermanfaat bagi banyak orang, mengerti tujuan hidup, makin bernas makin merunduk dan mencintai musik,” tutup Ayi.
Baca juga: Rilis Lagu di Usia 17, Alaska Sirait Buktikan Passion Bisa Jadi Prestasi
Cover: dokumentasi pribadi
Share Article


POPULAR ARTICLE




COMMENTS