Orang Tua Bisa Blokir YouTube Shorts untuk Anak, Ini Caranya!

Parenting & Kids

Dhevita Wulandari・in 3 hours

detail-thumb

Orang tua kini punya opsi membatasi YouTube Shorts untuk anak. Pelajari caranya agar penggunaan gawai lebih sehat dan terarah.

Sejak video pendek menjadi konten yang diminati banyak orang, beberapa platform media sosial lantas juga menambahkan fitur video pendek ke dalamnya, termasuk YouTube Shorts. Video pendek ini biasanya hanya berlangsung selama 15–30 detik. Ini menjadi masalah, terutama bagi perkembangan anak.

Mungkin Mommies dan Daddies pun sudah tahu ke mana pembahasan ini akan mengarah, video pendek punya efek negatif pada anak-anak. Rentang atensi yang pendek, doom scrolling, tantrum, dan sekian dampak buruk lainnya. 

Meski begitu, melihat keresahan para orang tua di luar sana, YouTube pun “menjawabnya” dengan memberikan beberapa kontrol tambahan untuk melindungi pengguna anak-anak dan remaja. Yuk, bahas!

BACA JUGA: Remaja Sering Minder? Kenali Tanda Self-Esteem Rendah pada Remaja dan Cara Membantunya

Bahaya Anak Scrolling Video Pendek

youtube shorts
Foto: Freepik

Orang tua pasti punya kekhawatiran tentang konten-konten seperti apa yang ditonton anak, apakah pantas atau tidak, apakah mengandung adegan kasar atau tidak, apakah sesuai dengan usia atau tidak, dan seterusnya. Apalagi sejak konten-konten anomali atau brainrot semakin menjamur, kalau bisa jangan sampai anak terpapar berlebihan.

Seperti yang sudah dirangkum dari laman IPB University dan detikEdu, berikut beberapa dampak negatif video pendek pada anak:

1. Mengacaukan Pemahaman Anak tentang Realita dan Fantasi

Menurut Dr. Melly Latifah, seorang Dosen Universitas IPB dari Divisi Perkembangan Anak, konten anomali brainrot yang sering ditemui pada video-video pendek berisiko mengacaukan pemahaman tentang realita, khususnya pada anak usia dini. Tak hanya itu, visualnya yang sangat absurd bisa memicu pelepasan dopamin yang berlebihan, dampaknya ke fokus dan emosi anak. Narasi yang terkadang tidak koheren juga bisa menghambat perkembangan struktur bahasa anak. Jadi, hati-hati, ya!

2. Mengikis Rasa Empati

Dr. Melly juga menyebutkan bahwa paparan konten absurd secara terus-menerus bisa mengurangi kemampuan berpikir logis dan mengikis rasa empati karena seringkali ada konten yang menghilangkan konteks emosional dari sebuah peristiwa.

3. Mengurangi Rentang Atensi Anak

Sudah banyak pakar yang menyebutkan bahwa paparan video pendek yang tidak terkontrol bisa berpengaruh pada rentang atensi seseorang, baik anak-anak maupun hingga dewasa. Preferensi otak menjadi condong terhadap stimulasi cepat. Defisit perhatian juga membuat mereka sulit berkonsentrasi.

4. Sulit Mengontrol Diri

Dikutip dari detikEdu, ada penelitian yang menunjukkan korelasi signifikan antara kecanduan video pendek dengan kemampuan mengendalikan diri. Tingkat kecanduan video pendek yang tinggi berkaitan dengan berkurangnya kontrol diri. Mungkin ada anak Mommies dan Daddies yang tantrum kalau gawainya diambil atau anak tampak kesulitan berhenti scrolling?

BACA JUGA: Aturan Screen Time Anak dan Remaja, serta Dampak jika Berlebihan

Fitur Baru YouTube Bisa “Blokir” Shorts

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, YouTube menambah kontrol tambahan yang berfungsi untuk melindungi anak-anak di dunia digital. Dikutip dari CNN Indonesia, fitur ini merupakan bagian dari kontrol orang tua yang baru, yaitu mengatur waktu yang diizinkan untuk menggulir konten Shorts. Jadi, anak pun ada durasinya ketika melihat video-video pendek di Shorts. Orang tua bisa memilih durasi dari 0–2 jam.

Foto: Google

Berikut rangkuman update fitur dari YouTube seperti dilansir dari Google:

  • Orang tua bisa mengatur waktu anak menonton video YouTube Shorts.
  • Menguraikan video berkualitas rendah dan mengarahkan serta meningkatkan video berkualitas tinggi ke penonton remaja.
  • Pengalaman pendaftaran akun anak terbaru yang memungkinkan orang tua untuk mengatur setelan konten dan rekomendasi konten yang tepat sesuai usia.

Cara Mengaktifkan Fitur Timer YouTube Shorts

Foto: Collabstr/Unsplash

Langsung saja, berikut cara mengaktifkan fitur timer YouTube Shorts untuk anak:

  • Pastikan anak menggunakan akun Google khusus anak yang berada dalam pengawasan orang tua.
  • Anak harus login ke YouTube menggunakan akun tersebut.
  • Hubungkan akun anak dengan akun orang tua melalui Google Family Link.
  • Buka aplikasi Google Family Link di ponsel orang tua.
  • Pilih profil anak yang ingin diatur.
  • Masuk ke menu pengaturan YouTube.
  • Pilih menu Controls/Kontrol, lalu klik YouTube untuk membuka YouTube Settings.
  • Pada bagian pengaturan Shorts, aktifkan timer harian.
  • Atur durasi menjadi 0 menit untuk memblokir YouTube Shorts sepenuhnya.
  • Pastikan seluruh pengaturan sudah tersimpan dan aktif.
  • Orang tua dapat memantau aktivitas anak langsung melalui Google Family Link.

Tujuan Hadirnya Fitur “Blokir” YouTube Shorts

Melansir laman Google, YouTube menambahkan fitur-fitur update ini untuk menciptakan pengalaman yang lebih aman, tertata, dan sesuai usia bagi pengguna anak dan remaja, sekaligus memberi opsi kepada orang tua untuk mengatur penggunaan supaya lebih efektif. 

Oleh karenanya, orang tua bisa mengurangi kekhawatiran terkait jenis-jenis konten yang dikonsumsi anak. Sebab YouTube ingin anak tetap dapat mengeksplorasi, belajar, dan menikmati konten, sambil menyediakan lapisan perlindungan dan batasan yang sesuai, bukan melarang akses sama sekali. Intinya, fitur-fitur ini merupakan upaya untuk melindungi anak dan remaja di dunia digital.

BACA JUGA: Anak Sering Pakai ChatGPT? Ini Dampaknya pada Otak Menurut Ahli

Penulis: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo

Cover: Freepik