
Musim flu lagi ramai dibicarakan belakangan ini, tapi yang bikin heboh bukan hanya flu biasa, melainkan yang disebut Super Flu. Yuk, kenalan!
Berdasarkan Kementerian Kesehatan RI, sampai akhir Desember 2025 telah tercatat sekitar 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K atau disebut ‘Super Flu’ di delapan provinsi di Indonesia, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat, serta kelompok pasien didominasi oleh anak-anak dan perempuan.
Penasaran dengan Super Flu? Yuk, kenali lebih dalam tentang penyakit berikut ini.
BACA JUGA: Cepat Sembuh, Ini 8 Rekomendasi Obat Flu dan Batuk untuk Anak!
Super Flu bukan penyakit baru yang sama sekali berbeda dari influenza yang kita kenal. Ini adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan varian atau subkelompok baru dari virus influenza A, khususnya H3N2 subclade K yang kini beredar di banyak negara, termasuk Indonesia.
Sebenarnya istilah Super Flu bukan istilah medis resmi, tapi lebih ke julukan karena varian ini disebut-sebut lebih menular dan bisa bikin musim flu terasa lebih “berat”.
Kalau flu biasa, Mommies mungkin sudah tahu kalau gejalanya ringan hingga sedang, mulai dari demam, batuk, pilek, sakit kepala, lemas.
Nah, menurut Prof dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), Spesialis paru dari RS Paru Persahabatan, dilansir dari detikhealth, Super Flu cenderung menunjukkan beberapa gejala yang berbeda, seperti:
Gejala di atas bisa terasa lebih “keras” dibanding flu biasa sehingga membuat pasien tidak bisa melakukan aktivitas.
Kembali diingatkan juga bahwa istilah Super Flu tidak berarti virus ini otomatis lebih “mematikan”. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa sampai saat ini tidak lebih fatal dibanding COVID-19, dan bukan penyakit yang harus ditakuti berlebihan.
“Apakah ini mematikan ke COVID? Tidak. Yang penting buat teman-teman, dia jaga kesehatan, imunitasnya, istirahatnya cukup. Sehingga kalau kena, sama seperti flu biasa, bisa kembali (sehat) lagi,” ucap Menkes, dikutip dari detikhealth. “Jadi nggak usah khawatir bahwa ini seperti COVID-19 mematikannya. Tidak. Ini adalah flu biasa, influenza H3N2.”
Sama seperti flu musiman pada umumnya, Super Flu disebabkan oleh virus influenza A, yang berkembang dan bermutasi dari musim ke musim. Virus ini menyebar melalui droplet (percikan pernapasan) ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.
Karena virus flu itu gampang bermutasi, muncullah subvarian seperti subclade K yang kini ramai dibahas. Meski sering terdengar dramatis, ini bagian dari cara alam virus beradaptasi tiap tahun.
Gejala yang muncul bisa mirip flu biasa, tapi Mommies perlu lebih jeli kalau:
Untuk menjaga keluarga dan anak-anak tetap sehat, penting banget untuk Mommies melakukan dan menerapkan kebiasaan berikut ini.
Meskipun tidak sepenuhnya mencegah 100%, vaksin influenza tahunan tetap jadi cara terbaik untuk mengurangi risiko flu dan komplikasi serius.
Pastikan Mommies membiasakan keluarga dan anak-anak melakukan hal ini:
Kalau ada yang batuk, disarankan untuk tetap pakai masker saat di keramaian agar tidak menularkan ke keluarga lain atau teman di sekolah.
Imunitas yang kuat adalah benteng pertama kita, jadi Mommies perlu mempersiapkan benteng untuk keluarga dan anak-anak dengan menerapkan gaya hidup sehat berikut ini:
Kalau Mommies dan keluarga sudah kena Super Flu, termasuk yang gejalanya agak berat, maka bisa mencoba untuk istirahat yang cukup, minum banyak cairan, dan konsumsi obat penurun demam sesuai dosis dokter.
Penggunaan antibiotik kurang efektif karena flu disebabkan oleh virus, bukan bakteri, jadi antibiotik tidak tepat kecuali ada infeksi bakteri sekunder yang menyertainya.
BACA JUGA: Anak Gampang Sakit? Ini 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya, Orang Tua Harus Tahu
Jadi, bisa disimpulkan kalau Super Flu itu sebenarnya bukan “virus super baru yang bikin panik”, tapi bagian dari virus influenza yang bermutasi, dan kita tetap bisa menghadapinya dengan pencegahan yang tepat dan penanganan yang cepat.
Semoga Mommies dan keluarga sehat selalu, ya!
Cover: Freepik