banner-detik
PARENTING & KIDS

30 Resolusi Parenting yang Realistis dari para Orang Tua. Nggak Kebanyakan Teori, Anti Burn-Out!

author

dewdewin 5 hours

30 Resolusi Parenting yang Realistis dari para Orang Tua. Nggak Kebanyakan Teori, Anti Burn-Out!

Ada resolusi parenting yang Mommies bisa share juga selain 30 resolusi berikut ini? Jangan lupa berbagi di kolom komentar, ya.

Sekolah orang tua itu memang nggak ada. Jadi tiap saat kita belajar terus. Bertumbuh menjadi orang tua yang lebih baik. Tapi, yang namanya belajar, pasti ada saja salahnya, ya, kan? Kan! 

Baca juga: 8 Drakornya Jang Ki Yong Selain Dynamite Kiss

Biasanya, nih, orang tua pasti punya niat untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Itulah sebabnya resolusi-resolusi dibuat. Nggak harus resolusi ambisius, kok. Resolusi kecil namun berarti juga bisa. Berikut ini beberapa resolusi yang dibagikan oleh para orang tua baru maupun senior yang realistis. Nggak kebanyakan teori, dan anti burn-out.

  1. Tak memaksa anak selalu menghabiskan makanan. Kalau memang sudah kenyang, ya, sudah. Lain kali lebih aware untuk menyesuaikan porsinya. Meski seringkali dia minta banyak-banyak. (Andri)
  2. Lebih banyak mendengar sebelum menasihati. Apalagi kalau kita anggap dia melakukan sesuatu yang kita nggak suka. Akan aku coba untuk mendengarkan alasannya lebih dulu. (April)
  3. Berusaha menahan diri nggak membandingkan anakku dengan anak lain, termasuk saudara sendiri, meski cuma dalam hati. Semua anak punya masa tumbuh kembangnya sendiri. (Dian)
  4. Berusaha jaga emosi pas anak tantrum (walau kadang gagal). Tapi, mau lebih banyak berhasilnya daripada gagalnya. Nggak apa-apa, mulai pelan-pelan. (Astri)
  5. Mengurangi nada naik 1 oktaf, meski lagi capek luar biasa. Karena  teriak-teriak juga ternyata menghabiskan energi. Huhuhu… (Rachel)
  6. Mengakui kesalahan dan minta maaf pada anak saat khilaf. Karena orang tua juga manusia, dan manusia adalah gudangnya salah. (Annisa)
  7. Memberi waktu anak untuk merasa sedih, marah, atau kecewa. (Galuh)
  8. Hadir secara penuh pas lagi main atau melakukan aktivitas apapun saat bareng anak. Walaupun jari ini suka auto scrolling. Ihik… (Regina)
  9. Mengingat di dalam kepala  bahwa anak juga sedang belajar, bukan sengaja “nakal”. (Amanda)
  10. Lebih sabar menghadapi proses, bukan cuma fokus hasil. Bagaimanapun proses itu nggak kilat. Walau kadang suka gemas juga lihat dia nggak bisa-bisa. (Shasha)
  11. Tidak selalu menuntut anak “harus bisa”. Karena anak bukan superman yang serba bisa. (Tiara)
  12. Menghargai usaha kecil anak, bukan hanya pencapaian besar. Kasih reward kecil-kecilan, kayak beliin coklat di minimarket dekat rumah. (Boni)
  13. Mengajak anak remaja ngobrol tanpa tujuan menasihati. Biar dia nggak selalu merasa digurui. (Dewi)
  14. Tidak merasa gagal hanya karena hari ini terasa berantakan. Ini khusus buat orang tuanya biar nggak memengaruhi sikap ke anak di situasi itu. (Ronny)
  15. Berhenti menyalahkan diri sendiri atas semua hal. Karena anak berkebutuhan khusus itu juga adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa. (Ajeng)
  16. Mengizinkan anak bosan tanpa langsung memberi gadget. Mungkin bisa diajak main atau ngobrol dulu. (Ebi)
  17. Menjadi contoh, bukan hanya pemberi aturan. “Self toyor” dulu (Adinda)
  18. Tidak selalu menuruti omongan sekitar soal cara mengasuh anak. Termasuk omongan mertua, apalagi kalau nggak sejalan. (Vanny)
  19. Mengizinkan dan memberikan ruang untuk anak berbeda pendapat dan ekspektasi dengan kita orang tua. Yes! Orang tua nggak selalu benar. (Yunita)
  20. Mengingatkan diri  bahwa satu hari buruk, nggak berarti kita gagal sebagai orangtua. Bareng anak, kita juga belajar dari kesalahan.(Ulfa)
  21. Fokus membangun relasi yang baik dan sehat sama anak, bukan sekadar kepatuhan. Jangan sampai dia patuh, tapi dalam hatinya sakit. (Della)
  22. Ngurang-ngurangin kata “pokoknya” saat menjelaskan aturan. (Sisca)
  23. Mengajarkan tanggung jawab tanpa ancaman. Masih suka kebawa-bawa didikan VOC soalnya. Hihihi… (Riri)
  24. Memberi pelukan lebih sering, terutama saat anak lagi sulit diatur. (Sally)
  25. Mengingatkan diri bahwa orang tua, ibu, ayah, juga boleh capek. Kasih waktu buat diri sendiri sebentar itu nggak dosa, lho. (Dita)
  26. Janji untuk nggak sembarangan follow ahli parenting dalam tanda kutip tanpa cek background pendidikan, keahlian, dan sejenisnya.(Vicka)
  27. Mengatur ekspektasi sesuai usia anak, bukan keinginan orang tua.(Ayu)
  28. Menyadari bahwa setiap anak punya waktunya sendiri. (Nurul)
  29. Mencintai anak apa adanya, bahkan di hari-hari yang paling melelahkan. (Bianca)
  30. Nggak selalu berusaha  jadi sahabat anak remaja. Ada kalanya kita harus tetap berlaku sebagai orangtua yang tegas. (Lanny)

Baca juga: Reparenting! Ternyata Banyak Orang Tua yang Butuh Melakukannya

Itu tadi 30 resolusi parenting dari para orang tua. Mommies punya resolusi lain yang bisa dibagikan? Yuk, share di kolom komentar. 

 

Image by freepik

Share Article

author

dewdew

Mother of Two. Blogger. Make-Up Lover. Skin Care Amateur. Beginner Baker. Entrepreneur Wannabe. And Everything in Between. www.therusamsis.wordpress.com


COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan