
Dari daftar drakor dan dracin yang paling hits di tahun 2025 ini, mana saja yang sudah atau bahkan belum pernah kamu tonton?
Tahun 2025 makin melejitkan drama-drama Asia, termasuk drama Korea dan Cina di dalamnya. Genre drakor juga kini makin beragam. Meski secara ragam tema, drakor menang jauh, namun dracin sendiri mulai mencengkeram pasar Asia. Terbukti dengan makin maraknya drama China yang masuk ke platform global seperti Netflix, Hot Disney, hingga Prime.
Berbagai judul drakor dan dracin di tahun 2025 sukses mencuri perhatian dan memicu perbincangan di media sosial. Banyak hal yang menarik untuk dibahas, mulai dari akting para pemainnya, chemistry yang kuat, hingga tema cerita yang terasa relevan dengan kehidupan penonton masa kini.
Berikut ini 10 drakor dan dracin yang paling ramai diperbincangkan sepanjang tahun 2025 dan layak masuk watchlist kamu. Mana saja yang belum Mommies tonton? Yuk, mumpung libur, gas nonton!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Drama-Korea-The-Trauma-Code-Heroes-on-Call-Sinopsis-Pemain-Poster-dan-Trailer-1.jpg)
Photo by Netflix
Soal genre dan tema drama, sebenarnya Korea Selatan menang jauh dari China. Apalagi drama medis kali ini sangat intens, visualnya kuat, dan akting Ju Ji-hoon sudahlah, ya, nggak perlu diragukan lagi. Drama yang cocok untuk penyuka ketegangan tinggi dan karakter yang kompleks.
Banyak yang bilang drama ini kurang realistis, tapi nyatanya, ceritanya sendiri terinspirasi dari seorang dokter bedah betulan di Korsel bernama Dr. Lee Guk-jong. Ceritanya sendiri menampilkan banyak detail medis dan perjuangan tim trauma center yang otentik, termasuk isu-isu nyata seperti kebutuhan ambulans udara dan konflik dengan manajemen rumah sakit. Hal ini membuat drama Heroes on Call kemudian menjadi favorit dan rumornya akan dibuatkan hingga season 2.
Ikutan Quiz: Love Language Versi Kamu di Drakor: Gong Ji Hyeok atau Nam Do San?

Photo by Netflix
Drama genre slice-of-life yang mengharu biru. Berlatar pulau Jeju, drama yang dibintangi IU dan Park Bo Gum ini sukses bikin mata penontonnya basah di setiap episode. Terlalu banyak pelajaran hidup di sini, semua dibikin sedih dengan perjuangan Ae Sun (IU) dan Gwan Sik (Park Bo Gum) mengangkat harkat dan martabat keluarganya.
Alur cerita tentang perbedaan status sosial antara si kaya dan miskin juga masih jadi inti cerita utama, namun disajikan dengan puitis dan penuh kehangatan. Pokoknya kalau nonton ini, beneran, deh, rasanya mau peluk Gwan Sik dan Ae Sun erat-erat.
Saking bagusnya, drama ini diganjar penghargaan di Blue Dragon Series Award, sebagai serial terbaik, pemeran utama wanita terbaik, pemeran pendukung wanita terbaik, dan IU serta Park Bo Gum diberikan Popular Star Award.

Photo by TVN Korea
Drama Korea bergenre fantasi romantis sejarah ini bercerita tentang Yeon Ji-young (Im Yoona), seorang chef modern yang tiba-tiba terlempar ke era Dinasti Joseon setelah fenomena aneh. Melalui insiden-insiden yang melibatkan Raja Lee Yi-Heon (Lee Chae Min), seorang penguasa yang otoriter, Ji Young akhirnya berakhir jadi koki istana.
Drama unik ini menggunakan tema kuliner sebagai bahasa cinta dan kekuasaan, dengan makanan menjadi jembatan emosional antara karakter utama. Jarang-jarang ada cerita seperti ini sehingga akhirnya drakor ini meraih rating tinggi di Korea Selatan dengan angka penonton yang menembus angka dua digit di Nielsen Korea. Bukan hanya itu, popularitas drama ini juga melejit secara global melalui Netflix. Kekuatan drama ini berada pada penyajian dan angle kamera saat menampilkan makanan masa kini di era Joseon. Kalau kata penonton, drama ini terasa seperti ‘mukbang visual’ bikin ngiler yang nonton.

Photo by Netflix
Drama yang mempersatukan kembali Bae Suzy dan Kim Woo Bin ini sangat ditunggu-tunggu oleh fans dari kedua aktor tersebut. Ceritanya, Ki Ga-young (Bae Suzy), seorang mekanik yang secara emosional dingin dan kesulitan merasakan perasaan manusia, tanpa sengaja membebaskan jin bernama Iblis (Kim Woo-bin) setelah 1000 tahun terkurung dalam lampu ajaib.
Tentu saja si Iblis menawarkan tiga permintaan, sesuai job desc-nya, ya, kan? Dari situlah kemudian hubungan mereka berdua berkembang. Meski berhasil masuk top 5 Netflix di berbagai negara, banyak juga yang merasa ceritanya terlalu aneh padahal dibintangi 2 aktor top serta ditulis oleh Kim Eun-Sook, scriptwriter yang juga menulis drama fenomenal Goblin dan Descendants of The Sun.

Photo by Netflix
Drama ini rekomendasi banget buat para penggemar thriller misteri plus karakter kompleks dan akting kuat. Apalagi penampilan Kim Go-eun di sini menjadi i salah satu daya tarik utama. Karakternya yang enigmatis dan unpredictable, membuat penonton makin penasaran siapa, sih, pembunuh sebenarnya?
Ceritanya sendiri adalah tentang seorang guru seni Ahn Yoon Soo (Jeon Do Yeon) yang dituduh membunuh suaminya. Di penjara ia malah terjerat permainan berbahaya ketika ia bertemu Mo Eun (Kim Go Eun) yang menawarkan sebuah “kesepakatan”.
Drama ini tadinya akan dibintangi oleh Song Hye Kyo dan Han So Hee. Namun keduanya akhirnya memilih mundur akibat perbedaan pendapat soal kreativitas.

Photo by Tencent/Wetv
Alkisah seorang putri dari negara Qiao dijadikan ‘tumbal’ oleh keluarganya, menikahi Jenderal Wei dari negeri seberang untuk menebus kesalahan masa lalu. Ceritanya biar Jenderal yang terkenal dingin dan kejam ini sedikit adem hatinya, dinikahkan dengan perempuan cantik dan pintar supaya dendamnya dilupakan dan berbaik hati mengurungkan niatnya menyerang negara Qiao.
Qiao Man (Song Zu Er) yang cantik namun cerdas ini perlu banyak berjuang memenangkan hati Wei Shao (Liu Yu Ning) yang kayak kulkas 5 pintu. Saking dendamnya sama keluarga Qiao Man, Wei Shao berniat mati-matian menyiksa istrinya ini. Siapa sangka akhirnya luluh juga, meski mereka berdua harus jatuh bangun.
Drama ini juga sangat ditunggu-tunggu penayangannya, karena proses produksinya sendiri sudah selesai dua tahun lalu. Namun rumor skandal pajak aktris utamanya Song Zu Er, membuat drama ini baru bisa tayang di tahun 2025.
Baca juga: Komunitas Drakor dan Kpop Indonesia yang Wajib Dikenal

Photo by We Tv
Drama historical genre wuxia ini mengisahkan perjalanan He Yan (Zhou Ye), seorang wanita bangsawan yang menyamar sebagai laki-laki untuk mempertahankan kehormatan keluarga. Mirip kisahnya Mulan. Dari yang disepelekan karena bertubuh mungil, hingga akhirnya menjadi pemimpin militer yang dihormati. Hubungannya dengan Xiao Jue (Cheng Lei) komandannya yang dingin namun karismatik, juga jadi cerita menarik tersendiri. Meski kemudian penonton merasa cerita lebih banyak seputar hubungan mereka ketimbang cerita tentang konflik perang, dan intrik politik.

Photo by Netflix
Kalau Mommies suka dracin Hidden Love, nah, drama ini merupakan spin-off-nya. Tayang di paruh pertama 2025, drama ini fokus pada kisah kembali bertemunya Sang Yan (Bai Jingting) kakak dari Sang Zhi di Hidden Love, dan Wen Yi Fan (Zhang Ruonan) setelah lama berpisah sejak SMA. Ceritanya menggabungkan unsur romance slow-burn dengan proses penyembuhan emosi akibat trauma masa lalu.
Banyak yang suka dengan chemistry antara 2 aktor utamanya. Namun begitu, banyak juga yang merasa drama ini punya alur yang super lambat. Sehingga di episode-episode awal terasa kurang menggigit dan keburu bosan. Meski kemudian, drama ini membuat nama Bai Jing Ting melejit bukan hanya di negaranya sendiri, tapi juga fans dracin di luar China.

Photo by Iqiyi
Kisah cinta antara dokter akupunktur He SuYe (Zhang Linghe) dan seorang manager hotel Shen Xifan (Xu Ruo Han) ini benar-benar menggemaskan. Pas ditonton buat Mommies yang cuma ingin menikmati drama seringan awan.
Beneran, deh, drama ini, tuh, nggak ada konflik yang berlebihan. Benar-benar kita hanya disuguhkan perjalanan cinta sepasang sejoli selayaknya, mulai dari pdkt, ragu-ragu, sampai mereka berdua ini jadian. Semua berjalan natural. Nonton ini, tuh, tujuan utamanya memang hanya untuk melihat keindahan chemistry antara 2 aktor utama dan menikmati indahnya paras Zhang Ling He.
Photo by We Tv
Boleh dibilang ini adalah dracin yang paling ditunggu-tunggu sepanjang tahun 2025. Bukan hanya karena mempertemukan Zhao Lusi dan William Chan dalam sebuah kisah cinta penuh konflik ambisi, karir, dan status sosial, tapi juga karena banyaknya masalah saat proses syuting, pasca-produksi, hingga menyebabkan drama ini tertunda penayangannya hingga setahun lebih.
Drama ini menjadi titik perubahan Zhao Lusi, yang selama ini lebih banyak mengambil karakter sweet girl. Di sini ia mengambil peran sebagai seorang perempuan yang punya banyak konflik sehingga menampilkan begitu banyak perubahan emosi. Aktingnya di sini mendapat banyak pujian, baik dari pengamat hingga penonton.
Meski skor di Douban hanya mendapatkan angka 6.5, tapi drama ini mencapai heat index tertinggi yaitu 32.000 poin di Tencent atau Wetv. Ia menjadi drama yang paling banyak direservasi oleh pelanggan platform dan menembus pasar global. Mengungguli The Prisoner of Beauty yang kalah tipis dengan poin 30.000.