Sorry, we couldn't find any article matching ''

Saat Suami Kena PHK, Ini yang Perlu Dilakukan Istri
Menghadapi suami yang kena PHK tentu tidak mudah. Dari segi finansial, mari cari tahu langkah pertama menurut pakar yang harus diambil istri.
Tidak ada seseorang yang ingin mengalami PHK, tetapi itu realita atau kemungkinan yang bisa terjadi kepada siapa saja. Bagi pasangan menikah, berada dalam situasi seperti ketika suami kena PHK tentu bukan hal yang mudah, baik secara emosional maupun finansial.
Meski begitu, tetap ada langkah-langkah yang bisa dilakukan agar kondisi rumah tangga tetap stabil dan komunikasi berjalan sehat. Terutama bagaimana seorang istri bisa mendukung suami di tengah kondisi yang tidak menentu.
Dalam artikel ini, Mommies akan menemukan hal-hal sederhana namun bermakna yang bisa dilakukan saat suami di-PHK khususnya dari segi finansial.
BACA JUGA: 7 Cara Ampuh Hindari Stres untuk Ibu Bekerja, Stop Burnout!
Saat Suami Masih Bekerja, Ini yang Harus Disiapkan Istri dan Perlu Tetap Siaga
Foto: lifeforstock/Freepik
Bersumber langsung dari ahli, seorang Konsultan Finansial Nadia Harsya, CFP® Certified Financial Planner & Educator membagikan cara istri bisa mengelola finansial agar selalu siap untuk situasi yang tak terduga. Menurut penjelasannya, setiap keluarga perlu menyiapkan fondasi keuangan tanpa harus menunggu krisis datang. Berikut hal-hal yang harus disiapkan Mommies secara finansial untuk tetap siaga:
1. Pahami Cashflow Keluarga
Menurut Konsultan Nadia, pahami alur keuangan keluarga dulu sebelum menabung. Catat berapa total pemasukan keluarga dan ke mana saja uang tersebut dialokasikan setiap bulan. Misalnya, untuk kebutuhan sehari-hari, cicilan, gaya hidup, hingga tabungan dan investasi.
2. Bangun Kebiasaan Komunikasi Keuangan yang Terbuka, Jujur, dan Rutin
Obrolan soal uang tidak perlu menunggu situasi genting. Mommies dan Daddies bisa buat jadwal financial check-in atau evaluasi kondisi finansial bersama, misalnya sebulan sekali, supaya sama-sama tahu keadaan dan bisa ambil keputusan dengan tenang.
3. Siapkan Dana Darurat Keluarga
Setelah cashflow atau alur keuangan jelas, baru siapkan dana darurat. Konsultasi Nadia menjelaskan bahwa jumlah yang ideal adalah mencakup 3–6 bulan total pengeluaran rutin keluarga. Simpan di rekening khusus, terpisah dari rekening kebutuhan harian agar tidak mudah terpakai.
4. Pastikan Ada Proteksi
Mommies dan Daddies perlu periksa apakah keluarga sudah punya asuransi kesehatan dan jiwa yang aktif. Istri juga wajib tahu di mana polis disimpan, siapa yang bayar, serta manfaat yang tercakup. Selain itu, kumpulkan semua dokumen penting seperti rincian rekening, investasi, aset, dan utang di satu tempat yang aman.
5. Persiapkan Plan B
“Bukan berarti pesimis, tapi realistis,” sebut Konsultan Nadia. Menurutnya, hal ini lebih cenderung menjaga kesiapan daripada tidak sama sekali. Diskusikan skenario seperti saat pasangan di-PHK, pindah kerja, atau sakit, apa langkah yang harus diambil?
Istri juga boleh punya penghasilan tambahan, tabungan pribadi, atau keterampilan yang bisa diaktifkan sewaktu-waktu. Karena peran istri tidak hanya mengatur dapur, tetapi juga menjaga arah finansial keluarga.
BACA JUGA: Beban Mental yang Dialami Ayah Bekerja selain Mikirin Gaji
Saat Suami di-PHK, Ini yang Perlu Dilakukan Istri
Foto: tirachardz/Freepik
Sebelumnya sudah dijelaskan bagaimana Mommies bisa tetap siaga secara finansial meskipun suami masih bekerja. Tidak ada salahnya berjaga-jaga, bukan?
Selanjutnya, Konsultan Nadia juga membagikan langkah-langkah yang bisa dilakukan Mommies ketika suami di-PHK.
1. Tinjau Ulang Cashflow dan Dana Darurat
Langsung hitung berapa dana darurat yang tersisa serta berapa pengeluaran bulanan minimal keluarga. Bedakan mana kebutuhan pokok seperti makan, listrik, dan sekolah anak, dengan pengeluaran gaya hidup yang masih bisa dipangkas sementara waktu.
2. Sesuaikan Gaya Hidup dan Pengeluaran
Tunda dulu pengeluaran yang tidak mendesak, seperti rencana liburan, langganan layanan hiburan, atau mengganti gawai baru. Semua itu bisa didapatkan ketika finansial keluarga sudah bangkit kembali.
3. Cari Peluang Bersama
Daddies bisa saja butuh waktu untuk cari pekerjaan baru. Di saat yang sama, Mommies bisa bantu mencari peluang kecil yang bisa menghasilkan, seperti jualan online, mengambil pekerjaan freelance, atau memaksimalkan side job yang sudah ada. “Kuncinya: jangan gengsi, yang penting roga keluarga tetap jalan,” sebut Konsultan Nadia.
4. Paling Penting: Jaga Komunikasi dan Semangat!
Kehilangan pekerjaan dapat mengguncang rasa percaya diri dan emosi pasangan. Di momen ini, peran istri adalah tetap menjadi sumber dukungan dan ketenangan, bukan menambah tekanan.
BACA JUGA: 7 Ide Pekerjaan dari Rumah untuk Ayah, Bisa Tetap Cuan dan Punya Banyak Waktu dengan Keluarga
Akhirnya, Konsultan Keuangan Nadia juga memberikan semangatnya kepada para keluarga atau suami yang sedang diberi ujian ekonomi dan kena PHK.
“Semoga satu pintu rezeki tertutup ribuan rezeki lagi jadi gantinya. Tetap tenang dan usahakan, ya!” pungkasnya.
Penulis: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo
Cover: Priscilla Du Preez/Unsplash
Share Article


POPULAR ARTICLE






COMMENTS