
Tak semua makanan yang disukai anak aman untuk otaknya. Ternyata ada beberapa jenis makanan justru bisa turunkan kecerdasan anak jika dikonsumsi berlebihan. Yuk, simak!
Hampir semua Mommies mungkin sudah tahu bahwa apa yang dimakan anak akan menentukan masa depannya. Maksudnya, makanan yang masuk ke tubuh mereka juga membantu untuk membentuk tumbuh kembang fisik dan kecerdasannya. Jadi, bisa dipastikan kalau Mommies tidak boleh asal dalam memberikan makanan untuk si Kecil.
Mommies Daily pun bertanya mengenai fakta tersebut kepada dr. Permatami Herwansyah, Sp.A, yang kemudian membenarkannya. Menurut dr. Tami, makanan punya pengaruh yang sangat signifikan dalam menentukan kecerdasan anak, terutama di periode awal kehidupan mereka. “Karena Perkembangan otak anak mencapai 80% ukuran otak dewasa pada usia 2 tahun dan 90% pada usia 5 tahun,” jelasnya.
“Masa ini adalah periode krusial yang sering disebut “golden age”, di mana koneksi saraf terbentuk sangat pesat, menjadikan lingkungan anak yang kaya nutrisi dan stimulasi yang positif sangat penting untuk perkembangan kecerdasan dan kemampuan nya di masa depan.”
Beliau juga menjelaskan bahwa pola makan yang baik sejak usia dini sangat berpengaruh pada perkembangan otak anak. Oleh karena itu, Mommies perlu memastikan anak mendapatkan asupan makanan yang sehat dan bergizi seimbang untuk untuk memaksimalkan kecerdasannya.
BACA JUGA: Waspada! 15 Tanda Anak dengan Kecerdasan Emosional Rendah yang Sering Disepelekan Orang Tua

Tak bisa dipungkiri bahwa di tengah gaya hidup modern yang serba cepat ini, banyak anak tumbuh dengan kebiasaan makan yang praktis dan instan. Pilihan seperti mi instan, nugget, minuman kemasan, atau sereal manis memang menggoda, tetapi di balik rasanya yang lezat, tersimpan potensi bahaya yang bisa memengaruhi perkembangan otak anak.
Ditambah jika pola makannya tidak seimbang, maka itu bisa menurunkan kemampuan berpikir, memori, hingga konsentrasi anak dalam jangka panjang.
Nah, menurut dr. Tami, berikut beberapa jenis makanan yang bisa menurunkan kecerdasan otak anak.
“Makanan cepat saji mengandung lemak trans tinggi yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL),” jelas dr. Tami. Selain meningkatkan risiko penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke, penelitian menunjukkan bahwa konsumsi lemak trans berlebih juga bisa menurunkan fungsi otak, terutama pada bagian yang mengatur memori dan pembelajaran.
Takaran aman: Boleh sesekali, maksimal 1–2 kali sebulan, pastikan diimbangi dengan buah dan sayuran segar.
Makanan yang bisa turunkan kecerdasan anak berikutnya adalah yang mengandung kafein, seperti coklat, teh, atau kopi. Sebaiknya hindari mengonsumsi makanan dan minuman tersebut secara berlebihan.
“Konsumsi kafein berlebih pada anak juga berbahaya dikarenakan dapat menyebabkan keluhan berupa kegelisahan, kurang tidur, hiperaktif, sakit kepala, dan juga sakit perut,” jelas dr. Tami. Semua keluhan tersebut berbahaya bagi perkembangan mental dan kesehatan anak. Nantinya ketika tidur anak terganggu, maka fungsi otak mereka dalam memproses informasi dan belajar pun ikut menurun.
Takaran aman: Sebaiknya dihindari pada anak di bawah usia 12 tahun. Untuk usia lebih besar, pilih cokelat dengan kadar kakao rendah dan konsumsi dalam jumlah kecil.
Anak-anak yang sering mengonsumsi permen, es krim, atau minuman manis berisiko mengalami lonjakan energi sesaat, lalu cepat lelah dan sulit fokus. Gula berlebih juga memicu peradangan yang dapat mengganggu sinyal saraf di otak.
“Anak yang mengkonsumsi makanan yang mengandung gula secara berlebih dapat menyebabkan anak menjadi hiperaktif dan memengaruhi nafsu makannya. Jadi, sebaiknya hindari terlalu sering memberikan anak permen, es krim, atau makanan manis lainnya.”
Takaran aman: Menurut WHO, batas konsumsi gula tambahan yang disarankan adalah maksimal 10% dari total energi harian, dan idealnya di bawah 25 gram per hari untuk anak-anak.
Semakin cerah warna makanannya, maka membuat anak semakin menarik. Sayangnya, ada banyak produsen makanan yang menggunakan pewarna buatan. “Pewarna buatan yang dikonsumsi anak telah dikaitkan dengan serangkaian masalah kognitif, termasuk Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), kecemasan, hiperaktif, dan sakit kepala,” jelas dr. Tami.
Tips aman: Pilih produk dengan pewarna alami, seperti ekstrak bit, kunyit, atau spirulina.
Makanan olahan, seperti sosis, nugget, dan sejenisnya, pada proses pembuatannya menambahkan bahan yang berbahaya untuk otak. “Mengonsumsi daging olahan terlalu sering bisa mengakibatkan bahan kimia menumpuk di tubuh anak dan menghambat pertumbuhannya.”Mommies.
Takaran aman: Batasi konsumsi maksimal seminggu sekali, dan bila memungkinkan, pilih produk homemade tanpa pengawet.
Jika anak Mommies sudah terlanjur suka makanan cepat saji, coba alihkan perlahan ke versi yang lebih sehat, misalnya, nugget buatan sendiri dari ayam cincang tanpa bahan pengawet, atau camilan manis alami seperti buah segar dan yogurt tawar dengan madu.

Lalu apakah ada makanan yang bisa menunjang kecerdasan otak anak? Tentu saja ada, yaitu deretan zat gizi yang baik, mulai dari protein, karbohidrat, lemak, serat, vitamin dan mineral. Semua zat gizi tersebut memiliki takaran tersendiri untuk anak.
Lalu apa saja jenis makanannya? Berikut daftarnya, langsung dari dr. Tami.

Lalu apa yang harus dilakukan oleh orang tua untuk membantu pertumbuhan kecerdasan otak anak? Jawabannya adalah memberikan asupan makanan dengan gizi seimbang.
“Anak membutuhkan kecukupan nutrisi untuk tumbuh kembangnya dan juga menjalankan aktivitas sehari-hari. Nutrisi ini didapatkan dari makanan sehari-hari, sehingga penting bagi kita (orang tua) untuk memberikan menu makanan sehat yang mengandung gizi seimbang,” pesan dr. Tami.
Gizi seimbang adalah kombinasi menu makanan sehari-hari yang mengandung seluruh zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh anak. Sayangnya, tidak ada satu makanan yang mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, sehingga perlu dikombinasikan satu dengan yang lainnya.
“Kita perlu memberikan variasi aneka ragam makanan untuk memenuhi kebutuhan akan zat gizi makro, seperti karbohidrat, protein, lemak dan serat, serta zat gizi mikro, yaitu vitamin dan mineral. Selain jenis makanan harus bervariasi, jumlah makanan dan jadwal makan yang teratur juga tidak kalah penting agar tumbuh kembang anak optimal.”
Meski makanan bernutrisi yang dikonsumsi setiap hari punya peran besar, tetapi kecerdasan anak tidak hanya ditentukan dari makanan, Mommies. Ada faktor lainnya, mulai dari faktor genetik, lingkungan, dan stimulasi, yang semuanya juga punya peran penting.
Selain itu, lingkungan yang suportif, interaksi hangat dengan orang tua, dan kegiatan yang menstimulasi otak, seperti membaca atau bermain edukatif, bisa menjadi kombinasi sempurna untuk mengembangkan potensi terbaik si Kecil.
BACA JUGA: 15 Aktivitas untuk Merangsang Kecerdasan Otak Bayi
Cover: Freepik