Anak Terlanjur Stunting Apakah Tumbuh Kembangnya Masih Bisa Dibantu? Ini Kata Pakar!

Parenting & Kids

Katharina Menge・11 Feb 2024

detail-thumb

Ketika anak sudah dianggap mengalami stunting, maka apa yang harus dilakukan oleh orang tua untuk membantu tumbuh kembangnya?

Stunting masih menjadi masalah yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak Indonesia. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang disebabkan karena kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan anak sejak pembuahan hingga usia dua tahun.

Tak hanya itu, stunting juga bisa disebabkan karena faktor lain, seperti infeksi berulang, sanitasi yang buruk, dan air yang tidak bersih.

Kondisi ini kemudian menyebabkan banyak masalah dalam tubuh kembang anak, mulai dari hambatan dalam perkembangan kognitif dan motorik, kapasitas intelektual mengalami penurunan, dan di masa depan kemungkinan akan mengalami peningkatan risiko penyakit tidak menular pada anak.

BACA JUGA: Menurut Dokter, Ini Makanan yang Baik untuk Cegah Stunting Pada Anak

Ciri Anak Stunting

Berdasarkan SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) Kementrian Kesehatan tahun 2022, mayoritas kasus stunting di Indonesia ditemukan pada anak direntang usia 24-35 bulan sebesar 26,2 persen.

Anak-anak yang mengalami stunting dapat terlihat dari beberapa ciri berikut ini:

  1. Tinggi badannya lebih pendek dari anak seusianya, atau di bawah minus dua atau tiga standar deviasi dari angka median tinggi badan ideal WHO.
  2. Berat badan menurun
  3. Pertumbuhan motorik dan kognitif lambat
  4. Mudah sakit karena sistem kekebalan tubuh rendah
  5. Pertumbuhan gigi terlambat
  6. Tidak adanya peningkatan berat badan dalam periode tertentu
  7. Status gizi anak bisa dikatakan ‘baik’ tapi tubuhnya ‘pendek’

Foto: Freepik

Apakah Tumbuh Kembangnya Bisa Dibantu?

Ketika melihat tanda-tanda di atas pada anak dan pihak puskesmas menyatakan anak mengalami stunting, apa yang harus dilakukan oleh orang tua? Apakah ada bantuan yang bisa diberikan untuk menyusul tumbuh kembang anak seperti anak-anak seusianya?

Saat ditemui di acara Darya-Varia, Selasa (6/2), dr. Boy Abidin Sp.OG (K), dokter spesialis kandungan dan kebidanan, menjelaskan apa saja hal-hal yang bisa diselamatkan dan tidak bisa diselamatkan oleh orang tua terkait kondisi anak yang sudah divonis mengalami stunting.

Menurut dr. Boy, ketika anak sudah mengalami stunting makan tumbuh kembang otak atau IQ sudah tidak bisa diselamatkan. “Kalau kita bicara tumbuh kembang otak itu ada golden period. Golden period paling terbaik adalah 1000 hari pertama anak,” jelasnya.

Menurut dr. Boy jika sudah melewati golden period makan kemampuan otak anak hanya akan naik sedikit. “85-90 persen (dibentuk) pada tiga tahun pertama. Setelah itu tinggal 15-10 persen saja perkembangan (otak anak). Jadi tidak ada lagi waktu untuk kita mundur balik.”

Dia menjelaskan bahwa sel-sel otak anak perlu gizi, seperti lemak, protein, karbohidrat, dan gizi lainnya yang bagus agar tumbuh kembangnya baik. “Kalau bahan bakunya kurang, karena gizi buruk dan lainnya, maka otak tidak bisa berkembang maksimal. Karena otak anak tidak maksimal maka meskipun dia distimulasi, artinya diberikan rangsangan, diajari, dan dididik, ya, tetap dia sudah maksimal perkembangna otaknya. Sudah berhenti di situ.

Namun menurut dr. Boy, masih ada kondisi dari anak yang mengalami stunting yang bisa diselamatkan atau dikejar pertumbuhannya, yaitu dari tinggi badan. “Tinggi (badan) bisa ditolong. Artinya dari sisi fisiknya masih bisa dioptimalkan,” ungkapnya. Beliau juga menjelaskan untuk masalah perilaku juga masih bisa dikejar.

“Ya, jadi hati-hati. Ini saya perlu pesankan untuk para ibu. Untuk para wanita yang mau punya anak, yang sedang punya anak, ayo dikejar tiga tahun pertama atau 1000 hari pertama kehidupan anak” pesan dr. Boy.

BACA JUGA: MPASI Bisa Mencegah Stunting? Ini Bahan Makanan yang Harus Ada!

Cover: Freepik