banner-detik
PARENTING & KIDS

Visi Misi Capres dan Cawapres Terkait Isu Perempuan dan Anak, Yuk, Bandingkan!

author

Ficky Yusrini29 Jan 2024

Visi Misi Capres dan Cawapres Terkait Isu Perempuan dan Anak, Yuk, Bandingkan!

Ini dia visi dan misi capres dan cawapres Indonesia 2024 tentang isu perempuan dan anak di pemilu tahun 2024! Yuk, kenali lebih dalam!

Wahai kaum Hawa, tahukah Anda, siapakah kandidat capres dan cawapres yang paling berpihak pada perempuan? Data Komisi Pemilihan Umum menunjukkan, jumlah pemilih perempuan dalam Pemilu 2024 mendominasi, dengan jumlah 102,58 juta orang, sementara pemilih laki-laki 102,21 juta orang. Tentunya, perempuan menjadi target potensial untuk meraih suara dalam Pemilu tahun ini. Seperti yang kita tahu, isu perempuan dan perlindungan anak masih jadi PR besar di negeri ini.

Ketimpangan gender, kekerasan terhadap perempuan dan anak, akses finansial, infrastruktur yang belum ramah perempuan, dan sebagainya. Perlu visi dan komitmen kuat untuk memperjuangkan nasib perempuan dan anak.

Mari kita kupas, bagaimana komitmen ketiga capres dan cawapres melalui visi dan misi terkait cara menuntaskan isu yang terjadi pada perempuan serta anak melalui beberapa program kerja yang akan dilakukan, untuk kita catat janji-janjinya.

BACA JUGA: Ingin Anak Perempuan Jadi Pintar & Berani? Berikan 15 Buku Bacaan Ini!

Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar

Pada Pilpres 2024, capres Anies Baswedan dan cawapres Muhaimin Iskandar mengusung visi “Indonesia Adil Makmur untuk Semua”.

Visi ini diwujudkan dalam delapan misi yang dikenal sebagai “8 Jalan Perubahan”. Isu perempuan termuat dalam agenda misi kedua, yaitu “Mengentaskan kemiskinan dengan memperluas kesempatan berusaha dan menciptakan lapangan kerja, mewujudkan upah berkeadilan, menjamin kemajuan ekonomi berbasis kemandirian dan pemerataan, serta mendukung korporasi Indonesia berhasil di negeri sendiri dan bertumbuh di kancah global”.

Pada poin keempat, Anies-Muhaimin menjanjikan kesetaraan akses bagi perempuan. Dengan rincian, menjamin pemenuhan hak perempuan, dengan:

  • Melindungi perempuan dari tindak kekerasan dan diskriminasi, melalui upaya pencegahan, perlindungan, penanganan, dan rehabilitasi korban melalui layanan krisis terintegrasi, layanan kesehatan dan psikologis gratis bagi korban tindak kekerasan, serta bantuan hukum melalui penguatan peran institusi yang ada.
  • Menjamin kesetaraan perempuan dalam memperoleh pendidikan setinggi-tingginya.
  • Menjamin kesetaraan kesempatan bagi perempuan untuk berkarya dan mengembangkan potensinya di berbagai bidang.

Program lainnya adalah menyelenggarakan program “Indonesia Ramah Ibu dan Anak” dengan cara memastikan implementasi cuti hamil dan melahirkan untuk ibu disertai dengan menghadirkan cuti bagi ayah; menghadirkan tempat penitipan anak yang terjangkau serta ketersediaan ruang laktasi di ruang publik; dan memberdayakan kaum ibu melalui aktivasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga untuk memastikan tumbuh kembang anak, pendidikan karakter dan kegiatan lainnya.

Dalam agenda misi 5, pasangan calon ini juga akan memperhatikan kesehatan ibu, bayi, dan tumbuh kembang anak, yaitu dengan menekan angka kematian ibu dan bayi melalui penguatan peran posyandu dan puskesmas. Selain itu, mereka berjanji akan menurunkan angka stunting dari 21,6% ke 11%-12,5% pada 2029. Keduanya juga akan berfokus pada pemenuhan gizi yang seimbang bagi ibu hamil dan anak usia 0-8 tahun, menghadirkan tempat penitipan anak berbasis komunitas; hingga melakukan perubahan pada lembaga urusan keluarga serta perempuan.

Kemudian dalam poin agenda misi keenam, “Mewujudkan keluarga indonesia yang sejahtera dan bahagia sebagai akar kekuatan bangsa”, Anies-Muhaimin akan memuliakan kaum ibu, dengan memberikan perhatian penuh kepada ibu hamil, memastikan kaum ibu bisa tetap berkarya melalui ketersediaan tempat penitipan anak yang terjangkau dan ruang laktasi di ruang-ruang publik, menghadirkan rasa aman bagi kaum ibu dengan memastikan perlindungan dari berbagai bentuk tindak kekerasan termasuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), memberikan perhatian khusus kepada kaum ibu yang juga menjadi kepala keluarga melalui pemberian bantuan, memberdayakan kaum ibu untuk berkarya dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya melalui aktivasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga.

Program untuk anak yang diusung oleh Anies-Muhaimin adalah menjadikan anak sehat, cerdas, dan bahagia melalui beberapa cara, dengan salah satunya menghadirkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berkualitas dan terjangkau.

Dalam agenda misi 7, ada pula program untuk meningkatkan keikutsertaan perempuan Indonesia dalam politik luar negeri. Program lain adalah mendorong jumlah TNI perempuan untuk mengisi jabatan perwira tinggi dan menaikkan persentase minimal perempuan dalam setiap rekrutmen TNI.

Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka

Capres Prabowo Subianto dan cawapres Gibran Rakabuming Raka yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM), memiliki visi yang bertemakan “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045”. Visi itu dijabarkan melalui delapan misi Asta Cita, 17 program prioritas, dan delapan program hasil terbaik cepat.

Visi dan misi terkait perempuan dan anak, yang disebutkan dalam Asta Cita, yakni, “Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.”

Komitmen untuk perempuan dalam 17 program prioritas, yakni terkait penguatan kesetaraan gender, perlindungan hak perempuan, anak, dan penyandang disabilitas.

Selain itu, dalam rumusan 8 program hasil terbaik cepat, pasangan Prabowo – Gibran menjanjikan “Memberi makan siang dan susu gratis di sekolah dan pesantren, serta bantuan gizi untuk anak balita dan ibu hamil.”

Ganjar Pranowo-Mahfud MD

Pasangan capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD ini mengusung tema “Menuju Indonesia Unggul: Gerak Cepat Mewujudkan Negara Maritim yang Adil dan Lestari”.

Disebutkan salah satu misi mereka adalah “Mempercepat pembangunan manusia Indonesia unggul yang berkualitas, produktif, dan berkepribadian.” Program untuk perempuan tercakup dalam poin 1.5, Perempuan Maju dan Anak Sejahtera. Beberapa program kerja yang akan dilakukan, antara lain:

  • Kartini Maju. Dukungan penuh terhadap pilihan perempuan di seluruh bidang disertai memperkuat posisi perempuan dalam relasi kerja dan menambah cuti melahirkan bagi ibu dan ayah dengan upah dan tunjangan tetap 100%. Jaminan kesetaraan kepada perempuan maupun laki-laki untuk menjalankan peran pengasuhan dalam keluarga.
  • Jaga Teman. Memberikan pemahaman pentingnya berpihak pada korban serta dukungan anggaran yang nyata kepada Satuan Tugas (Satgas) anti kekerasan berbasis gender dan perundungan di seluruh lembaga.
  • Memperbanyak Tempat Penitipan Anak. Memperbanyak tempat penitipan anak yang berkualitas, baik di sektor formal maupun di sektor informal sehingga orang tua tidak perlu khawatir.

BACA JUGA: 15 Pertanyaan yang Bisa Ayah Ajukan untuk Ngobrol dengan Anak Perempuan

Cover: Wikipedia

Share Article

author

Ficky Yusrini

-


COMMENTS