15 Pertanyaan yang Bisa Ayah Ajukan untuk Ngobrol dengan Anak Perempuan

Parenting & Kids

Sisca Christina・03 Nov 2023

detail-thumb

Melontarkan pertanyaan-pertanyaan ringan bisa mengantarkan ayah untuk ngobrol dengan anak perempuan dengan seru, lho. Plus, jadi waktu bonding juga.

Buat sebagian ayah, mengobrol dengan anak laki-laki mungkin dirasa lebih mudah ketimbang dengan anak perempuan. Topik dan ketertarikannya kurang lebih sama. Tinggal ngobrolin boys’ stuff seperti game, toys (mainan), otomotif (iya, anak saya yang umur 10 tahun sudah tertarik otomotif, lho!), dan seabrek pertanyaan yang dilontarkan anak, bisa jadi bahan obrolan dengan ayah.

Sementara untuk mengobrol dengan anak perempuan, mungkin para ayah harus sedikit memutar otak untuk mencari bahan obrolan yang bikin anak tertarik untuk berdiskusi lebih lanjut.

Untuk memudahkan para ayah mengobrol dengan anak perempuan, daddies bisa memulainya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan sederhana berikut. Bermula dari pertanyaan-pertanyaan ini, ngobrolnya bisa jadi panjang dan menyenangkan, lho.

Ngobrol dengan Anak Perempuan Bisa Ayah Mulai dengan Mengajukan 15 Pertanyaan Ini

1. Bagaimana harimu di sekolah?

Sekolah selalu bisa jadi topik paling mudah buat dibahas. Namun, bisa saja anak merespon dengan jawaban-jawaban singkat. Di sinilah ayah perlu improvisasi. Jika anak hanya jawab: “Oke” atau “Baik-baik aja”, saatnya melontarkan pertanyaan selanjutnya.

2. Tadi PH (ulangan)/ujian/tugas presentasi-nya bisa?

Lanjutkan dengan pertanyaan seputar tugas sekolah, bagaimana dia melakukannya, apa yang jadi kendalanya. Bagaimana harapan dia akan hasilnya, dan seterusnya.

3. Main apa dan dengan siapa tadi di sekolah?

Selesai bertanya urusan sekolah, ayah juga bisa menanyakan bagaimana pergaulannya di sekolah. Apa yang ia lakukan atau obrolkan bersama teman-temannya di sekolah, dan dengan siapa ia bermain. Dari situ ayah mulai bisa mengetahui anak dekat dengan siapa di sekolahnya.

Baca juga: 12 Pesan Penting Untuk para Ayah yang Memiliki Anak Perempuan

4. Ayah lihat wajahmu tampak murung, kamu sedang sedih, ya?

Ayah bisa mengamati mood anak hari itu. Jika senang, pertanyaannya tentu bisa diganti dengan: “Kamu tampak gembira sekali, lagi senang, ya?”. Setelah itu ayah bisa tanyakan penyebab emosi yang muncul dalam diri anak. Ini saatnya para ayah praktikkan teknik validasi emosi kepada anak. You, go, daddies!

5. Jadi, kamu ingin melakukan apa untuk mengatasi hal itu?

Buat anak yang sudah lebih besar, ayah bisa mengajak anak perempuan untuk berdiskusi atas masalah yang dihadapi. Ini juga bisa mengasah kemampuan anak dalam memecahkan masalah. Tentunya tetap dengan bimbingan ayah, ya.

6. Ayah cuti hari ini, kamu mau main ke mana sama ayah?

Setiap anak perempuan pasti senang banget menghabiskan waktu bersama pahlawannya. Pertanyaan sederhana ini bisa jadi bahan diskusi juga, lho. Jangan kaget jika anak perempuan mengajak ke tempat yang super spesifik: ada playground-nya, yang makanannya enak, ada es krimnya stroberi dengan sprinkle-nya, tempatnya nyaman, kalau bisa ada unicorn-nya. Selamat berpikir keras menemukan tempat bermain, ayah!

7. Menurutmu, film tadi gimana?

Kalau habis menonton film, ayah bisa ngobrol dengan anak perempuan tentang film tersebut. Pertanyaan lain yang bisa ayah ajukan: karakter siapa yang kamu sukai? Pelajaran apa yang bisa kamu petik? Dan seterusnya.

8. Menurutmu kita bikin surprise apa atau kasih kado apa, ya, untuk mama/adik?

Para ayah biasanya minim ide buat mikirin ulang tahun anggota keluarganya. Dari pada pusing, mending ngobrol dengan anak perempuan ayah. Biasanya idenya kreatif!

9. Di sekolah, ada nggak, anak cowok yang kamu suka?

Ini pertanyaan yang lebih aman dilontarkan ayah setelah ngobrol panjang, ya. Jangan di awal, nanti canggung. Pertanyaan ini cocok untuk ayah lontarkan kepada anak perempuan yang sudah berusia pra remaja atau remaja. Anak perempuan butuh bekal dan petuah soal hubungan dengan lawan jenis dari ayahnya, lho!

Baca juga: 15 Pesan Ayah untuk Anak Perempuan Mereka Sebelum Berpacaran

10. Perutmu sakit? Lagi menstruasi ya, Nak?

Ayah juga punya andil dalam urusan pendidikan seks anak perempuan. Contohnya soal menstruasi. Dengan memerhatikan perubahan kondisi fisik dan emosi anak saat menstruasi, itu merupakan perhatian yang besar buat anak perempuan. Mereka butuh dimengerti saat murung, mood berantakan, nggak enak badan melanda. Tanyakan juga bantuan apa yang bisa ayah berikan untuk membantunya merasa lebih baik.

11. Kamu lagi ingin makan apa? Ada ide makan siang di restoran mana?

Makanan selalu bisa menjadi topik obrolan dengan anak perempuan. Ingatan mereka akan restoran yang mereka sukai akan membantu ayah buat menentukan tempat makan siang.

12. Bagaimana kabar teman baikmu?

Menanyakan kabar teman atau sahabatnya menunjukkan ayah peduli dengan pergaulannya. Biasanya, kalau anak perempuan saya ditanya hal ini, wuih, panjang banget jelasinnya. Dia akan sebutkan bestie-bestienya dengan keadaannya masing-masing. Si A yang nggak masuk-masuk sekolah karena sakit, dan dia kangen sekali dan ingin mendoakannya di rumah. Si B yang mengajaknya main ke rumahnya. Si C yang jatuh di sekolah dan menangis dan ia peluk untuk menenangkannya. Ayah pun bisa semakin mengerti diri anak saat ia menceritakan teman-temannya.

13. Menurutmu, ayah harus apa, ya?

Boleh, lho, sesekali menceritakan apa yang ayah alami dan meminta saran dari anak. Tentunya ayah sesuaikan topiknya dengan usia anak, ya. Ini juga salah satu cara untuk membuka ruang diskusi dengan anak, sekaligus merangsang daya pikirnya dalam memecahkan masalah. Seringkali, apa yang terlontar dari benaknya, itu bijaksana, lho.

14. Menurutmu, kita harus bantu apa untuk mereka?

Mendiskusikan hal-hal yang terjadi di sekitar kita, seperti anak-anak yang kurang beruntung di jalanan, korban bencana alam, tetangga yang kemalangan, bisa membangkitkan jiwa sosial anak.

15. Kamu ingin ambil jurusan apa saat kuliah nanti?

Buat anak perempuan ayah yang sudah duduk di bangku SMA, ayah bisa menanyakan hal ini, sambil berdiskusi berbagai pilihan yang bisa jadi pertimbangan. Cobalah untuk menghargai pilihannya. Ketika ayah sudah mendengarkannya, ayah boleh memberi masukan dan tips untuk anak.

Gimana daddies, nggak sesulit yang dibayangkan, kan, untuk membuka obrolan dengan anak? Selamat mencoba!

Baca juga: 7 Tips Bantu Anak Remaja Susah Bergaul, Orang Tua Harus Tahu

Cover: Freepik