Wajib Tahu Mommies, Ini 12 Tanda Dehidrasi Pada Anak dan Cara Mengatasinya!

Parenting & Kids

Mommies Daily・03 Oct 2023

detail-thumb

Dehidrasi pada anak rentan terjadi dan bisa berbahaya jika tidak disadari orang tua. Amati tanda-tanda dehidrasi yang bisa terjadi pada mereka dan cara mengatasinya!

Dehidrasi atau kurangnya cairan pada tubuh jangan dianggap enteng, apalagi jika terjadi pada anak. Jika, tak segera ditangani dengan tepat maka dehidrasi berat pada anak bisa jadi masalah kesehatan serius.

Dikutip dari situs Kemkes, dehidrasi adalah kondisi ketidakseimbangan yang ditandai dengan defisiensi cairan dan elektrolit. Sementara menurut WHO, dehidrasi adalah suatu kondisi yang diakibatkan oleh hilangnya air tubuh secara berlebihan.

Anak-anak termasuk rentan dehidrasi. Menurut sebuah studi nasional dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, lebih dari separuh anak-anak dan remaja di Amerika Serikat tidak mendapatkan hidrasi yang cukup.

Dehidrasi berat bisa menyebabkan masalah serius pada si kecil. Tak mau itu terjadi bukan? Yuk, kenali tanda dehidrasi pada si kecil, penyebab dan cara mengatasinya.

BACA JUGA: Bayi Masih ASI Bisa Mengalami Dehidrasi? Bisa, Ini Tandanya!

12 Tanda Dehidrasi pada Anak

Pada anak terkadang dehidrasi tak terdeteksi, karena mereka belum bisa mengutarakannya pada orang tua, atau cenderung mengacuhkan tanda-tanda dehidrasi itu sendiri.

Sebagai orang tua, Anda bisa lebih peka melihat berbagai tanda-tanda dehidrasi. Berikut beberapa tanda dehidrasi yang harus diwaspadai pada anak:

  1. Lidah kering dan bibir kering.
  2. Buang air kecil lebih jarang.
  3. Tidak ada air mata saat menangis.
  4. Pada balita, tidak ada popok basah selama 8 jam.
  5. Pada bayi, kurang dari 6 popok basah setiap harinya
  6. Mata cekung.
  7. Kulit kering dan keriput.
  8. Napas dalam dan cepat.
  9. Tangan dan kaki terasa lebih dingin.
  10. Menangis atau menjadi rewel.
  11. Merasa pusing saat berdiri atau duduk tegak.
  12. Urine berwarna lebih gelap.

Waspadai tanda-tanda peringatan dehidrasi ini dan segera beritahukan kepada dokter anak jika terjadi.

air minum

Penyebab Dehidrasi pada Anak

Dehidrasi pada balita terjadi ketika ada lebih banyak cairan yang keluar dari tubuh daripada yang masuk.

Beberapa kasus dapat terjadi karena anak tidak minum cukup air. Namun, kadang-kadang ada kemungkinan bahwa infeksi atau penyakit yang menyebabkan dehidrasi.

“Penyebab dehidrasi pada anak yang paling umum adalah kehilangan cairan dari saluran pencernaan, seperti diare, muntah, atau pendarahan, atau dari kulit, seperti demam atau luka bakar,” kata dokter anak Florencia Segura, MD, FAAP, seorang dokter anak di Einstein Pediatrics di Virginia, Amerika, seperti dikutip dari Verywell.

Dalam kasus yang jarang terjadi, berkeringat terlalu banyak juga dapat menyebabkan dehidrasi. Hal ini terutama terjadi pada bayi dan anak kecil. Ukuran tubuh mereka yang lebih kecil secara alami menampung lebih sedikit cairan daripada tubuh orang dewasa, sehingga mereka lebih rentan terhadap dehidrasi.

Lebih jarang, dehidrasi dapat disebabkan oleh kondisi kronis. Sebagai contoh, kadar gula darah yang tinggi pada anak yang menderita diabetes dapat menyebabkan mereka buang air kecil lebih sering dari biasanya.

Cara Mengatasi Dehidrasi pada Anak

Cara mengatasi dehidrasi pada anak tergantung dari usia anak tersebut. Langkah pertama dalam pengobatan adalah mengganti cairan yang hilang, tetapi beda usia anak maka beda juga cara mengganti cairannya.

Untuk dehidrasi pada bayi hingga anak usia 2 tahun:

1. Jika Anda menyusui, maka susui bayi lebih sering.
2. Jika Anda memberikan susu atau ASI melalui botol, berikan bayi cairan dalam jumlah yang biasa, kecuali jika bayi muntah. Jika bayi muntah, berikan susu dalam jumlah yang lebih kecil tapi lebih sering.
3. Jika bayi sudah bisa makan makanan padat, maka berikan air dan susu dalam jumlah yang cukup.
4. Berikan larutan rehidrasi oral seperti Pedialyte. Larutan ini menggantikan garam, gula, kalium, dan nutrisi lainnya. Namun, terlebih dulu tanyakan kepada dokter berapa jumlah yang harus diberikan.

Untuk dehidrasi pada balita hingga 11 tahun:

1. Berikan cairan ekstra dengan sedikit demi sedikit, terutama jika anak muntah.
2. Pilihlah makanan dengan kandungan air yang cukup banyak seperti sop sayur.
3. Lanjutkan pola makan yang teratur.

Itulah cara mengatasi dehidrasi pada si kecil. Untuk dehidrasi ringan, anak setidaknya harus beristirahat selama 24 jam dan tetap minum cairan, meskipun gejalanya membaik. Namun, untuk dehidrasi berat, anak mungkin memerlukan cairan infus di rumah sakit.

Jika merasa anak tidak membaik atau semakin memburuk, segera temui dokter ya, Mommies.

BACA JUGA: Cara Minum Air yang Menyenangkan Agar Anak Tak Dehidrasi

Cover: Freepik