Michelle King: Pentingnya Membangun Hidup Sehat Tanpa Harus Melabeli Makanan

#MommiesWorkingIt

Mommies Daily・01 Feb 2023

detail-thumb

Ikut menelusuri kecintaan Michelle King pada makanan yang membuat  dirinya sukses menjadi nutrition coach. Cek perjalanan kisahnya di bawah ini!

Ditulis oleh: Putri Azzahra

Ada satu hubungan yang sering membuat kita bahagia tapi jarang dibicarakan, yaitu hubungan kita dengan makanan. Setiap hari kita makan untuk memenuhi kebutuhan diri agar bisa melakukan aktivitas. Namun, pernahkah kita membicarakan bahkan memperhatikan hubungan kita yang satu ini?

Mommies Daily berkesempatan untuk mewawancarai Michelle King atau kerap dikenal dengan panggilan Mich, seorang nutrition coach dan barre instructor yang gemar memberikan edukasi tentang hubungan kita dengan makanan dan gizi lewat instagramnya @barrewithmich.

Intip wawancara seru bersama Mich tentang makanan masa kecil, kecintaannya dengan makanan hingga bagaimana makanan berperan dalam hidup kita!

BACA JUGA: Masalah Nutrisi yang Paling Sering Dialami Anak Indonesia

Apa Makanan Favorit seorang Michelle King Waktu Kecil dan Cerita Dibaliknya?

Misua! Hidangan kuah dengan mie bertekstur tipis, ditambah toping ebi kering, bakso, telur, dan sayur-sayuran. Itu salah satu makanan pertama yang bisa aku masak saat kelas 3 SD. Awalnya hanya ikut bantu masukin bahan-bahan saja dan ternyata, misua jadi comfort food aku hingga sekarang. Dari kecil, aku memang suka nimbrung dan eksperimen di dapur. Sekarang mama jadi partner diskusi aku soal makanan dan masak.

Seru Banget! Seperti Apa Peran Orang Tua dalam Hubungan Mich dengan Makanan?

Peran orang tua dan keluarga penting sekali untuk membentuk hubungan yang lebih baik dengan makanan dan diri kita sendiri. Aku beruntung karena dibesarkan di lingkungan keluarga yang gemar makan dan berolahraga, sehingga dari kecil, orang tua selalu menyemangati untuk makan biar olahraganya semakin bertenaga.

Pernah waktu SD mau coba diet gak makan nasi, eh, malah diketawain sama Papa sambil ditanya, “buat apa?” yah gak bisa jawab, ya udah makan lagi karena nasi itu enak. Dibandingkan melakukan diet, aku lebih dimotivasi untuk membangun gaya hidup yang sehat, we eat well and we move. Momen itu membuat aku menyadari yang terpenting adalah membangun gaya hidup sehat dan gak perlu melabeli makanan.

Jika Sudah Terbiasa Melabeli Makanan, Bagaimana Cara Menghentikannya?

Melabeli makanan adalah ketika kita terlalu membagi makanan sebagai makanan “baik” dan “buruk”. Memang ada beberapa makanan yang lebih bernutrisi dibanding yang lain tapi bukan artinya baik dan buruk.

Ketika kita terlalu ekstrim dalam melabeli makanan, kita jadi lebih rentan merasa guilty ketika makan dan malah makin craving makanan tersebut. Tips dari aku adalah sadari apa makanan yang bikin kamu guilty. Semua makanan boleh dinikmati, kok, yang penting kita sadar ketika makan supaya tau kapan harus berhenti.

Apa yang Membuat Mich Ingin Menjadi Nutrition Coach?

Aku memang orangnya suka makan dari dulu tapi karena di rumah aja selama pandemi, aku jadi makan sesukanya tanpa memperhatikan nutrisi. Makanya aku jadi penasaran gimana menemukan keseimbangan antara makan sehat dan nikmat di kehidupan sehari-hari, supaya tetap mendapat gizi yang seimbang.

Dari kecintaan aku sama makanan itulah yang mendorong dan akhirnya membuat aku jadi nutrition coach. Kita, kan, makan setiap hari, jadi hidup kita dan bagaimana kita makan itu sangat saling memengaruhi.

Makanan bukan hanya tentang kalori dan kesehatan fisik tapi juga kesehatan mental dan emosional kita secara keseluruhan dan peran makanan di hidup kita. Itu yang menurut aku hilang selama ini. Aku cuma tau makanan hanya tentang kalori dan penampilannya. Padahal jauh dari itu, kita jarang belajar tentang satisfaction-nya dan lain-lain.

Selama jadi Nutrition Coach Apa yang Membuat Mich Bangga?

Wah, jadi nutrition coach itu sangat rewarding buatku. Senang sekali ketika menyaksikan bagaimana mereka bisa berkomitmen untuk menjaga kesehatan luar dalam di kehidupan sehari-hari, menemukan apa yang bikin mereka senang menjalaninya, dan terutama, ketika mereka merasakan perubahan positif dalam hidupnya dan orang-orang di sekitarnya. Itu yang jadi ‘bensin’ aku untuk terus berbagi dan gak berhenti belajar.

Kalau Dikasih Kesempatan Memasukan Pelajaran Mengenali Gizi, Apa yang Ingin Mich Ajarkan?

Pastinya harus mulai dari ilmu fundamental tentang nutrisi dulu, biar bisa memilih makanan yang bermanfaat untuk diri kita. Setelah itu, menarik juga untuk bisa belajar memanfaatkan dan memasak bahan-bahan makanan yang terjangkau dan ada di sekitar kita. Eating is survival and cooking is a survival skill!

Selain itu, bagaimana kita belajar untuk mengapresiasi makanan, hal-hal seperti the way we see food, itu juga menurut aku gak kalah penting.

3 Cara agar Bisa Meningkatkan Kesadaran dalam Makan (mindful eating)!

Pertama, banyak ngobrol dengan diri sendiri. Lapar, nggak? Beneran mau makan ini, kah? Makan segini udah cukup belum? Ini membantu kita untuk menyadari sinyal-sinyal yang diberikan tubuh.

Kedua, fokus untuk makan kalo bisa. Kita sering makan sambil meeting atau scrolling social media tapi jadinya gak sadar dengan apa yang kita makan dan rasakan.

Ketiga, makan lebih pelan. Tubuh kita membutuhkan waktu untuk sadar kapan kita kenyang, jadi berikan waktu untuk mengunyah dan menikmati makanan kamu!

BACA JUGA: INFOGRAFIK: Kebutuhan Nutrisi untuk Anak Usia 6-12 Tahun

Foto: Instagram/barrewithmich