banner-detik
SEX & RELATIONSHIP

Berhubungan Intim Saat Menstruasi, Boleh Nggak, Sih?

author

Sisca Christina06 Dec 2022

Berhubungan Intim Saat Menstruasi, Boleh Nggak, Sih?

Sebenarnya berhubungan intim saat menstruasi masih menjadi perdebatan dari sisi medis. Apakah aman atau atau malah berbahaya?

Kebanyakan orang mungkin memilih menghindari seks saat menstruasi. Sudahlah nggak nyaman di bawah sana, merasa nggak higienis, belum lagi mood swing, mager, dan sejuta hal yang mengurungkan niat untuk bercinta. Faktanya, sebagian wanita justru merasa lebih bergairah saat menstruasi, dan nggak ingin tamu bulanan menghambat sesi intim bareng pasangan.

Secara medis, berhubungan intim selama menstruasi diperbolehkan atau tidak masih menjadi perdebatan. Sebab, bercinta di kala menstruasi memiliki manfaat sekaligus efek samping.

Manfaat berhubungan intim saat menstruasi

Menurut dr. Lili Dwiyani seperti dikutip dari Alodokter, salah satu keuntungan seks saat menstruasi yaitu bisa meringankan sindrom pre-menstruasi, sekaligus memberi kepuasan lebih akibat meningkatnya gairah seksual wanita selama periode tersebut. Secara spesifik, manfaat yang didapat seperti dilansir dari Healthline yaitu:

  1. Meredakan kram perut: ketika mengalami orgasme, otot rahim berkontraksi sehngga bisa membuat otot perut menjadi lebih relaks.
  2. Aktivitas seks juga memicu pelepasan endorfin yang membuat Anda merasa nyaman.
  3. Periode menstruasi lebih pendek akibat kontraksi otot saat orgasme yang mendorong isi rahim keluar lebih cepat.
  4. Hormon saat menstruasi bisa meningkatkan dorongan seks pada beberapa wanita, sehingga sesi bercinta menjadi lebih menyenangkan.

Baca juga: Menonton Film Porno Bersama Pasangan? Ini Dia Tipsnya

Bagaimana dengan efek sampingnya?

Sebagai awalan, tentu saja sisi nggak enaknya pasca bercinta yaitu ada pemandangan yang nggak nyaman untuk dilihat: darah menstruasi nempel di mana-mana, termasuk di penis. Ini tentu merepotkan, plus bisa bikin Anda sendiri jadi nggak pede.

Di ruang konsultasi Alodokter, dr. Eni Yulvia S menjelaskan bahwa, berhubungan seksual saat haid memiliki beberapa resiko medis. Leher rahim yang terbuka saat menstruasi memungkinkan kuman masuk ke rongga panggul melalui penetrasi. Ini kemudian dapat menyebabkan radang panggul. Keasaman vagina saat menstruasi juga sedang berubah sehingga mudah terjadi infeksi.

Risiko lainnya, bercinta saat haid dapat punya peluang menularkan infeksi menular seksual (IMS) seperti HIV atau hepatitis.

Berhubungan intim saat menstruasi mungkin memiliki peluang hamil lebih rendah. Namun tetap saja ada peluang terjadinya pembuahan. Sementara bercinta jelang menstruasi selesai dapat memperbesar kemungkinan untuk hamil. Sperma masih sangat mungkin untuk hidup saat Anda memasuki masa ovulasi. Namun ini semua juga berpulang pada siklus menstruasi setiap orang yang berbeda-beda.

Jadi, berhubungan intim saat menstruasi, yes, or, no?

Lebih lanjut, dr. Eni Yulvia S menyarankan untuk menunda berhubungan seksual selama periode menstruasi, karena lebih banyak risiko ketimbang manfaatnya. Apabila gairah seks tak dapat terbendung, pastikan Anda menggunakan kondom, dan hindari berhubungan intim di tiga hari pertama saat sedang deras-derasnya.

Baca juga: Suami Melakukan Fantasi Seks Sebelum Berhubungan, Wajar Atau Tidak?

Share Article

author

Sisca Christina

Ibu dua anak yang berprofesi sebagai digital nomad, yang juga suka menulis. Punya prinsip: antara mengasuh anak, bekerja dan melakukan hobi, harus seimbang.


COMMENTS