banner-detik
SEX & RELATIONSHIP

10 Tanda Anda Menjalin Hubungan yang Tidak Sehat, Beserta Tips Memperbaikinya

author

Fannya Gita Alamanda29 Nov 2022

10 Tanda Anda Menjalin Hubungan yang Tidak Sehat, Beserta Tips Memperbaikinya

Kita tahu, nggak ada hubungan yang sempurna. Pasti ada masa ketika entah Anda atau pasangan pernah melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan. Tapi apakah itu berarti hubungan yang dijalani tidak sehat? Belum tentu. Lalu, seperti apa tanda-tanda hubungan yang nggak sehat itu?

Jangan dikira hubungan yang tidak sehat hanya berdampak buruk bagi kesehatan fisik. Kesehatan mental, kebahagiaan, dan kesejahteraan secara keseluruhan juga akan terpengaruh. Di sinilah pentingnya mengenali tanda-tanda sebuah hubungan yang buruk agar bisa mengambil keputusan, diperbaiki atau ditinggalkan.

Masalahnya adalah meskipun beberapa hubungan jelas-jelas beracun atau bahkan membahayakan, pola hubungan tidak sehat seperti yang 10 ini, bisa jadi jauh lebih halus, tak kentara, sehingga sulit dikenali.

1. Berlebihan

Ini adalah ketika seseorang mengungkapkan perasaan dengan cara yang ekstrem dan perilaku berlebihan, seperti jika pasangan terlalu intens dan terobsesi untuk bersama Anda.

2. Posesif

Ketika kecemburuan seseorang sampai di titik yang membuatnya ingin mengontrol apa yang Anda lakukan, dengan siapa Anda boleh dan tak boleh bergaul. Kecemburuan adalah emosi yang normal, tapi menjadi tidak normal ketika menyebabkan seseorang mengendalikan Anda. Jangan luluh jika dia pakai alasan, “Ini kan karena aku sayang banget sama kamuuu.” 

BACA JUGA: 9 Kalimat yang Membuat Pertengkaran dengan Pasangan Menjadi Adem Kembali!

3. Manipulasi

Manipulasi terjadi ketika seseorang mencoba mengendalikan keputusan, tindakan, dan perasaan Anda. Manipulasi seringkali sulit dikenali, karena dapat diekspresikan dengan cara yang halus atau pasif-agresif. Anda tahu bahwa Anda sedang dimanipulasi jika seseorang mencoba meyakinkan diri sendiri untuk melakukan hal-hal yang tidak ingin Anda lakukan, mengabaikan keberatan Anda agar mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. 

4. Mengisolir

Kondisi ini terhadi ketika seseorang menjauhkan Anda dari teman dan keluarga. Perilaku ini sering dimulai secara perlahan dengan ia meminta Anda untuk menghabiskan lebih banyak waktu HANYA dengannya. Lambat laun meningkat menjadi tuntutan agar Anda tidak menemui orang-orang tertentu. Di level ekstrim, ia akan meminta Anda untuk memilih antara dirinya atau sahabat, bahkan orangtua Anda. Jika Anda terisolir Anda akan bergantung pada pasangan Anda termasuk untuk urusan finansial. 

5. Sabotase

Ketika seseorang dengan sengaja merusak reputasi dan keberhasilan Anda, di sinilah sabotase terhadap diri Anda sedang terjadi. Sabotase termasuk mencegah seseorang melakukan hal-hal yang penting bagi dirinya. Perilaku seperti berbicara di belakang, menyebar rumor jahat, atau mengancam akan membagikan informasi pribadi tentang diri seseorang, juga merupakan sabotase.

6. Meremehkan

Ketika seseorang melakukan dan mengatakan hal-hal yang membuat Anda merasa kecil dan buruk. Ini termasuk mengata-ngatai, membuat komentar kasar tentang orang yang dekat dengan Anda, atau mengkritik Anda. Ketika orang lain mengolok-olok Anda, alih-alih membela, dia malah ikut-ikutan. Seiring waktu, hal ini dapat membuat Anda kehilangan kepercayaan pada diri sendiri dan kemampuan Anda.

7. Rasa bersalah

Ketika seseorang membuat Anda merasa bertanggung jawab atas tindakannya atau membuat Anda merasa adalah tugas Anda untuk membuatnya bahagia. Ia mungkin menyalahkan Anda untuk hal-hal yang di luar kendali Anda dan membuat Anda merasa bersalah. Ini termasuk mengancam untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain jika Anda tidak melakukan apa yang ia inginkan atau Anda berniat meninggalkannya.

8. Gampang berubah

Ketika seseorang gampang bereaksi negatif dan tidak dapat diprediksi yang membuat Anda merasa takut, bingung, atau terintimidasi. Orang yang mudah berubah membuat Anda merasa berjalan di atas jembatan kayu yang sudah lapuk atau bagai naik roller coaster tanpa pengaman. Ia akan bereaksi ekstrem terhadap hal-hal kecil atau kehilangan kendali dengan membental, melakukan kekerasan, atau mengancam Anda.

9. Melempar tanggung jawab

Dia akan sering membuat alasan atas perilaku tidak sehatnya, menyalahkan Anda atau orang lain atas tindakan mereka sendiri. Seringkali, bikin-bikin alasan karena pengalaman hidupnya yang buruk di masa lalu, seperti penyalahgunaan alkohol, narkoba, masalah kesehatan mental, diselingkuhi mantan, atau korban dari keluarga broken home.

10. Pengkhianatan

Ketika seseorang tidak setia atau berbohong dengan sengaja. Ia mungkin bermuka dua atau membagikan informasi pribadi tentang Anda kepada orang lain. 

BACA JUGA: 6 Tanda Pasangan Terlalu Bergantung pada Anda dan Cara Mengatasinya

Tips memperbaiki hubungan yang tidak sehat

Karena hubungan yang baik sangat penting untuk kesejahteraan Anda, penting untuk mengambil langkah-langkah yang dapat melindungi diri Anda dari hal-hal yang berpotensi merusak kesehatan fisik dan mental Anda. Jika Anda yakin Anda berada dalam hubungan yang tidak sehat, segera ambil langkah-langkah untuk memperbaiki masalah tersebut.

  • Putuskan apakah hubungan Anda bisa diperbaiki

Langkah pertama adalah memutuskan apakah hubungan yang tidak sehat dapat diperbaiki atau tidak. Untuk memperbaiki kerusakan pastikan bahwa kedua belah pihak bersedia berpartisipasi. Upaya apa pun akan sia-sia jika hanya satu orang yang punya niat baik.

  • Pelihara sikap saling bergantung

Hubungan yang sehat mendorong saling ketergantungan, bukan hanya salah satu. Orang-orang yang saling bergantung sadar manfaatnya dapat berpaling kepada pasangannya ketika mereka membutuhkan dukungan dan mereka menyadari nilai dan pentingnya mendukung pasangan mereka. Pada saat yang sama, mereka mampu mandiri.

Anda juga bisa lakukan 10 poin di bawah ini:

  1. Buat daftar kebutuhan emosional yang penting bagi Anda
  2. Tawarkan dukungan emosional kepada pasangan Anda
  3. Hindari manipulasi emosional
  4. Pertahankan batasan yang sehat
  5. Miliki impian pribadi dan raih itu
  6. Jangan mengecilkan diri sendiri demi menyenangkan orang lain
  7. Fokus menjadi diri sendiri
  8. Luangkan waktu untuk mempelajari apa yang Anda sukai dan apa yang penting bagi Anda
  9. Tunjukkan rasa hormat kepada orang lain dan harapkan hal yang sama dari mereka.
  10. Terkadang Anda mungkin juga butuh bantuan terapis pasangan dan ahli kesehatan mental untuk menyelamatkan hubungan Anda.

Cover image: Image by yanalya on Freepik

Share Article

author

Fannya Gita Alamanda

-


COMMENTS