banner-detik
PARENTING & KIDS

Teknologi Baru Program IVF Bantu Tingkatkan Kehamilan di Usia 35 Tahun Ke Atas

author

Katharina Menge5 days ago

Teknologi Baru Program IVF Bantu Tingkatkan Kehamilan di Usia 35 Tahun Ke Atas

Program IVF atau bayi tabung kini sudah dilengkapi dengan teknologi terbaik yang sangat membantu kesuksesan kehamilan dan mendapatkan bayi yang sehat.

Proses bayi tabung atau program IVF yang selama ini dilakukan mencakup lima langkah utama, yaitu proses stimulasi, pengambilan telur, inseminasi dan fertilisasi, kultur embrio, dan kemudian tranfer embrio.

Setelah embrio ditransfer, kemungkinan gagal, keguguran, hingga tidak berkembang embrio itu sangat besar. Sebab menurut penelitian, bayi tabung tidak ada yang 100 persen berhasil. Namun rata-rata persentase keberhasilannya di dunia itu sekitar 40-50 persen.

Morula IVF Indonesia kemudian menemukan teknologi baru yang membantu persentase kehamilan untuk program bayi tabung lebih besar hingga mencapai 70 persen. Teknologi tersebut adalah PGT-A (Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidies) dan PGT-M (PreImplantation Genetic Testing for Monogenic / single-gene defect).

BACA JUGA: Pentingnya Menilai Cadangan Ovarium Pada Ibu yang Melakukan Program Bayi Tabung

Apa itu PTG-A?

Teknologi PGT-A adalah cara mendeteksi masalah kromosom pada embrio untuk mencegah terjadinya keguguran pada pasien ibu dan calon bayi tabung.

Teknologi ini memberikan manfaat bagi beberapa tipe pasangan, mulai dari pasangan yang sudah pernah melakukan program bayi tabung berulang kali tapi belum berhasil untuk hamil, pasangan yang memiliki riwayat keguguran berulang, pasangan yang memiliki riwayat kelainan bawaan pada kehamilan sebelumnya, dan pasangan yang sudah berusia di atas 38 tahun.

“PGT-A merupakan teknologi bayi tabung unggulan terbaru untuk screening kromosom pada embrio yang dimiliki untuk membantu memaksimalkan keberhasilan kehamilan dalam program bayi tabung (IVF),” ungkap Prof. Arief Boediono. Ph.D, Direktur Scientific Morula IVF Indonesia.

PGT-A memungkinkan proses seleksi embrio sehingga embrio yang dimasukkan ke dalam rahim merupakan embrio sehat yang mempunyai tingkat keberhasilan hamil lebih tinggi.

Hal itu berangkat dari studi yang dilakukan tim Morula IVF tahun 2019 hingga September 2022 pada hampir 500 pasien. Hasilnya ditemukan fakta bahwa teknologi PGT-A membantu potensi kehamilan sebesar 68% di kelompok umur 38-39 tahun dan 46% usia diatas 40 tahun.

Pada kelompok 38-39 tahun tersebut, persentase kehamilan dengan teknologi PGT-A lebih baik 25% dibanding kehamilan Non PGT-A, dan di usia 40 tahun ke atas PGT-A membantu persentase kehamilan 19% lebih baik dari yg Non PGT-A.

Data lain dalam penelitian mengungkapkan bahwa pasien dalam rentang usia 36-44 tahun memiliki angka kromosom normal (euploid) yang jumlahnya lebih rendah dibandingkan kromosom tidak normal (aneuploid).

Kondisi ini menunjukkan bahwa teknologi PGT-A harus direkomendasikan untuk pasien di kelompok usia tersebut agar mendapatkan embrio yang sehat dan bayi yang sehat.

Apa itu PTG-M?

PTG-M adalah tekonologi lanjutan yang harus dilakukan setelah PTG-A untuk mendapatkan kehamilan yang terbaik. PTG-M adalah pemeriksaan kromosom lanjutan yang bisa mendeteksi mutase single-gene (monogenic) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit genetic bawaan, seperti Thalassemia, Spinal Muscular Atropy, dan Cystic Fibrosis.

Teknologi PGT-M bisa bantu pasangan untuk mendapatkan keturunan dengan menurunkan resiko terkena penyakit-penyakit tersebut.

Pilih Program Kehamilan Terbaik

Prof. Arief Boediono. Ph.D, Direktur Scientific Morula IVF Indonesia, ungkap bahwa PTG-A dan PTG-M ini masih program additional. Silahkan jika para pasangan yang ingin sedang melaksanakan program bayi tabung ingin menambahkan program ini ke dalamnya.

Namun jika ingin presentasi keberhasilan lebih besar dengan kondisi anak yang lebih sehat, akan sangat disarankan untuk mencoba kedua program additional ini. Dibandingkan mencoba berkali-kali tapi selalu gagal, lebih baik melakukan programnya sekali dengan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi.

Para proses PGT-A dan PGT-M ini, embrio yang sudah terbentuk akan diseleksi lagi sebelum ditransfer. Diperiksa mana yang sehat dan tidak membawa penyakit turunan. Jika tidak sehat maka akan disingkirkan, sedangkan yang sehat bisa dilanjutkan ke proses selanjutnya.

BACA JUGA: Berhasil Menjadi Ibu Berkat Bayi Tabung

Cover: Freepik

Share Article

author

Katharina Menge

-


COMMENTS