banner-detik
EDUCATION

5 Sekolah Ini Menerapkan Tanpa PR Harian, Anak Jadi Bisa Eksplor Kegiatan Lain Sepulang Sekolah

author

Sisca Christina5 days ago

5 Sekolah Ini Menerapkan Tanpa PR Harian, Anak Jadi Bisa Eksplor Kegiatan Lain Sepulang Sekolah

Sudah belajar 5-7 jam di sekolah, pulangnya ngerjain PR lagi? Semoga semakin banyak sekolah menerapkan tanpa PR harian agar anak-anak bisa eksplor kegiatan lain selain akademis.

Salah satu pertanyaan yang saya ajukan ke pihak sekolah saat mencari sekolah dasar untuk anak saya beberapa tahun silam yaitu: “Di sekolah ini, ada PR harian, nggak?”

Mungkin beberapa orang menganggap pertanyaan saya lucu. Salah satu orang tua teman anak saya berkata saat saya bertanya bagaimana sekolah di tempat anaknya belajar: “Ya, adalah, kalo nggak gimana nanti belajarnya di rumah?”

Salah satu staf sekolah yang saya kunjungi juga mengatakan hal yang sama: “Ada, Bu, kalau tidak ada PR, anak nanti ngapain aja di rumah?”

Gantian saya yang merasa lucu. Yaaa, di rumah bisa tidur siang, bermain, membaca buku, eksplor kegiatan lain, les musik, olah raga, dan lain sebagainya. Kalau dijejeli PR setiap hari, apalagi dalam jumlah banyak, nanti anak kekurangan waktu untuk menggali potensi lain dalam dirinya. Selain itu, anak juga bisa menjadi jenuh karena mempelajari hal yang sama di rumah dengan di sekolah, setiap hari. Itu menurut saya pribadi, lho, ya.

Kabar baiknya, ternyata sudah mulai banyak sekolah yang menerapkan tanpa PR harian. Hal ini juga sejalan dengan program Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Mendikbudristek Nadiem Makarim. Menurut Nadiem, peniadaan PR ditujukan agar tak membebani siswa, namun memberi keleluasaan kepada siswa untuk mengasah keterampilan lain, termasuk karakter siswa.

5 Sekolah Tanpa PR Harian

SD Gemala Ananda

Sekolah ini pernah menjadi kandidat untuk sekolah anak saya. Jujur, jatuh cinta, tapi sayang nggak berjodoh karena satu dan lain hal. Sesuai informasi yang saya dapatkan saat berbincang dengan Staf Humas SD Gemala Ananda kala itu, salah satu yang menarik dari SD Gemala Ananda yaitu sekolah tidak menerapkan sistem PR kepada siswanya. Kegiatan belajar mengajar di sekolah sudah sangat aktif, interaktif dan tak terpaku pada teori semata, sehingga siswa tak perlu dicekoki PR lagi di rumah. Sekolah ini menerapkan active learning dengan sistem brain-based learning.

Baca juga: School Review: Aktif Terlibat dalam Proses Belajar Anak di Gemala Ananda

Sekolah Tara Salvia

Sekolah yang berlokasi di Tangerang Selatan ini mewajibkan siswa sebisa mungkin untuk menyelesaikan lembar kerja di sekolah. Tara Salvia menerapkan sistem active learning dan lebih sering memberikan tugas dalam bentuk proyek sekolah, misalnya membuat perencanaan untuk kegiatan tertentu, karya tulis, diorama, presentasi, dan seterusnya. Biasanya siswa diminta untuk berdiskusi dengan orang tua di rumah mengenai proyek tersebut, dan melaporkan hasilnya ke sekolah. Jadi, bukan memberikan PR berupa lembaran soal yang harus diisi di rumah.

SD Athalia Serpong

SD Athalia Serpong amat jarang memberikan PR kepada siswa. Setiap materi pelajaran dibahas di sekolah secara interaktif dan latihan-latihan dikerjakan di sekolah. Di setiap semester, sekolah memberikan tugas keterampilan yang dikerjakan oleh siswa di rumah, di mana orang tua diminta ikut terlibat juga. Terkadang, ada kalanya guru memberikan latihan soal kepada siswa untuk dikerjakan di rumah. Namun, umumnya diberikan jelang PTS atau PAS saja, guna memantapkan pemahaman siswa. Untuk PR harian rutin sejauh ini tidak ada.

SD Semut-Semut Natural School dan SMP Indonesia Natural School

Kedua sekolah yang berada di bawah satu naungan yayasan di wilayah Depok ini adalah salah dua sekolah yang menerapkan tanpa PR rutin kepada muridnya. Tugas berupa proyek tertentu yang melibatkan keterampilan anak tetap ada, namun diberikan secara berkala, dan umumnya dikerjakan secara berkelompok.

Baca juga: School Review: SMP Indonesia Natural School. Ke Sekolah Nggak Ada Beban.

SD IT Muhammadiyah Bireuen, Aceh

Menurut Rizki Dasilva S.Pd.I MA, kepala sekolah salah satu SD favorit di wilayah Aceh ini, SD IT Muhammadiyah Bireun adalah salah satu sekolah yang melarang pemberian PR agar tak memberatkan siswa. Apabila guru merasa perlu memberi tugas tambahan untuk memantapkan pemahaman siswa, itu diperbelohkan, selama sifatnya untuk latihan, bukan PR yang wajib diserahkan tepat waktu. Sekolah memandang bahwa pemberian PR bukan satu-satunya solusi penunjang belajar anak, melainkan gurulah yang punya peranan penting dalam menyalurkan ilmu kepada siswa.

Pada intinya, boleh saja, sih, memberikan PR ke siswa, jika sifatnya untuk mempertajam pemahaman siswa. Hanya saja, sebaiknya tak sampai membebani, sebab kemampuan dan minat setiap anak berbeda. Selain itu, akademis bukan satu-satunya kemampuan yang perlu diasah dalam diri anak. Masih banyak keahlian dan kemampuan lain yang perlu distimulasi dalam diri anak, seiring dengan kemampuan akademis.

Kira-kira, sekolah mana lagi, ya, yang menerapkan tanpa PR harian?

Baca juga: Program Seru Yang Ada Di Sekolah Jakarta dan Sekitarnya

Share Article

author

Sisca Christina

Ibu dua anak yang berprofesi sebagai digital nomad, yang juga suka menulis. Punya prinsip: antara mengasuh anak, bekerja dan melakukan hobi, harus seimbang.


COMMENTS