banner-detik
LIFESTYLE

7 Rekomendasi Asuransi untuk Penyakit Kritis Bagi Diri Sendiri dan Keluarga

author

Katharina Menge30 Oct 2022

7 Rekomendasi Asuransi untuk Penyakit Kritis Bagi Diri Sendiri dan Keluarga

Tidak ada orang yang ingin sakit tapi rasanya kini memiliki asuransi untuk kesehatan diri dan keluarga sangat penting, termasuk asuransi penyakit kritis.

Penyakit kritis kini bukan lagi hal yang langka ditemukan di tengah masyarakat kita. Semua disebabkan karena berbagai hal, mulai dari kondisi kesehatan, gaya hidup, pola makan, dan deretan penyebab lainnya.

Tidak ada satu pun orang yang bisa memprediksi kapan sebuah penyakit akan datang. Bahkan, orang yang terlihat sehat mungkin saja bisa mengalami penyakit kritis yang tidak terduga.

Untuk berjaga-jaga, rasanya sangat penting untuk memiliki asuransi di masa kini. Tidak hanya asuransi kesehatan dan asuransi jiwa, tetapi juga mengaplikasikan manfaat tambahan di dalamnya, yaitu asuransi penyakit kritis.

Asuransi penyakit kritis adalah asuransi yang memberikan bantuan finansial dalam bentuk tunia saat ada nasabahnya yang terdiagnosis penyakit kritis, seperti kanker, stroke, penyakit jantung, diabetes, dan penyakit serius lainnya. Bantuan diberikan supaya nasabah, bersama keluarganya, bisa fokus menjalankan proses penyembuhan.

BACA JUGA: 5 Rekomendasi dan Pentingnya Asuransi Swasta untuk Orangtua, Selain BPJS Kesehatan

Rekomendasi Asuransi Penyakir Kritis

Dengan ada banyaknya pilihan asuransi di Indonesia, hampir semua pun sudah menyediakan polis asuransi kritis, Mommies tidak perlu lagi kebingungan. Cukup lihat apa saja bantuan yang ditawarkan dan pilih yang sesuai kebutuhan.

Polis asuransi penyakit kritis bisa di dapatkan sendiri atau stand-alone, tetapi ada juga yang masuk ke dalam manfaat tambahan dari asuransi kesehatan atau asuransi jiwa. Dengan memiliki polis asuransi ini, tentu akan membuat pengobatan berjalan lancar.

Berikut beberapa asuransi untuk penyakit kritis yang bisa jadi pilihan!

1. Manulife

Manulife punya solusi perlindungan untuk penyakit kritis, yaitu program MiUltimate Critical Care (MiUCC). MiUCC adalah produk mandiri dasar yang memberikan perlindungan dari 50 (lima puluh) Critical Illness selama 20 tahun periode pertanggungan dengan pengembalian manfaat premi sebesar 160% dari total premi yang dibayarkan pada tanggal jatuh tempo. Produk ini menawarkan juga manfaat kematian karena penyebab apapun. Masa Pembayaran produknya hanya 5 tahun.

2. AIA

AIA punya banyak pilihan produk asuransi penyakit kritis, mulai dari programnya sendiri atau program yang bekerja sama dengan tempat penjualannya yang berbeda-beda. Untuk produknya sendiri, ada program Vital Care yang memberikan perlindungan hingga 169 penyakit kritis yang maksimal sejak tahap awal hingga akhir.

Ada juga AIA Sehat Seratus yang memberi perlindungan untuk penyakit kritis dengan berbagai manfaat tambahan yang komprehensif. Perawatan di dalam dan luar negeri, perlindungan selama proses kelahiran, double claim untuk risiko yang muncul di lain waktu, serta manfaat lain yang bisa dinikmati dalam satu proteksi.

3. Allianz Indonesia

Allianz Indonesia punya lima pilihan program asuransi untuk penyakit kritis, mulai dari Allianz CI 100, CI+, CI Accelerated, Flexi CI, dan Flexi CI Syariah. Untuk CI+, program ini menawarkan asuransi tambahan kesehatan (rider) yang memberikan perlindungan menyeluruh terhadap 49 kondisi penyakit kritis pada tahap akhir (advanced) tanpa syarat Survival Period dan Manfaat yang diterima tidak mengurangi UP Dasar.

asuransi jiwa

4. Prudential

Di Prufential ada empat program untuk perlindungan penyakit kritis, yaitu PRUEarly Stage Crisis Cover Plus, PRUCritical Hospital Cover, PRUJuvenile Crisis Cover, dan PRUTotal Critical Protection (PRUTop).

Salah satu yang paling populer adalah produk asuransi tambahan PRUTop. Program inmemberikan perlindungan atas risiko terkena penyakit-penyakit baru yang akan muncul di kemudian hari serta perlindungan tambahan atas Asuransi Tambahan Kondisi Kritis yang telah dimiliki saat ini.

5. Astra Life

Ada dua program asuransi penyakit kritis yang diberikan oleh Astra Life, yaitu Flexi Critical Illness dan AVA Proteksi Optima 117. Flexi Critical Illness memberikan perlindungan atas penyakit kritis utama yang paling banyak terjadi, seperti stroke, serangan jantung, dan kanker. Total 50% dari uang pertanggungan akan dibayarkan saat terdiagnosa kanker tahap awal dan nilai perlindungannya mencapai Rp2 Miliar, tanpa perlu cek medis dan 100% online.

Sedangkan untuk AVA Proteksi Optima 117 memberikan perlindungan atas 117 kondisi Penyakit Kritis dengan uang pertanggungan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Perlindungannya bisa diperpanjang secara otomatis setiap tanggal Ulang Tahun Polis sampai dengan tertanggung mencapai usia 85 tahun.

6. Sequis

Sequis SOFI adalah program asuransi untuk penyakit kritis andalan dari Sequis. Program ini melindungi risiko penyakit kritis dan kegagalan sistem & fungsi organ, preminya tetap plus jaminan premi kembali hingga 150%, bisa melindungi risiko penyakit kritis yang belum pernah ada, dan memiliki manfaat tambahan, yaitu Sequis Critical Illness Program (SCIP) untuk perawatan pencegahan dan rehabilitasi penyakit kritis.

7. AXA Financial Indonesia

AXA Financial Indonesia juga menjadi salah satu asuransi yang bisa jadi pilihan untuk program penyakit kritis. Di Oktober ini, AXA baru meluncurkan ACA Critical Protector yang merupakan produk asuransi tradisional stand-alone penyakit kritis yang memberikan perlindungan maksimal di semua tahapan penyakit kritis, mulai dari awal, menengah, hingga akhir.

Produk asuransi dari AXA yang satu ini juga memiliki premi terjangkau dan fitur yang fleksibel, serta dilengkapi dengan manfaat jika meninggal dunia atau untuk sebab apapun. Kelebihan lain dibanding yang asuransi lainnya adalah, AXA Critical Protector memberikan pilihan manfaat yang fleksibel, seperti No Claim Bonus di mana akan ada pengembalian premi 100% pada tahun ke-10 selama tiak terjadi klaim dan polis masih aktif, serta Booster Uang Pertanggungan (UP) sebesar 5% setiap tahun hingga total UP maksimal 150%.

BACA JUGA: Menyiapkan Asuransi Jiwa Demi Anak Jika Orang Tua Meninggal Lebih Dulu

Cover: Freepik

Share Article

author

Katharina Menge

-


COMMENTS