
Ini 10 tanda yang bisa membantu Anda untuk mengetahui apakah pasangan sedang berbohong atau tidak. Mulai dari gaya bicara, pemilihan kalimat hingga gerak tubuhnya.
Tahu kapan seseorang (terutama pasangan kita) sedang berbohong atau berkata jujur adalah salah satu skill yang wajib kita miliki, hahaha. Berdasarkan penelitian para ahli, untuk memahami apakah seseorang atau pasangan sedang berbohong atau tidak, bisa kita amati dari cara bicara, bahasa tubuh, gerakan mata hingga energi yang dikeluarkannya.
Baca juga: Ini Alasan para Istri Suka Berbohong Soal Belanja pada Suami
Ceritanya selalu berubah-ubah
Satu peristiwa atau kejadian yang diceritakan berubah-ubah dan dengan detail yang berbeda-beda adalah tanda bahwa seseorang sedang menceritakan kebohongan. Menurut sebuah studi 2012 Applied Issues in Investigative Interviewing, Eyewitness Memory, and Credibility Assessment, para peneliti menemukan bahwa inkonsistensi dalam cerita adalah petunjuk besar seseorang berbohong.
Mereka membangun ‘tembok’
Anda mungkin dapat membayangkan seseorang yang berbohong memasang dinding emosional, dan kadang dinding fisik juga. Menempatkan sesuatu seperti tangan, lengan, dan siku yang disilangkan atau memosisikan siku di antara dirinya dan orang lain juga merupakan cara di mana pembohong terkadang berusaha mencoba membangun tembok penghalang secara tidak sadar.
Kontak mata yang abnormal

Perubahan kontak mata juga penting untuk diperhatikan. “Sering kali orang yang sedang berbohong tidak akan berani menatap mata kita secara langsung,” kata Casherie Bright, konselor kesehatan mental. Atau mereka akan menatap mata kita untuk unjuk kekuatan tapi ketika kita balas menatapnya, ia akan mengalihkan pandangannya. Bisa juga dengan berkedip lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya.
Tidak bisa mengingat secara detail
Terkadang sulit bagi orang yang berbohong untuk menjawab pertanyaan, terutama pertanyaan yang sangat spesifik tentang kebohongan mereka. Sebuah studi tahun 2009 yang diterbitkan dalam The American Journal of Forensic Psychiatry menemukan bahwa cerita yang dibuat-buat cenderung kedodoran dalam hal detail. Jadi, jika Anda mencecar dengan pertanyaan-pertanyaan yang butuh jawaban spesifik, dia akan bingung menjawabnya. Misalnya mengingat masakan restoran yang dia makan atau di kota mana toko tempat mereka ngakunya berbelanja.
Menjadi defensif
Jika Anda mengajukan dan pasangan langsung bersikap defensif atau marah, bisa jadi itu karena dia sedang berusaha menutupi dusta. Sikap bermusuhan yang ia perlihatkan sebagai cara untuk melindungi dirinya dan mencegah Anda mendeteksi kebohongannya.
Bicara dengan nada yang lebih tinggi
Sebuah studi tahun 2021 yang diterbitkan di Nature Communications menemukan bahwa suara manusia cenderung memiliki tanda suara tertentu ketika mengatakan yang sebenarnya. Para peneliti juga menemukan bahwa kita memiliki mekanisme bawaan di otak yang digunakan untuk mendeteksi ketika seseorang berbohong berdasarkan perubahan suara mereka.
Banyak jeda dan ragu-ragu di saat nggak perlu

Melihat jeda atau keragu-raguan yang tidak perlu bisa menjadi cara untuk mengetahui apakah seseorang berbohong. Jeda agak sering saat seseorang bercerita adalah caranya untuk berpikir dan mencari tahu apa yang harus dikatakan selanjutnya. Menurut sebuah studi 2011 yang dilakukan oleh para peneliti di UCLA, pembohong sering memperlambat ucapan mereka dan mengambil jeda panjang yang tidak wajar untuk ngecek reaksi Anda terhadap apa yang ia katakan. Dengan melakukan itu, mereka jadi punya waktu untuk ngarang cerita.
Cenderung melebih-lebihkan
Tanda lain pasanngan berbohong adalah penggunaan superlatif yang berlebihan dan tidak perlu. Ini adalah salah satu cara paling umum yang digunakan oleh para profesional HR untuk mengetahui kebohongan dalam wawancara kerja, pada resume dan surat lamaran.
Menggunakan frase-frase ngeles
Jika seseorang menanggapi pertanyaan Anda dengan lebih banyak pertanyaan atau menjawab Anda tanpa jawaban, itu pertanda bahwa mereka berbohong. Ungkapan menghindar seperti “Kenapa kamu kepingin tahu?” atau “Apa kamu pikir saya bakal begitu?” alih-alih menjawab langsung “Saya tidak melakukan itu.”
Menampilkan senyum palsu

Pernah dengar yang namanya senyum Duchenne? Senyum ini terbentuk sebagai hasil dari otot-otot wajah yang meregang, yang membuat kulit di sekitar mata berkerut. Ini adalah senyum yang datang dari hati karena senang. Sebaliknya, senyum non-Duchenne atau senyum palsu adalah senyum yang terbentuk tanpa kontraksi otot di sekitar sudut mata.
Cover image: Image by shurkin_son on Freepik