Sorry, we couldn't find any article matching ''

Ini 5 Tips Menjaga Diri dari Orang Tua yang Narsis!
Orang tua yang narsis ternyata bisa memberikan pelecehan emosional pada anak-anaknya, lho! Kalau mau menjaga diri dari mereka, ini caranya!
Gangguan kepribadian narsistik adalah kondisi mental di mana orang memiliki perasaan yang mendahulukan kepentingan mereka sendiri, membutuhkan perhatian dan kekaguman yang mendalam, dan kurangnya empati terhadap orang lain. Dikutip dari Mayo Clinic, di balik topeng kepercayaan diri yang ekstrem ini terdapat harga diri yang rapuh yang rentan terhadap kritik sekecil apa pun.
Karena sebenarnya merasa kecil atau sense of self-nya rendah dan merasa tak berharga, orang dengan narsistic disorder mengkompensasi rasa ‘kurang’ mereka dengan mengupayakan agar mereka selalu ‘lebih’.
Dalam perjalanannya, kondisi ini bisa sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan bagaimana orang tersebut berfungsi dalam hubungannya dengan orang di sekitar, seperti di tempat kerja, pertemanan, bahkan dalam keluarga.
BACA JUGA: Gaya Pengasuhan yang Membuat Anak Tumbuh Jadi Pribadi yang Narsistik
Ciri Orang yang Narsistik
Tanda dan gejala gangguan kepribadian narsistik serta tingkat keparahan gejala itu sebenarnya bervariasi. Namun, secara umum mereka akan menunjukkan tanda-tanda ini!
1. Mementingkan diri sendiri secara berlebihan
2. Kesulitan menjaga hubungan dengan orang lain
3. Berharap untuk diakui sebagai superior bahkan tanpa pencapaian pasti
4. Melebih-lebihkan prestasi dan bakat
5. Disibukkan dengan fantasi tentang kesuksesan, kekuatan, kecemerlangan, kecantikan, atau pasangan yang sempurna
6. Percaya bahwa mereka lebih unggul dan hanya bisa bergaul dengan orang yang sama spesialnya
7. Memonopoli percakapan dan meremehkan atau memandang rendah orang lain
8. Mengharapkan adanya bantuan khusus dan kerjasama yang besar sesuai dengan harapan mereka
9. Memanfaatkan orang lain untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan
10. Tidak punya empati
11. Selalu iri pada orang lain dan percaya kalau orang lain iri pada mereka
12. Berperilaku arogan, angkuh, dan sombong
13. Bersikeras untuk mendapatkan yang terbaik dari segalanya
14. Moodnya mudah berubah-ubah
15. Punya target yang tidak realistis
Tips Menjaga Diri dari Orang Tua Narsis
Ketika pribadi yang narsistik itu ada pada diri orang tua, tentu ini bukan hal yang mudah. Kondisi ini bisa membuat banyak aspek dalam diri anak mereka, yaitu kamu, tidak berkembang. Tidak ada yang bisa mengobati kondisi ini, tetapi terapi bisa menolong mereka.
Namun, rasanya cukup sulit untuk mengajak orang tua yang narsistik untuk berkonsultasi atau mengubah diri mereka. Untuk itu, langkah yang bisa kamu lakukan adalah dengan menjaga diri dan membuat batasan.

1. Pahami gejala narsistik
Ini merupakan langkah awal yang penting. Dengan mempelajari aneka gejala narsistik, itu akan menjadi bahan refleksi bahwa karakter orang tua kamu memang berbeda dari orang lain. Kamu juga bisa berkonsultasi ke ahli untuk tidak merasa sendirian dan mereka bisa membimbing kamu pada langkah-langkah yang perlu diambil dalam proses ini.
2. Lakukan langkah penerimaan
Langkah penerimaan ini maksudnya tidak serta merta tentang menerima dan menoleransi apa yang dilakukan orang tua, tetapi lebih kepada berhenti menyalahkan diri sendiri dan melihat orang tua apa adanya menjustifikasi mereka.
Perjalanan individu dalam menerima keadaan berbeda-beda. Langkah penerimaan ini maksudnya tidak serta merta tentang menerima dan menoleransi apa yang dilakukan orang tua, tetapi lebih kepada berhenti menyalahkan diri sendiri dan melihat orang tua apa adanya menjustifikasi mereka.
Mulailah dengan belajar mengaku bahwa mungkin orang tuamu telah menyakitimu sepenuhnya dan terimalah bahwa bukan tanggung jawab kamu untuk membantu mereka menjadi lebih baik. Kemungkinan mengubah sifat orang tua itu bisa dikatakan nihil. Karena orang tua merupakan sosok dewasa yang sepenuhnya sudah terbentuk pada saat anak-anaknya lahir. Daripada kecewa karena tidak mungkin mengubah mereka, maka jadilah versi terbaik diri kamu.
3. Lebarkan sayap
Kembangkan dan bangun hubungan sosial dengan orang-orang yang membuat kamu merasa aman dan tervalidasi. Pelan-pelan bangun hubungan tersebut untuk membantu membangun support system kamu di masa depan.
4. Tentukan hubungan dengan orang tua
Ketika kamu sudah belajar mengenal lebih dalam dan berdamai dengan dampak yang diberikan orang tua yang narsis, kini saatnya memutuskan bagaimana kamu ingin hubungan dengan orang tua ke depannya. Pandanglah mereka sebagai sosok yang nyata saat ini, bukan bayangan kamu di masa depan. Apa pun hubungan yang akan kamu miliki dengan orang tua di masa depan, pastikan kamu tetap menjadi orang yang baik.
5. Ikut terapi
Seperti sudah dituluskan di atas, orang tua dengan kecenderungan narsistik berpotensi membuat banyak aspek di dalam diri anak tidak berkembang. Penting untuk belajar “skill set hidup” melalui proses terapi sambil memproses luka-luka yang lama yang kamu rasakan.
BACA JUGA: 4 Tanda Pasangan Adalah Orang yang Narsis
Cover: Freepik
Share Article


POPULAR ARTICLE




COMMENTS