banner-detik
PARENTING & KIDS

Trauma Emosional Pada Anak, Kenali Tanda-tanda dan Cara Orang tua Bisa Membantu

author

Fannya Gita Alamanda08 Aug 2022

Trauma Emosional Pada Anak, Kenali Tanda-tanda dan Cara Orang tua Bisa Membantu

Tanda-tanda trauma emosional pada anak perlu untuk kita waspadai agar sebagai orang tua kita bisa bergerak cepat membantu anak.

Substance Abuse and Mental Health Services Administration (SAMHSA) bilang tidak ada anak yang kebal dari stres setelah mengalami kekerasan fisik dan emosional, atau trauma psikologis sehingga mereka pasti butuh pertolongan. Agar bisa memberi bantuan, orang tua perlu tahu dulu masalah yang dihadapi anak serta tanda-tanda Si Kecil membutuhkan bantuan, sumber masalahnya, akibat yang harus ia derita, dan bagaimana memberi pertolongan tepat.

Simak penjelasan Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S. Psi., Psikolog mengenai seluk beluk trauma emosional pada anak

Peristiwa-peristiwa yang menyebabkan trauma emosional pada anak

–  Intimidasi

– Peristiwa yang mengancam hidup atau jiwa si anak (kecelakaan, bencana alam, sakit berat, peperangan, kerusuhan, terpaksa mengungsi dan lain lain)

– Peristiwa-peristiwa drastis yang mengubah kehidupan si anak (perceraian, pandemi, dan lain lain)

– Peristiwa yang melibatkan kekerasan (perundungan, kekerasan seksual, termasuk kekerasan dari orang yang dicintai).

Hal penting yang perlu diketahui juga oleh para orang tua adalah setiap anak memiliki reaksi yang berbeda-beda.  Satu hal lagi, respon terhadap trauma juga dapat bervariasi berdasarkan usia dan atau tahap perkembangan anak.

Baca juga: Anak Pindah Sekolah, Apa yang Bisa dilakukan Agar Tidak Berujung Trauma?

Tanda-tanda anak mengalami trauma emosional

anak uas

• Gangguan pola makan (tidak mau makan atau makan lebih banyak)
• Perubahan suasana hati
• Gangguan pola tidur (banyak tidur atau sulit tidur)
• Gangguan emosional
• Sering bermimpi buruk
• Bertingkah atau berperilaku agresif
• Sulit berkonsentrasi
• Sangat menutup diri
• Atau sangat nempel dengan orang tertentu
• Murung terus menerus
• Menghindari situasi atau orang tertentu
• Ledakan emosi berlebihan

Gejala trauma apa pun bisa bersifat sementara atau jangka panjang, itulah sebabnya mengenali tanda-tanda sejak dini dan memberi dukungan kepada anak Anda sangat penting.

Cara orang tua bisa bantu

Perhatikan jika ada perubahan besar dalam perilaku anak, terutama gangguan makan atau tidur (mimpi buruk, takut tidur sendirian, atau tidur lebih banyak dari biasanya), kecemasan yang tinggi, dan sangat terikat dengan satu individu tertentu, menghindari tempat atau individu tertentu, gejala somatik tanpa penyebab fisik yang jelas seperti sakit perut atau sakit kepala, atau perubahan suasana hati yang tiba-tiba (lekas marah atau agresif).

Ini adalah cara anak mencoba mengatasi peristiwa traumatis yang dialaminya dan yang paling ia butuhkan adalah pengertian da kehadiran Anda yang bisa membuatnya tenang, serta dukungan untuk membantunya melewati trauma.

Mommies bisa mengupayakan beberapa hal di bawah ini

• Pahami apa yang telah terjadi pada anak
• Hadir untuk anak
• Jadilah tempatnya berlindung yang dapat ia andalkan
• Berikan perasaan aman yang sangat ia butuhkan
• Cari tahu sebab dari perubahan perilakunya
• Ajak anak bicara soal ketakutan atau kecemasannya dan bicarakan apa yang bisa membantu anak mengatasi traumanya
• Jika diperlukan, Mommies bisa mengajak anak ngobrol dengan psikolog anak

Jangan lupa, orang tua yang anaknya mengalami trauma emosinal kemungkinan besar juga harus menghadapi masalah yang sama dan itu berarti Mommies pun butuh bantuan baik dari pasangan, sahabat, komunitas spiritual, dan psikolog jika memang diperlukan. Prinsipnya, Anda tak bisa menguatkan orang lain jika diri Anda sendiri sedang lemah.

Apakah trauma emosional pada anak bisa sembuh?

Kabar baiknya adalah trauma masa kanak-kanak dapat diatasi dengan terapi dan perubahan di lingkungan tempat tinggal untuk membantu anak merasakan aman dan kondisi yang stabil. Orang tua hanya perlu memberikan banyak, banyak sekali cinta, pengertian, dan kesabaran untuk membantu si kecil, bersama Anda, melewati badai sambil tetap berdiri tegak.

Share Article

author

Fannya Gita Alamanda

-


COMMENTS