Suara Hati Anak Nongkrong Dukuh Atas: "Kami nggak Aneh-Aneh kok, Kak"

Parenting & Kids

Mommies Daily・18 Jul 2022

detail-thumb

Fenomena anak nongkrong di area Stasiun MRT BNI City di Dukuh Atas cukup menarik jika dikulik dari berbagai sisi. Mommies Daily pun mencoba mendengar pendapat mereka mengenai pandangan yang diberikan oleh masyrakat.

Di balik fenomena anak remaja yang ramai nongkrong di Stasiun MRT BNI City Dukuh Atas, ternyata banyak hal menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan.

Ada beberapa orang yang tak masalah dengan fenomena Sudirman Squad atau Citayam Fashion Week, tetapi banyak juga yang tidak setuju, menganggap kumpulan remaja tersebut membuat lingkungan kotor karena tidak menjaga kebersihan dan punya gaya berteman yang terlalu bebas.

Mommies Daily pun berkunjung langsung dan bertanya kepada beberapa remaja di sekitar Stasiun MRT BNI City tentang alasan mereka berkumpul di sana serta pendapat mereka mengenai pandangan yang diberikan oleh masyarakat.

BACA JUGA: Tips Orang Tua Bisa Lebih Dekat dengan Anak Ketika Mereka Beranjak Remaja

“Kami Baru Pertama Kali ke Sini!”

11 dari 15 remaja yang Mommies Daily wawancarai mengaku bahwa mereka baru pertama kali datang ke area Stasiun MRT BNI City di Dukuh Atas. Tidak sendirian, mereka kebanyakan datang bergerombol dengan beberapa orang teman. Salah satunya adalah Sabrina (14 tahun) yang datang dengan dua orang teman dari daerah Tangerang. Mereka mengatakan bahwa penasaran adalah alasan yang membuat ketiganya datang ke daerah tersebut.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Dhea Rahma (18 tahun). Alasan dia datang ke Jakarta untuk pertama kalinya dan langsung menjambangi daerah Sudirman karena kabar viralnya daerah tersebut. “Pertama, kan, karena di sini lagi viral. Jadi kayak pengen tahu gimana, sih, Sudirman. Ternyata rame banget,” ucap Dhea (18 tahun) yang datang dari Citereup bersama teman-teman dan saudaranya.

Namun selain penasaran, beberapa anak mengaku kalau mereka datang ke area Stasiun MRT BNI City di Dukuh Atas karena ingin bertemu dengan sosok Jeje dan Bonge yang sedang viral di media sosial. Syauqiyah (17 tahun) dan kedua temannya bahkan sudah berhasil bertemu langsung dan foto bersama Jeje sebelum diwawancara oleh tim Mommies Daily.

“Kami Gak Punya Tujuan Aneh!”

Semata-mata karena rasa penasaran membuat banyak anak nongkrong yang Mommies Daily temui mengaku tak punya niatan aneh saat datang ke daerah Sudirman tersebut. Viralnya lokasi nongkrong ini di plaform Instagram dan TikToklah yang membawa kebanyakan dari mereka berkumpul di sana.

Dari pantauan yang terlihat, kegiatan yang dilakukan juga tidak banyak. Selain duduk menikmati jajanan pinggir jalan, para anak dan remaja yang berkumpul juga terlihat saling berfoto, mengambil video untuk media sosial, termasuk dengan gaya wawancara yang sedang ramai (seperti yang juga dilakukan tim Mommies Daily), dan saling mengobrol satu sama lain.

Cliff (17 tahun), salah satu remaja yang pernah beberapa kali datang ke area Sudirman, mengaku senang ketika datang ke sini. Selain bisa melatih kemampuan fotografinya selama di area tersebut, Cliff juga senang karena bisa bertemu dan mengenal banyak orang baru.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Faiz (21 tahun), mahasiswa Komunikasi Penyiaran yang kemarin datang ke Sudirman langsung dari kampusnya. “Di kuliah saya ikut jurusan sinematografi, jadi saya suka bikin video konten dan foto-foto di sini,” ujar Faiz yang sudah beberapa kali bertandang ke area Sudirman.

Kalau menanggapi penilaian banyak orang yang pro dan kontra dengan kegiatan kumpul-kumpul di Sudirman, Adi (19 tahun) membebaskan pikiran setiap orang. “Kalau dari pendapat saya, nilai positif dan negatif itu balik ke orangnya masing-masing, ke sini tujuannya mau ngapain. Tapi kalau menurut saya, ya, positif, soalnya buat konten, kan, termasuk berkarya dan jadi bagian dari seni juga.” jelas Adi.

“Kami Sudah Izin Orang Tua!”

Satu hal yang perlu diketahui oleh banyak orang, kebanyakan dari anak-anak yang diwawancara Mommies Daily ternyata meminta izin dari orang tua mereka sebelum pergi di area Sudirman. Dhea bahkan bercerita kalau dirinya diantar sendiri oleh sang mama sampai ke stasiun sebelum akhirnya dia bertemu dengan teman-teman dan berangkat ke Sudirman.

Kebetulan ketika Mommies Daily berkunjung, banyak remaja yang masih libur sekolah sehingga mengisi waktu luang mereka di sana. Mungkin karena masih libur jadi salah satu alasan yang membuat para orang tua mengizinkan anak-anaknya untuk bermain ke Sudirman.

Hal ini bisa memberi gambaran bahwa anak-anak yang ramai mengunjungi daerah Sudirman tidak sembarangan bermain dan sudah terlebih dulu mendapatkan izin dari orang tua. Sabrina bahkan dapat pesan spesial dari sang ibu. Seperti kebanyakan orang tua dengan anak remaja perempuanyan pada umumnya, Sabrina diizinkan bermain ke Sudirman, asalkan tidak dengan anak laki-laki.

Arul (16 tahun), salah satu teman Dhea, bahkan sangat mementingkan izin orang tua sebelum pergi bermain. “Harus izin sama orang tua. Kalau orang tua boleh, ya, boleh (main) tapi kalau gak boleh, ya, jangan maksain. Nanti takutnya celaka di jalan,” saran Arul. Selain Arul, Cliff juga mengutamakan izin dari orang tuanya sebelum mengambil foto di Sudirman. “Kalau aku, sih, tadi izin. Pasti izin.” jawab Cliff.

“Kami Jaga Kebersihan!”

Salah satu ketakutan banyak orang, dan beberapa waktu lalu terbukti, adalah banyaknya sampah yang menumpuk akibat kegiatan nongkrong di area Sudirman. Namun anak-anak yang Mommies Daily temui juga sadar akan hal itu dan berusaha menjaga kebersihan ketika berkunjung ke sana.

Hampir semuanya menerapkan hal itu pada diri mereka sendiri dan menyarankan kepada teman-teman lain yang berencana untuk datang ke Sudirman agar menjaga kebersihan. “Kalau mau datang ke sini yang penting itu jaga kebersihan, sih. Jangan buang sampah sembarangan,” ungkap Dhea.

Foto Pexels

Di balik fenomena tongkrongan yang viral di Dukuh Atas dan menuai pro kontra dari publik, alasan dari para anak remaja ini datang ke tempat tongkrongan viral itu cukup sederhana. Mereka lebih ingin seru-seruan saja di di Sudirman sekaligus membuat konten untuk diunggah ke media sosial masing-masing. Selain itu, mereka juga ingin berkenalan dan menambah teman.

Beberapa anak bahkan ada yang baru pertama kali datang ke Jakarta, seperti Dhea. Dia mengakui bahwa dirinya kagum dengan Jakarta yang punya banyak gedung tinggi dan menjulang. Perjalanannya juga cukup terbantu dengan adanya kereta, meski akses dari rumahnya sendiri (Citereup) ke stasiun (Cibinong) bukanlah hal yang mudah.

Dirinya mengaku sejak lama sudah lama ingin ke Jakarta, tetapi alasannya belum cukup besar dengan akomodasi yang mungkin sebelumnya kurang memadai. Mewawancarai Dhea dan rekan-rekannya membuat kami sadar bahwa Jakarta punya pesona tersendiri bagi anak-anak yang tinggal di pinggiran Jakarta.

Mungkin tidak terlihat istimewa bagi kita yang sudah lama tinggal dan beraktivitas di Jakarta, tetapi tidak untuk anak-anak tersebut. Jadi, melihat mereka datang dengan tampilan terbaiknya dan menikmati keindahan Jakarta mungkin jadi hal yang dianggap aneh oleh masyarakat Jakarta sendiri.

Padahal itu hal yang sangat normal. Tidak ada bedanya dengan orang Jakarta yang pakai baju terbaik mereka dan mendatangi sebuah cafe atau restoran terbaru yang juga sedang viral. Kegiatannya juga sama, yaitu foto-foto, membuat video dokumentasi, video untuk konten medsos, dan segala kegiatan lainnya, yang serupa dilakukan oleh anak-anak di Sudirman tersebut. Jadi, mungkin bisa dibilang ini sebenarnya hal yang wajar tapi ‘pasar’nya saja yang berbeda.

Salah satu hal baik yang perlu diapresiasi adalah fakta bahwa para remaja yang nongkrong di kawasan Dukuh Atas ini sudah cukup sadar bahwa meskipun mereka berkumpul di sana, mereka juga harus tetap menjaga kebersihan lingkungan. Terakhir, mereka juga mendapatkan izin orang tua terlebih dahulu sebelum pergi dan bagi mereka itu adalah hal yang penting.

BACA JUGA: Cara Bernegosiasi dengan Anak Remaja Anda

Penulis: Katharina Menge dan Dhevita Wulandari