Ternyata rutinitas dan ritual kegiatan keluarga itu berbeda, lho. Bagaimana cara membedakannya dan apa manfaatnya untuk anak?
Apa sebenarnya perbedaan antara ritual dan rutinitas dalam kegiatan keluarga? Menurut psikolog Barbara H. Fiese, ritual dan tradisi berfungsi sebagai simbol yang menyampaikan pesan “inilah kita” sebagai sebuah kelompok, sekaligus menjaga kesinambungan makna antar generasi dalam keluarga. Sebaliknya, rutinitas lebih berperan sebagai cara menyampaikan pesan bahwa “inilah hal yang perlu dilakukan.”
Sebagai contoh, memandikan anak pukul 07.00 lalu menidurkannya pada pukul 07.30 termasuk rutinitas harian. Namun, ketika Mommies menambahkan sentuhan personal seperti ciuman khas, jabat tangan khusus, atau lagu tertentu, rutinitas tersebut dapat berubah menjadi ritual yang lebih bermakna.
Kenapa Ritual Keluarga Penting? Apa Manfaatnya?
Barbara H. Fiese bersama rekan-rekannya di Stanford melakukan tinjauan terhadap 50 tahun penelitian mengenai ritual dan tradisi keluarga, yang dipublikasikan dalam Journal of Family Psychology.
Hasil tinjauan tersebut menunjukkan bahwa baik rutinitas maupun ritual keluarga berperan dalam menciptakan stabilitas, serta berkaitan dengan pembentukan identitas diri pada remaja, kesehatan anak, pencapaian akademik, dan kepuasan pernikahan.
BACA JUGA: Anak Susah Lepas Gadget saat Liburan? Ini Cara Mengatasi dari Psikolog
17 Ide Ritual Keluarga dan Manfaatnya

Foto: tirachardz/Freepik
Berikut ini beberapa contoh ritual kegiatan keluarga beserta manfaat yang tersimpan di baliknya. Ritual Mommies dan anak-anak yang mana?
Ritual Kegiatan Keluarga yang Meningkatkan Rasa Positif
- Family Cuddle. Ketika Mommies dan pasangan pulang kantor, sempatkan untuk cuddle di atas tempat tidur bersama-sama, saling memeluk selama 5-10 menit.
- High & Low sharing. Tentukan waktu yang tepat ketika seluruh anggota keluarga bisa berkumpul bersama. Misal saat sarapan pagi, atau makan malam. Minta setiap orang untuk sharing high moment atau low moment yang ia alami hari itu atau hari sebelumnya.
Ritual Kegiatan yang Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab
- Pilih satu hari setiap minggu untuk bebersih rumah dan berikan masing-masing anak satu tugas yang harus ia lakukan.
- Tugaskan masing-masing anak, minimal 1 tugas, saat membereskan meja sebelum dan sesudah makan. Misal si kakak bertugas mencuci piring bekas makan, sementara adik mengelap piring yang sudah dicuci kakak.
- Cari satu kegiatan yang bisa melibatkan seluruh anggota keluarga, misalnya mengecat dinding atau membuat kue untuk dijual.
BACA JUGA: Anak dan Radikalisme, Ini Cara Orang Tua Mencegah Tindakan Ekstrem!
Ritual Kegiatan yang Meningkatkan Ikatan Keluarga
- Libatkan anggota keluarga saat masak makan malam. Jika tidak mungkin, sama-sama menentukan menu masakan hari itu juga bisa.
- Pilih cerita favorit untuk dibaca bersama-sama setiap malam.
- Sebelum semua anggota keluarga berangkat tidur di malam hari, biasakan untuk saling mengucapkan “I Love You,” “Selamat tidur dan mimpi indah,” dan lain-lain.
- Jika anak merespons sentuhan dengan baik, akhiri setiap malam dengan pijatan lembut yang menenangkan sebelum waktu tidur.
- Saat mengucapkan selamat malam, Mommies bisa menyebutkan satu per satu orang yang menyayangi anak, seperti, “Mama sayang kamu. Papa sayang kamu. Nenek juga sayang kamu.” Cara ini membantu anak merasakan bahwa ia dicintai dan diterima oleh banyak orang di sekitarnya.
Ritual Kegiatan Keluarga yang Mengembangkan Rasa Memiliki
- Di hari spesial, misalnya di hari ulang tahun anak, berikan kebebasan padanya untuk memilih sarapannya sendiri.
- Siapkan aktivitas khusus keluarga di hari-hari libur, misal berkemah di kaki gunung, atau road trip ke luar kota.
- Ciptakan satu malam dengan tema tertentu, misal Malam Kamis Manis lalu tentukan aktivitas apa yang spesial di malam tersebut. Misal nonton satu seri kartun sambil makan popcorn.
- Siapkan satu toples besar lalu minta anak masukkan kertas berisi hal yang ia syukuri hari itu. Lalu buka di akhir bulan dan baca bersama-sama.
- Buat jabat tangan khusus dengan masing-masing anak agar mereka merasa istimewa, dihargai, dan memiliki ikatan yang unik dengan orang tuanya.
- Saat salah satu anggota keluarga ulang tahun, buatkan kue spesial atau masakan favorit mereka.
- Nggak harus dilakukan setiap hari Minggu, adakan sarapan pancake spesial setiap hari Minggu pertama di setiap bulan.
BACA JUGA: 6 Perbedaan Pertengkaran Anak Hanya Konflik VS Sibling Rivalry
Penulis: Dewdew
Diperbarui: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo
Editor: Dhevita Wulandari
Cover: Freepik