Now Reading
Para Orang Tua, Waspadai Demam Rematik Pada Anak

Para Orang Tua, Waspadai Demam Rematik Pada Anak

adiesty

Demam rematik bukanlah demam biasa sehingga butuh penanganan yang tepat. Itu sangat membahayakan karena reaksi peradangan yang muncul, bisa menyerang  jantung.

Sedih sekali membayangkan Si Kecil menderita demam rematik. Ini tidak seperti demam pada umumnya, tetapi terjadi nyeri sendi hingga timbul benjolan-benjolan kecil di bawah kulit yang membuat anak kesulitan berjalan.

Sebenarnya, demam rematik dapat dialami oleh siapa saja. Namun, umumnya penyakit ini menyerang anak berusia 5 hingga 15 tahun. Meski tergolong demam yang serius dan disebabkan oleh infeksi bakteri, demam rematik tidak menyebar ke orang lain.

BACA JUGA: Infografik: Pertolongan Pertama pada Anak Demam, Batuk, & Pilek

Untuk mengetahui dan memahami apa itu demam rematik dan bagaimana cara mengatasinya, berikut informasi dari dr. Rianita Syamsu, Sp.A, dokter spesialis anak dari RS Bunda Depok.

Apa yang dimaksud dengan demam rematik?

Demam rematik ini merupakan penyakit vascular kolagen multisistem yang terjadi setelah infeksi bakteri Streptococcus grup A pada individu yang rentan. Jadi, biasanya didahului dengan infeksi atau radang tenggorokan akut sekitar 2-3 minggu sebelumnya.

Gejala

Pertama, terjadi poliarthritis atau radang sendi yang menyerang lebih dari satu sendi–ditandai dengan bengkak dan nyeri pada sendi lutut, mata kaki, siku, pergerakan tangan dan biasanya berpindah-pindah.

Selanjutnya, terjadi karditis atau radang pada jantung, yang ditandai bunyi jantung yang cepat dan terdengar bising jantung. Kondisi ini ditemukan pada 50% kasus. Kemudian, Erythema marginatum, bercak kemerahan tidak gatal pada badan dan anggota gerak bagian dalam. Ditemukan pada kurang dari 10% kasus.

Selanjutnya adalah nodule subcutaneous berupa benjolan kecil diameter 0.2-2 cm yang keras, tidak nyeri, tidak gatal, pada daerah ekstensor sendi seperti punggung tangan, lutut, dan sebagainya.

Di samping itu, terjadi juga Korea Sydenham, ditemukan pada 15% kasus terutama pada anak perempuan dan ditandai perubahan kepribadian sementara, gerakan spontan tidak terkontrol, serta disertai kelemahan otot.

Sementara itu, ada pula kriteria minor, yaitu demam terjadi yang terjadi pada fase awal.

Apakah demam rematik ini bisa dicegah? Dengan vaksin, misalnya?

Tidak ada vaksin untuk mencegah penyakit ini. Diperlukan kontrol atau evaluasi dalam 5 tahun setelah terjadi serangan pertama, karena bisa terjadi kekambuhan.

Mengapa lebih sering menyerang anak-anak?

Kemungkinan karena pada usia itu anak mulai bergaul dan jajan sehingga rentan terjadi infeksi atau radang tenggorokan.

Apakah demam rematik ini juga dipengaruhi oleh status anak yang kekurangan gizi atau pola hidup yang kurang sehat?

Penyakit ini memang lebih banyak terjadi di negara sedang berkembang. Mungkin karena penduduk yang padat memudahkan penularan infeksi. Ditambah lagi, di negara sedang berkembang jajanan pada usia 5-15 tahun banyak yang kurang higienis. Juga banyak yang belum rutin cuci tangan sebelum makan termasuk jajan.

BACA JUGA: Infografik: Demam Berdarah

Mengapa bisa menyerang jantung dan menyebabkan gagal jantung?

Diduga melalui proses autoimmune, yang sering terjadi pasca infeksi Streptococcus grup A, dapat menyerang sendi, jantun, dan ginjal.

Bagaimana cara mengobatinya?

Segera ke dokter untuk evaluasi gejala dan pemeriksaan lab penunjang diagnosis. Bedrest bervariasi tergantung berat ringannya penyakit. Analgesic asam salicylate diberikan segera setelah terdiagnosa.

Mudah-mudahan, lewat pemaparan dr. Ryanita, kita bisa lebih hati-hati ya, Mommies. Terutama soal jajan anak, tidak ada salahnya untuk membiasakan anak tidak jajan sembarangan. Lebih baik, kita saja yang menyiapkan bekal sehat untuknya. Setuju nggak?

View Comments (3)
  • gw kaget banget liat artikel ini. gw 36thn dan gw baru tau last week kalo gw ada penyakit rheumatic heart disease dan sudah merusak katup jantung gw. gw ga pernah tau kapan kenanya (krn dr kecil jarang bgt sakit) dan bagaimana. selama ini pun gw ngerasa sangat fit, malah banyak yg bilang gw ga ada capenya. kl temen2 ikut jalan2 ama gw suka pada tobat2 deh. tiba2 belakangan gw suka cepet cape dan berdebar. jd cek dokter. dari EKG dan threadmill ga pernah ketauan. tapi pas di echo ketauan. rasanya hancur banget hidup gw, sedih banget, karna the damage has been done. ga bisa diperbaiki lagi katup jantung ini. seminggu ini masih cari tahu lebih banyak soal penyakit ini.

    at the same time bersyukur banget, gw TTC (trying to concieve) for 8-9 years, uda ke banyak dokter, dokter2 aja bingung kenapa gw ga hamil2, secara cek suami istri semua oke. sampe ke sinshe aja dia ikutan bingung, dia blg gw ini tipe yang di peluk aja hamil kok harusnya. thats why gw ga pernah mau ngotot TTC nya karna gw tau Tuhan tau yang terbaik buat gw. ga kebayang kl gw hamil dengan kondisi begini (ada teman gw baru meninggal 1-2minggu lalu dalam keadaan hamil karna dia memang dari kecil ada masalah dengan katup jantung, memang ga bole hamil sih harusnya).

    bener banget, temen2 yang punya anak dijaga ya, gw seumur2 ga pernah tau ada penyakit ini. kalo tau tiap gw sakit gw cek deh asto dll itu.
    Mbak Santi Rahayu, semoga anaknya cepat sehat ya. sempat baca penyakit ini sebenernya sangat gampang di obatin dan ga akan sampai berbahaya kalo aja di obatin dengan baik (in my case karna ga ketauan sama skali), jd untunglah kalo sudah ketauan, pasti diobati sampai tuntas dan anaknya akan sehat selalu ya :) Gbu.

  • Hi Lucy,

    Terima kasih ya doanya..saya juga doakan semoga Lucy & suami dikuatkan. Segala sesuatunya terjadi atas seizin-Nya, yang lebih tau apa yang terbaik buat kita.

    Nasa istirahat total 1 bulan di rumah, karena sempat menyerang sendi leher dan tulang ekornya, jadi sempat gak bisa bangun, duduk ataupun membungkuk. Tetapi karena terdeteksi cukup dini Alhamdulillah ini bisa lumayan cepat sembuh dan sekolah lagi dari 2 minggu lalu. Anak saya padahal bisa dikatakan tidak jajan sembarangan Mbak, karena tidak pernah saya beri uang jajan baik saat ke sekolah maupun di rumah. Tidak pernah saya tinggalin uang. Jadi hanya makan bekalnya dan di rumah ya makan cemilan yang dibuat mbak di rumah atau snack jadi.

    Intinya memang harus hati-hati, dan tidak pernah meremehkan penyakit apapun, meski gejalanya terlihat biasa saja, seperti batpil pada umumnya.
    Semoga artikel ini sedikit banyak bisa menambah wawasan para mommies :)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top