Now Reading
Anoreksia Nervosa: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

Anoreksia Nervosa: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

Dhevita Wulandari
anoreksia

Sering takut secara berlebihan jika berat badan naik atau memiliki tubuh kurus yang kurang dari berat badan normal? Bisa jadi itu merupakan gejala anoreksia.

Anoreksia atau anorexia nervosa adalah sebuah gangguan makan yang serius, ditandai dengan turunnya berat badan secara drastis sehingga tubuh terlihat sangat kurus. Anoreksia juga termasuk gangguan psikologis atau mental  karena penderita memiliki rasa takut yang berlebihan jika berat badannya naik. Penderita anoreksia biasanya memiliki pola pikir yang salah soal makan dan berat badan. Oleh sebab itu, gangguan ini tidak boleh dianggap sepele dan dibiarkan tanpa mengatasinya. Jika dibiarkan, itu bisa membahayakan keselamatan dan kesehatan diri sendiri.

Jika dilihat secara fisik, penderita anoreksia memiliki tubuh yang kurus. Namun, kurusnya berbeda dengan orang yang memang memiliki badan langsing. Pada penderita gangguan makan ini, tubuh kurusnya terlihat agak ekstrem karena daging nyaris tidak ada, kulit menyusut dan seperti berkerut, dan tulang-tulang pun terlihat sangat jelas dibalik kulit yang menutupinya. Secara medis, kondisi fisik mereka dinyatakan tidak normal.

BACA JUGA: Fakta Diet Pegan yang Sedang Menjadi Trend

Namun, apa sebenarnya yang menyebabkan seseorang mengalami anoreksia?

Penyebab Anoreksia

anoreksia
Gambar dari Unsplash

Belum ada alasan pasti mengenai apa yang memicu anoreksia. Namun, gangguan makan ini diduga masih ada kaitannya dengan faktor biologis, psikologis, dan lingkungan.

Dengan kata lain, dapat diartikan bahwa secara biologis, seseorang kemungkinan mengalami anoreksia karena memiliki kecenderungan genetik dan bersifat menurun dari keluarga yang mengalami gangguan dan kelainan makan lainnya. Kemudia, untuk faktor psikologis dan lingkungan, anoreksia bisa muncul akibat:

  • Rasa percaya diri yang rendah.
  • Merasa cemas berlebihan.
  • Diet ketat yang berlebihan.
  • Tidak makan meski lapar.
  • Pernah mengalami pelecehan seksual.
  • Sering dikritik soal bentuk tubuh dan berat badan yang terlalu gemuk, sehingga membuat penderita anoreksia berambisi untuk memiliki tubuh yang kurus.
  • Terlalu terobsesi memiliki tubuh yang kurus. Hal ini dapat terjadi ketika seseorang dituntut dalam profesi seperti model, penari balet, atlet, dan lain-lain.
  • Ketergantungan alkohol dan obat-obatan terlarang.

Gejala

Seseorang yang mengalami anoreksia sangat terobsesi memiliki tubuh yang kurus dan dapat melakukan berbagai cara untuk mendapatkannya, tidak peduli apakah hal itu membahayakan kesehatan mereka atau tidak. Gejala yang dialami penderita anoreksia dapat dilihat dari gejala perilaku dan gejala fisik.

Gejala perilaku yang dapat dilihat seperti:

  • Tidak mau makan atau membatasi makanan.
  • Memuntahkan kembali makanan yang sudah dimakan.
  • Menggunakan obat pencahar.
  • Melakukan olahraga secara berlebihan.

Kemudian, gejaja fisik yang dapat dilihat seperti:

  • Penampilannya lebih kurus dibandingkan orang kurus pada normalnya.
  • Penurunan berat badan yang ekstrem.
  • Sering merasa kelelahan.
  • Tekanan darah rendah.
  • Mengalami insomnia.
  • Sering mengalami sembelit dan sakit perut.
  • Rambut rontok dan patah hingga terlihat menipis.
  • Kemungkinan mengalami pusing dan pingsan.
  • Kulit kering.
  • Tulang wajah dan tubuh terbentuk dengan jelas.

BACA JUGA: Turun Berat Badan Sampai 44 Kg, Adele Menjalani Diet Sirtfood

Cara mengatasi 

Menemui dan berkonsultasi dengan dokter merupakan cara terbaik untuk mengidentifikasi apakah seseorang mengalami anoreksia. Itu juga dilakukan agar kondisinya tidak semakin parah dan merugikan kesehatan penderitanya. Jika Mommies mengetahui ada anggota keluarga atau teman yang mengalami gejala-gejalanya, cobalah untuk mengajaknya bicara dan pertimbangkan untuk menemui dokter dan psikolog untuk dapat diberikan penanganan yang tepat dan sesuai.

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top