Now Reading
SIDS atau Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi: Fakta dan Cara Meminimalkan Risikonya

SIDS atau Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi: Fakta dan Cara Meminimalkan Risikonya

Sudden Infant Death Syndrome atau sindrom kematian mendadak pada bayi jadi momok paling menakutkan para orang tua. Penting untuk tahu cara meminimalkan risikonya.

Dokter spesialis anak, dr. Vicka Farah Diba Msc.SpA menjelaskan, Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) adalah sindrom kematian mendadak pada bayi  berusia di bawah satu tahun yang sampai saat ini tidak dapat dijelaskan penyebabnya.

Namun, banyak ahli menduga SIDS ada kaitannya dengan kelainan pada otak yang menyebabkan gangguan pernapasan dan gangguan untuk bangun. Ada pula yang mengaitkan SIDS dengan mutasi atau kelainan genetik. Karena sindrom ini bisa terjadi tanpa menimbulkan gejala atau keluhan sebelumnya, maka orang tua perlu paham cara mengurangi risiko terjadinya SIDS.

Baca juga: Tanda-tanda Bayi Stress

Siapakah yang berisiko?

• Bayi yang tidur tengkurap atau tidur menyamping.
• Bayi lahir prematur atau dengan bobot tubuh yang kurang.
• Kepanasan saat tidur.
• Permukaan tempat tidur yang terlalu empuk, selimut yang terlalu lembut dan boneka berbulu.
• Ibu yang merokok, peminum alkohol, dan pengguna narkoba selama masa kehamilan dan setelah melahirkan. Bayi yang berada di lingkungan keluarga perokok (bayi menjadi perokok pasif) 3 kali lebih berisiko alami SIDS.
• Ibu yang masih berusia di bawah 20 tahun ketika melahirkan.
• Ibu yang perawatan ante natalnya kurang memadai. Jarang, terlambat, atau tidak melakukan pemeriksaan selama masa kehamilan.
• Memiliki saudara kandung yang meninggal karena SIDS.

Mengurangi risiko terjadinya SIDS atau Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi

– Upayakan menidurkan bayi berusia di bawah 1 tahun dengan posisi telentang. Tidur tengkurap atau menyamping (bayi akan mudah berguling ke posisi tengkurap) akan meningkatkan risiko SIDS.

– Anda dapat sangat mengurangi risiko SIDS dengan cara menciptakan lingkungan tidur yang aman untuk bayi:

• Menidurkan bayi dengan posisi telantang.
• Pilih alas tidur yang datar dan tidak terlalu empuk. Jauhkan selimut dan boneka berbulu dari tempat tidurnya.
• Saat bayi tidur, pastikan suhu di kamarnya tidak terlalu panas.
• Berbagi kamar tanpa berbagi tempat tidur seperti meletakkan buaian bayi di sebelah tempat tidur Anda, paling tidak sampai ia berusia 1 tahun, ketika risiko SIDS paling tinggi.
• Pastikan pakaian yang ia kenakan saat tidur nyaman dan tidak tebal (suhu kamar). Perhatikan tanda-tanda jika ia kepanasan seperti berkeringat dan gelisah.
• Jangan izinkan siapa pun merokok di sekitar bayi Anda. Paparan asap rokok juga meningkatkan risiko pada bayi dan risiko ini kian tinggi jika orang tua yang perokok tidur bersama bayi mereka.

Apa yang harus dilakukan Ibu untuk menghindari Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi?

• Rutin periksa kehamilan.
• Jauhi alkohol dan narkoba selama masa kehamilan dan setelah melahirkan. Orang tua yang mengonsumsi alkohol dan narkoba tidak boleh berbagi tempat tidur dengan bayi mereka.
• Tidak merokok sebelum, selama, dan setelah melahirkan. Bayi dari ibu perokok lebih berisiko mengalami SIDS.
• Susui bayi Anda. Hindari penggunaan dot saat menidurkan bayi selama tahun pertama kehidupannya.
• Pastikan bayi Anda mendapatkan semua imunisasi yang direkomendasikan. Penelitian menunjukkan bayi yang telah menerima vaksin memiliki risiko mengalami SIDS 50% lebih rendah.

Alasan mengapa tidur tengkurap berbahaya buat bayi

SIDS lebih mungkin terjadi pada bayi yang tidur tengkurap. Beberapa peneliti percaya jika bayi tidur tengkurap jalan napasnya akan terhalang dan melukai pernapasannya. Tidur tengkurap dapat meningkatkan “rebreathing” – ketika bayi menghirup kembali udara yang diembuskan olehnya – terutama jika bayi tidur di kasur empuk. Saat bayi menghirup kembali udara yang diembuskan, tingkat oksigen di dalam tubuh turun dan tingkat karbondioksida meningkat.

Bayi yang meninggal karena SIDS mungkin memiliki masalah dengan bagian otak yang membantu mengontrol pernapasan dan bangun saat tidur. Jika bayi menghirup udara pengap dan tidak mendapatkan cukup oksigen, otak biasanya memicu bayi untuk bangun dan menangis untuk mendapatkan lebih banyak oksigen. Nah, jika otak bayi tidak menangkap sinyal ini, kadar oksigen akan terus turun.

Beberapa orang tua mungkin khawatir tentang “sindrom kepala datar” (plagiocephaly positional). Ini adalah saat bentuk bagian belakang kepala bayi menjadi datar karena sering berbaring telentang. Jangan khawatir, ini mudah diatasi dengan rutin mengubah posisi tidur bayi dan memosisikan bayi tengkurap (sambil diawasi) saat dia bangun.

Baca juga: Helm Terapi Untuk Bayi yang Memiliki Kepala Datar

Sedangkan orang tua lain mungkin takut bayi yang tidur telentang bisa tersedak ludah atau muntah mereka sendiri. Namun, hanya bayi dengan malformasi saluran napas atas tertentu yang mungkin perlu tidur tengkurap.

Tapi yang paling bijaksana adalah berkonsultasi dengan dokter anak Anda jika punya pertanyaan tentang posisi tidur terbaik untuk bayi Anda.

Photo by hessam nabavi on Unsplash

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top