banner-detik
INFANT

Mongolian Spot, Bercak Biru Pada Kulit Bayi, Aman atau Berbahaya?

author

gitalarasw30 Sep 2021

Mongolian Spot, Bercak Biru Pada Kulit Bayi, Aman atau Berbahaya?

Mommies pasti pernah melihat bercak biru yang terdapat pada kulit bayi. Itu disebut dengan mongolian spot. Amankah jika anak kita memilikinya?

Mongolian spot merupakan sejenis tanda lahir berwarna abu-abu hingga kebiruan yang kerap muncul pada kulit bayi. Istilah medisnya disebut congenital dermal melanocytosis. Ia biasanya ditemukan pada bokong atau punggung bawah bayi. Meski begitu, tanda lahir ini juga kerap muncul di lengan atau kaki.

Mongolian spot bisa muncul ketika bayi baru saja dilahirkan atau beberapa saat setelahnya. Dilansir dari Healthline, bercak tersebut muncul ketika melanosit (sel yang menghasilkan pigmen atau melanin) tetap berada di lapisan kulit yang lebih dalam selama perkembangan embrio. Meski begitu, apa yang menyebabkan kondisi itu belum benar-benar diketahui.

BACA JUGA: 12 Penyakit Kulit pada Bayi dan Anak

Tanda lahir ini lebih sering muncul pada bayi keturunan Afrika, Asia, India, dan Mediterania. Meskipun ada juga bayi dengan warna kulit terang yang memilikinya.

Terkadang, kondisi tersebut kerap disalahartikan sebagai gejala gangguan tulang belakang atau spina bifida occulta. Namun, menurut keterangan Spina Bifida Association, bercak yang muncul biasanya berwarna merah, bukan abu-abu atau biru seperti pada mongolian spot.

Ciri-ciri

Karena warnanya, banyak orang mengira mongolian spot sebagai memar. Jika melihatnya pertama kali, jangan panik dulu ya, Mommies, karena bisa jadi itu hanya tanda lahir. Berikut cirinya yang membedakannya dari memar:

  • rata dengan kulit, teksturnya juga normal
  • berwarna biru atau agak keabu-abuan
  • biasanya memiliki ukuran 2-8 sentimeter
  • bentuk tidak beraturan
  • biasanya muncul saat bayi lahir atau beberapa hari sesudahnya
  • lebih sering muncul di bokong atau punggung bawah bayi
  • Yang paling penting, tidak seperti memar, bercak ini tidak akan menghilang dalam beberapa hari. Ia cenderung ‘menetap’ lebih lama di badan bayi.

    BACA JUGA: 5 Tanda Tahi Lalat si Kecil Wajib Segera Dicek ke Dokter

    Apakah berbahaya?

    Mongolian spot umumnya tidak berbahaya. Itu juga bukan tanda kanker sehingga tidak perlu intervensi medis. Namun, pada kasus yang sangat langka, bercak biru tersebut bisa mendasari kondisi neurocristopathy dan gangguan metabolisme.

    Jika bayi Mommies memiliki bercak ini, pastikan dokter menyadarinya dan membantu untuk memeriksanya lebih lanjut. Dokter biasanya langsung dapat mendeteksi mongolian spot hanya dari penampilannya. Namun, jika dokter tidak menyadari keberadaan bercak biru di tubuh bayi, beri tahu mereka untuk mengeceknya ya, Mommies.

    Mongolian spot cenderung berumur pendek dan memudar seiring berjalannya waktu, terutama saat anak memasuki usia remaja. Namun, ada juga yang memilikinya hingga dewasa. Ketika itu terjadi, perawatan laser dapat membantu menghilangkan bercak jika anak merasa terganggu olehnya.

    Share Article

    author

    gitalarasw

    -


    COMMENTS


    SISTER SITES SPOTLIGHT

    synergy-error

    Terjadi Kesalahan

    Halaman tidak dapat ditampilkan

    synergy-error

    Terjadi Kesalahan

    Halaman tidak dapat ditampilkan