Now Reading
Waspadai Pendarahan Otak Seperti yang Dialami Tukul Arwana

Waspadai Pendarahan Otak Seperti yang Dialami Tukul Arwana

Tukul Arwana mengalami pendarahan otak. Dokter dari RS Pusat Otak Nasional, Jakarta mengungkap sejumlah gejala krusial untuk menangani pendarahan otak.

Komedian Tukul Arwana mengalami pendarahan otak. Diawali gejala pusing, Tukul kemudian lemas dan setengah sadar, namun tak sampai pingsan. Tukul kemudian dilarikan ke rumah sakit oleh orang yang bekerja di rumahnya untuk kemudian menjalani operasi selama kurang lebih dua jam.

Direktur Utama dari RS PON, dr Mursyid Bustami, Sp.S (K), KIC, MARS dalam konferensi pers virtual menegaskan penting untuk masyarakat memahami gejala awal stroke serta cara penanganan yang tepat. Sebab semakin cepat penanganan, semakin besar potensi keberhasilan stroke tertangani.

Dokter Mursyid menjabarkan beberapa gejala paling krusial sebagai tanda pasien stroke sudah wajib dibawa ke rumah sakit.

Baca juga: Tidak Vaksin, Bayi 11 Bulan Kena Stroke Karena Cacar

Apa saja tanda-tandanya?

1. Pertama, yakni perubahan pada wajah secara mendadak. Artinya, salah satu sisi pada wajah kelihatan menurun padahal sebelumnya perubahan ini tak pernah ada.

2. Kedua, perubahan kemampuan berbicara dan kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi tubuh. “Tangannya satu tidak bisa bergerak atau bicaranya terganggu. Cadel, tidak bisa bicara. Itu gejala terbanyak walau banyak gejala yang lain. Tapi mengendalikan yang terlihat sudah cukup untuk masyarakat segera datang ke rumah sakit,” lanjut dr Mursyid.

3. Lalu, umumnya 70 persen pasien stroke pendarahan mengeluhkan sakit kepala. Sebagian besar 60 persen diikuti penurunan kesadaran. Ada juga yang mengalami kejang, banyak lagi gejala lain.

Baca juga:

Wah, Bayi di Dalam Kandungan Bisa Kena Stroke

Bagaimana membedakan pusing karena pendarahan otak dengan pusing kepala biasa?

Dijelaskan dr Rubiana Nurhayati, SpS dari RSPI, sakit kepala karena pendarahan otak yang timbulnya mendadak dan kadang menyebabkan penurunan kesadaran dan defisit neurologis seperti kelemahan, kesemutan ekstremitas sebelah sisi tubuh,” paparnya. Gejala tersebut tergantung volume atau luasnya pendarahan dan letak pendarahan di otak.

Pada sakit kepala biasa, biasanya rasa sakit muncul di beberapa lokasi, seperti bagian depan, belakang, atau atas kepala. sakit kepala biasa berlangsung dengan durasi 30 menit atau beberapa jam, tapi bisa menurun bahkan menghilang dengan obat pereda rasa sakit.

Sakit kepala yang berlebih bisa saja berakibat fatal karena sensasi rasa sakit yang menyerang daerah kepala dan leher bagian atas. Dengan intensitas yang berbeda-beda, sakit kepala bisa diredakan. Dan tidak ada tambahan gejala lain yang mengiringi sakit kepala biasa.

Meski begitu, bila sering sakit kepala, dr Ruby menyarankan untuk melakukan magnetic resonance imaging (MRI) atau magnetic resonance angiography (MRA brain) untuk melihat apakah ada aneurisma atau Malformasi arteri vena (AVM) yg merupakan kelainan pembuluh darah otak.

Baca juga:

Cara Diet Rendah Kolesterol dan Menu Lengkapnya

Saran dari dokter Ruby, pencegahannya adalah rutin kontrol untuk faktor-faktor risiko stroke seperti hipertensi, kolesterol kekentalan darah, diabetes melitus. Sebab, stroke pendaharan ini timbulnya selalu mendadak tanpa adanya gejala yang menyertai. Aneurisma atau AVM bisa pecah sewaktu2 dengan atau tanpa faktor pemicu,” pungkasnya.

Sumber-sumber artikel:

Satu

Dua

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top