Now Reading
Audit Pernikahan untuk Cegah Meledaknya Bom Waktu

Audit Pernikahan untuk Cegah Meledaknya Bom Waktu

adiesty
pernikahan

Ternyata, dibutuhkan Audit Pernikahan agar hubungan kita memiliki pondasi yang kuat dan dapat menangani setiap masalah yang muncul.

Tahun ini pernikahan saya sudah memasuki 6 tahun. Rasanya, baru kemarin kami melewati masa pacaran, kemudian dilamar, menikah dan akhirnya memiliki satu orang putera yang kami beri nama Bumi. Kalau banyak orang menganggap usia pernikahan enam tahun berarti sudah lewat masa kritis, saya sendiri tidak percaya.

Bukankah banyak pasangan yang sudah menikah belasan tahun bahkan puluhan tahun akhirnya bercerai? Penyebabnya juga bermacam-macam. Belum lama ini, saya mendengar salah satu teman dekat yang memutuskan untuk bercerai. Alasannya pun terdengar sangat klise, sudah tidak cocok.

Jadi terbukti, ya, kalau masalah dalam pernikahan itu nggak akan ada habisnya. Sudah mampu melewati fase pertama pernikahan, bukan berarti kita tidak akan menemukan masalah lagi. Hal ini dipertegas oleh Indra Noveldy, relationship coach ini mengatakan bahwa sebenarnya masalah dalam hubungan itu tidak ada urusan dengan usia pernikahan.

“Mau usia pernikahan masuk 5 tahun, 10 tahun, ataupun 20 tahun,  kalau kita tidak belajar, tidak mendalami pasangan, maka sampai kapan pun pernikahan akan penuh turbulensi,” katanya.

Ah, saya setuju dengan apa yang dikatakannya. Paling tidak, di usia pernikahan yang memang belum seberapa ini, saya dan suami menyadari kalau masih harus terus banyak belajar. Belajar memahami, belajar untuk mengerti dan belajar untuk memberi. Paling tidak saya cukup paham kalau melewati usia pernikahan 5 tahun bukanlah perkara mudah. Banyak hal yang yang saya pelajari, salah satunya adalah menyadari kalau pemicu masalah dalam rumah tangga bisa datang dari mana saja. Sekarang tinggal bagaimana menghadapi hari esok.

Penulis buku Menikah untuk Bahagia ini pun mengungkapkan untuk usia pernikahan di atas 5 tahun, biasanya masalah yang timbul adalah akibat akumulasi masalah sebelumnya. Masalah yang terus dibiarkan dan didiamkan sebelumnya, bisa meledak bahkan di tahun ke-7 ataupun tahun ke-15 pernikahan.

“Kenapa banyak pasangan suami istri yang mendiamkan masalah? Karena setiap kali coba diangkat dan dibicarakan, yang terjadi malah konflik. Suasana jadi tidak enak yang pada akhirnya banyak yang berpikir, ‘Ya, sudahlah daripada suasana jadi tidak enak, lebih baik diam saja’. Padahal jika terus seperti ini, dibiarkan saja, tentu akan meledak, kan? Ini yang  disebut bom waktu dalam pernikahan”, ungkapnya.

Lalu bagaimana solusinya? Simak penjelasan Indra Noveldy di laman selanjutnya.

Pages: 1 2
View Comments (6)
  • Adies, bulan April kemaren gw juga anniversary ke-6. Nah kalo gw sadar banget komunikasi gw dan pasangan gak bener. Apalagi sekarang lagi gak ada ART, jadi kadang suka ribet kalo berasa suami kurang mendukung trus bawann pengen merepet. Pengen sik ngobrol cantik kalo anak-anak udah tidur, tapi biasanya gw bablas tidur juga pas nemenin anak-anak tidur. Emang harus dipaksa ngobrol cantik nih dalam waktu dekat

    • Wahhh…. selamat ya, Pril…. kalau gue bulan Maret kemarin. Hahahaa, masalah merepet sih nggak cm pas lagi nggak ada ART aja, ya. Sebenernya yang gue rasain sama, sih. Kalau anak tidur, ya, gue ikut tidur. Cuma gue emang sama suami sama2 berusaha untuk nyempetin buat nge-date sebulan sekali. Di situ deh jadi ajang ngobrol panjang lebar, hehehehe.

  • tahun ini Alhamdulillah pernikahan masuk ke tahun 12..yang dirasa siiy makin kesini makin enak nyerocosnyaaaa wkwkwkwk jadi ga ada yang namanya nunggu2 timing yang tepat utk ‘meledak’..

    • Buahahahaa, gue juga sebenernya tipe begitu, sih. kalau ada yang nggak gue suka, ya, diomongin. Nggak ada deh istilahnya mendiamkan pasangan. Yang ada gue makan hati sendiri. Wah, sudah 12 tahun, problemnya mungkin akan beda, tuh, ya Mbak. Kalau mau sharing, boleh, lho… *kemudian nodong*

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top