banner-detik
#MOMMIESWORKINGIT

Saya Dibesarkan oleh Ibu Bekerja, dan Ini Jadinya Saya

author

AnitaThaTha06 Sep 2021

Saya Dibesarkan oleh Ibu Bekerja, dan Ini Jadinya Saya

Kami mewawancarai anak-anak yang dibesarkan oleh ibu bekerja, dan ini jawaban mereka mengenai seperti apa mereka bertumbuh.

Saya Dibesarkan oleh Ibu yang Bekerja, dan Ini Jadinya Saya

Gambar dari sini

Seperti yang tertulis dalam artikel Dibutuhkan, Para Ibu Muda Untuk Kembali Bekerja oleh CEO Female Daily Network, Hanifa Ambadar, Mommies Daily mendorong para ibu di luar sana untuk berkarya dengan sepenuh hati di bidangnya masing-masing, karena kami yakin setiap perempuan memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan dirinya. Baik itu yang bekerja kantoran, menjalankan bisnis tertentu atau apapun jenis karya yang digarap mandiri maupun per kelompok.

Ada kalimat dari artikel di atas yang menurut saya menarik dan sangat powerfull“...ketika perempuan bekerja, bukan hanya status ekonomi keluarga yang membaik, tapi kita juga berpotensi untuk mengubah kehidupan orang-orang di sekitar dan bahkan juga mempercepat pertumbuhan ekonomi negara.”

Begitu besar pengaruh ibu bekerja untuk lingkungannya, hingga mampu memengaruhi lingkungan sekitar, dalam hal ini lingkaran yang paling dekat adalah anak para working mom.  Saya sempat mengumpulkan komentar para anak yang dibesarkan oleh ibu bekerja, dan tanpa dinyana! – mereka tumbuh dan menjadi pribadi yang tangguh. Jadi – STOP! merasa bersalah, dan bisa dengan tenang mengatakan “Dear Kiddos, I Am Not Sorry I Work“, karena sesungguhnya wujud Cinta Juga Berarti Bekerja.

Inilah jadinya seorang anak yang dibesarkan dari seorang ibu yang bekerja:

Nita Rininta (36), Brand Manager

“Dari kecil saya selalu diajarkan untuk bertanggung jawab, disiplin dan mandiri. Karena ibu bekerja, saya harus mengurus keperluan saya sendiri dari kecil, mencuci baju dan masak sendiri menjadi kebiasaan saya dari umur 6 tahun. Saya bangga dan salut akan perjuangan ibu membesarkan kami delapan bersaudara. Itu menjadikan saya pribadi yang tangguh dan pantang menyerahjust like my mom.”

Ulfah Haldah (37), Guru SMP

“Saya dibesarkan oleh ibu bekerja, tetapi saya bersyukur komunikasi dengan ibu tidak pernah terlewat. Dengan begitu saya merasa memiliki pribadi yang pengertian terhadap orang lain.”

Vina Noviana (36), Ibu Rumah Tangga dan Wiraswasta

“Saya dibesarkan oleh ibu yang bekerja, dan saya menjadi pribadi yang sensitif. Di satu sisi, terbiasa melakukan sesuatu tanpa bantuan Ibu, tapi di satu sisi sangat perasa sehingga sering bersifat melankolis. Tapi, secara umum Ibu menjadi contoh bagi saya bagaimana gigihnya dalam berjuang menggapai cita-cita, membagi waktu antara keluarga dan kariernya.”

Viny mestika Angelia (36), Founder& Managing Partner MMP Law Firm

“Saya dibesarkan oleh Ibu yang bekerja, dan menjadi pribadi yang tidak kekurangan kasih sayang dan perhatian, karena bagaimanapun mama saya tetap bisa adil membagi waktu. Sesibuk apapun dia, anak dan keluarga harus diutamakan dan tidak ada alasan untuk tidak ada waktu. Itu salah satu yang membentuk karakter saya saat ini dan bagaimana saya mengurus anak dan rumah tangga.”

Ranny Dwi Anggraini (36), Dosen

“Saya dibesarkan oleh ibu yang bekerja dan saya menjadi pribadi yang mandiri serta punya rasa pengertian yang tinggi. Sesibuk apapun ibu saya bekerja, saya tidak kekurangan kasih sayang karena ibu selalu meluangkan waktunya untuk saya walaupun raganya letih. Ibu selalu mengutamakan keluarga, sehingga Ibu menjadi cerminan saya sekarang ini untuk menjadi wanita yang mandiri dengan tetap me-nomor satu-kan keluarga kecil saya (suami dan anak).

Winda Yuliani (36), Marketing Communication Manager

"Saya dibesarkan oleh ibu yang bekerja, dan saya menjadi pribadi yang mandiri  serta bertanggung jawab. Ibu saya merupakan role model dalam hidup saya hingga saat ini saya sendiri telah menjadi seorang ibu. Keputusan saya untuk menjadi working mom saat ini sedikit banyaknya terinspirasi oleh beliau. Beliau mampu mendidik dan membesarkan anak-anaknya sambil bekerja. Jika beliau sanggup melakukannya, saya yakin saya juga mampu untuk menjadi ibu yang baik untuk anak saya meskipun saya seorang working mom.

Intan Apriani (36), Account Manager

“Saya dibesarkan oleh Ibu yang bekerja, dan saya menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab terhadap tugas dan selalu berusaha menyesuaikan diri dengan cepat terhadap perubahan situasi yang mendadak.”

Fiona Yasmina Harahap (35), Sr. Digital Content Producer

"Saya dibesarkan oleh ibu yang bekerja, dan saya menjadi pribadi yang mandiri, senang bekerja, dan tak pantang menyerah. Mamaku ibu bekerja dia banting tulang sebagai seorang arsitek. Bahkan di usianya yang nggak muda lagi dia buka perusahaan bareng temannya dan dipercaya jadi arsitek untuk membangun rumah para kerabatnya atau kliennya yang lain.”

Masih ada contoh-contoh pribadi yang dibesarkan oleh seorang working mom, lihat di halaman selanjutnya ya, mom.

Saya Dibesarkan oleh Ibu yang Bekerja, dan Ini Jadinya Saya

Gambar dari sini

Irma Mulyani (36) , Marketing Communication School of Business and Management

"Saya dibesarkan oleh ibu yang bekerja, dan saya menjadi pribadi yang sangat mandiri, kreatif, pantang menyerah, dan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, efeknya saya menjadi mudah bergaul dan mempunyai teman yang banyak. Hal ini menjadi bekal dan mampu membantu saya dalam dunia pekerjaan yang dituntut untuk punya networking yang luas dan harus selalu kreatif."

Rika (38), Pengusaha

“Saya dibesarkan oleh ibu pekerja, saya jadi menghargai dan memahami arti bekerja keras.”

Emerela (46), Export Consultant

"Saya dibesarkan oleh ibu yang bekerja dan saya menjadi pribadi yang mandiri dan tidak mudah menyerah. Mudah bergaul karena saya tidak selalu ditemani oleh ibu, saya menjadi lebih berani dan tidak pemalu. Saya terbiasa menyelesaikan pekerjaan sendiri , lebih taough dalam menghadapi kesulitan".

Rudi Resmiyadi (36) Founder of Real Imazeenation

“Dibesarkan oleh ibu bekerja membuat saya menjadi orang yang lebih kuat, cepat belajar hal baru dan tidak banyak mengandalkan orang lain, saat ibuku bekerja sekaligus membesarkan 4 orang anak, bukan hal mudah dalam membagi waktu dan kasih sayang untuk anak-anaknya. Pesan ibuku  yang selalu teringat sampai saat ini: “Kalau bisa dikerjakan sendiri, kerjakanlah” , sejak saat itu berbagai hal  disaat membutuhkan panduan atau pendampingan seorang ibu termasuk mengurus diri, harus saya terjemahkan dan kerjakan sendiri,  pikirku dengan begitu beban ibuku akan terasa ringan dan waktu luangnya bisa kudapat dengan bercengkrama dengannya.”

Rya Paramitha Indera (36) , Sekretaris pimpinan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DKI Jakarta

"Saya dibesarkan oleh ibu bekerja, dan saya menjadi pribadi yang lebih tangguh serta mandiri dalam menghadapi segala permasalahan saya dan lebih menghargai waktu kebersamaan dengan ibu saya, ibu adalah inspirasi saya dalam bekerja sehingga apapun yang saya kerjakan saya hanya berharap ilmu dan skill saya berguna dalam melayani masyarakat.. Namun dengan kesibukan ibuku yang begitu padat, beliau masih menyempatkan dirinya untuk membuatkan makanan kesukaan kami, memeriksa pekerjaan rumahku dan mengambilkan raportku itu artinya keluarga pun utama baginya”

Laras Eka Wulandari (35), Jurnalis

“Saya dibesarkan oleh ibu yang bekerja, dan saya menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab. Saya juga ingin menjadi working mom seperti ibu. Ia menunjukkan kepada saya akan kesetaraan dalam rumah tangga, di mana ibu tidak harus selalu ada dirumah dan mengurus urusan domestik.”

Mommies ada yang ingin menambahkan?

PAGES:

Share Article

author

AnitaThaTha

Panggil saya Thatha. I’m a mother of my son - Jordy. And the precious one for my spouse. Menjadi ibu dan isteri adalah komitmen terindah dan proses pembelajaran seumur hidup. Menjadi working mom adalah pilihan dan usaha atas asa yang membumbung tinggi. Menjadi jurnalis dan penulis adalah panggilan hati, saat deretan kata menjadi media doa.

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS