banner-detik
KIDS

Tips Berkomunikasi dengan Anak Remaja

author

Fannya Gita Alamanda20 Aug 2021

Tips Berkomunikasi dengan Anak Remaja

Urusan berkomunikasi dengan anak remaja memang bisa jadi tantangan sendiri. Semoga tips berikut ini bisa membantu Mommies yang anaknya sudah remaja.

Banyak topik-topik sensitif seperti pacar, seks, atau narkoba yang membuat obrolan dengan remaja makin menantang. Tetapi tahukah Mommies bahwa percakapan yang sulit justru kesempatan buat orang tua membimbing anak-anak mereka agar kelak sanggup mengambil keputusan yang masuk akal dan bertanggung jawab? Momen ini juga bisa menjadi kesempatan untuk ngobrolin nilai-nilai keluarga Anda.

Baca juga: 7 Kesalahan Orang tua Menghadapi Anak Remaja

Mari kita mulai dari dasarnya

Percakapan yang sulit mencakup topik apa pun yang mungkin bisa membuatnya malu, jengkel, atau topik yang kontroversial baik bagi Anda maupun anak Anda. Percakapan ini bisa memunculkan argumen atau konflik antara Anda berdua. Seks, orientasi seksual, masturbasi, alkohol, obat-obatan, kesulitan akademik, masalah emosi, rahasia, pernikahan beda agama, pekerjaan dan uang semua adalah topik yang bikin orang tua kesulitan memulai percakapan. Ini normal tapi melakukan persiapan terlebih dulu akan banyak membantu Anda merasa lebih percaya diri dan membantu anak merasa nyaman juga.

Baca juga: Anak Hamil di Luar Nikah, Orang tua Perlu Lakukan 4 Hal Ini

Mengelola percakapan yang sulit

Pilih satu topik yang saat itu sedang viral dan jadi berita di mana-mana misalnya kehamilan di luar nikah dan efek domino yang akan menyertainya, yang akan membuat pihak laki-laki maupun perempuan mengalami berbagai kerepotan atau topik tentang sexting. Sering melakukan percakapan santai meski topiknya serius apalagi jika dimulai sejak dini (tentu topik disesuaikan dengan usia dan kemampuan berpikir anak) akan memudahkan anak kelak jika ia ingin menceritakan masalahnya dan menjaga diri mereka tetap aman

Baca juga: Orang tua Perlu Ajarkan Anak Tentang 3 Ciri Hubungan Sehat

Di bawah ini ada beberapa tips berkomunikasi dengan anak remaja yang semoga bisa membantu Mommies

Reaksi pertama

• Cobalah untuk tetap tenang. Jujur saja jika Anda terkejut dengan topik yang ia tanyakan, tapi yakinkan ia bahwa Anda ingin mendiskusikan masalah ini dengannya. Sikap tenang dapat membantu anak merasa ia bisa bicara dengan Anda tentang apa pun.

• Pastikan hal pertama yang Anda katakan adalah sesuatu yang membuatnya tahu bahwa Anda senang dia membicarakan itu dengan Anda. Misalnya, “Sayang, Mama senang kamu mau tanyakan ini ke Mama, bukan ke orang lain dan kamu percaya bahwa Mama bisa bantu kamu.”

• Dengarkan. Benar-benar berupaya hanya menjadi pendengar yang baik. Seringkali, remaja hanya ingin didengar, mereka nggak berharap orang lain menyelesaikan masalah mereka.

• Hindari bersikap kritis, menghakimi, atau menjadi emosional. Jika Anda perlu melepaskan rasa kesal dan marah, pilih orang dewasa lain untuk diajak bicara ketika anak Anda tidak ada.

• Katakan terima kasih kepadanya karena ia mau datang kepada Anda.

Langkah berikutnya

• Jika Anda perlu sedikit waktu untuk menenangkan diri atau merencanakan apa yang ingin Anda ucapkan, minta waktu untuk memikirkannya tapi jangan tunggu sampai besok karena ia mungkin akan ambil keputusan tanpa menunggu.

• Jika anak memiliki beberapa masalah spesifik dan ia ingin bantuan tapi Anda sendiri nggak yakin bagaimana caranya, ajak ia untuk bersama-sama mencari informasi tentang masalahnya.

• Jika anak butuh bantuan Anda untuk situasi yang agak rumit, gunakan pedekatan yang tujuannya untuk menyelesaikan masalah bukan cari siapa yang salah.

• Jika anak remaja Anda ingin tahu pendapat Anda, biarkan dia tahu bagaimana Anda memandang masalah ini sebaliknya dari mengatakan apa yang seharusnya ia lakukan.

Sebagai contoh:

Mama sih lebih suka kamu lulus SMA, kuliah dan bekerja, bisa menafkahi dirimu sambil nabung, baru menikah karena tanggung jawabnya sangat besar. Tapi kalau kamu terpikir tentang berumah tangga sambil kuliah, pertimbangkan matang-matang. Kamu harus punya waktu dan tenaga ekstra. Menjadi mahasiswa, suami, yang salah satu kewajibannya adalah memberi nafkah lahir dan batin untuk istri. Artinya kamu juga harus bekerja sambil kuliah Apalagi kalau kamu mau langsung punya anak.

Ya, kami paham Anda pasti bawaannya sudah emosi, tapi biarkan anak remaja berpikir dan mempertimbangkan pendapat Anda.

Ketika anak remaja pilih diam seribu bahasa

Jika anak Anda tidak ingin melakukan percakapan yang sensitif, Anda bisa mencoba hal berikut:

• Cobalah untuk menyisihkan waktu setiap hari untuk berbicara dengannya. Ajukan pertanyaan terbuka dan biarkan dia tahu bahwa jika dia ingin berbicara, Anda senang mendengarkan. Ini akan membantu Anda tetap terhubung dengan anak dan membantunya merasa lebih nyaman untuk datang kepada Anda lain waktu.

• Tetap up to date dengan minat anak. Ini memberi Anda hal-hal untuk dibicarakan dan menunjukkan bahwa Anda tertarik dengan kebahagian dan kesejahteraannya.

• Jika anak tidak mau berbicara dengan Anda, bisa bantu mencarikan orang dewasa lain yang bisa dia ajak bicara. Psikolog anak dan remaja misalnya. Tetapi beri tahu anak bahwa Anda senang mendengarkan kapan pun dia ingin berbicara.

Keuntungan dari melakukan percakapan yang sulit

Berupaya menghadapi dan melakukan percakapan yang sulit dengan anak adalah tanda bahwa kalian memiliki hubungan yang sehat. Ini membantu menjaga hubungan tetap dekat dan memupuk rasa percaya.

Jika Anda hangat, menerima, tidak menghakimi, tidak kritis, dan juga terbuka untuk menegosiasikan dan menetapkan batasan, anak cenderung merasa lebih terhubung.  Anak juga lebih mungkin untuk mendiskusikan setiap masalah dengan Anda di masa depan.

Dengan mengetahui apa yang terjadi dalam kehidupan anak, Anda akan terbiasa membantunya mengelola situasi sulit. Mendiskusikan topik rumit memberi anak kesempatan untuk mengeksplorasi pilihannya dan mencari tahu apakah itu memang yang tepat untuknya.

Sumber artikel

Share Article

author

Fannya Gita Alamanda

-


COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan