banner-detik
HEALTH & NUTRITION

8 Tanda Anak Memiliki Gizi Buruk, Jangan Diabaikan!

author

gitalarasw06 Jul 2021

8 Tanda Anak Memiliki Gizi Buruk, Jangan Diabaikan!

Kurangnya nutrisi bisa menimbulkan masalah kesehatan bagi anak. Perhatikan tanda anak memiliki gizi buruk ini untuk mencegahnya.

Gizi buruk terjadi ketika tubuh anak tidak menerima nutrisi yang cukup dari asupan makanannya. Bagi Si Kecil yang sedang dalam masa pertumbuhan, penting untuk mendapatkan gizi pas untuk membantunya mencapai milestones dan menghindari masalah kesehatan.

Anak-anak yang tidak mengonsumsi makanan bergizi, lebih rentang terhadap gangguan kesehatan jangka panjang. Oleh sebab itu, orang tua harus memperbaiki pola makan anak dan mendorong mereka untuk mengonsumsi makanan bergizi.

Mommies juga harus memantau perkembangan Si Kecil, kenali tanda anak memiliki gizi lebih buruk agar dapat segera menanggulangnya sebelum menjadi lebih parah. Berikut tanda-tanda yang perlu diperhatikan.

Penurunan berat badan

[caption id="attachment_108900" align="aligncenter" width="628"] Anak tidak suka sayur yang bergizi. (freepik.com/gpointstudio)[/caption]

Menurut National Health Service (NHS), tanda paling nyata dari gizi buruk adalah turunnya berat badan. Biasanya anak dengan gizi buruk mengalami penurunan berat badan sebanyak 5-10% dalam tiga hingga enam bulan.

Turunnya berat badan dalam waktu cepat juga bisa menjadi tanda-tanda masalah kesehatan. Itulah sebabnya dokter anak biasanya melihat dengan serius kasus penurunan berat badan pada anak.

BACA JUGA: BAHAYA KURANG GIZI PADA TUMBUH KEMBANG ANAK

Obesitas

Meskipun gizi buruk umumnya ditandai dengan penurunan berat badan, tetapi ada juga anak yang mengalami obesitas saat kekurangan gizi. Ini karena anak tetap makan banyak, tapi yang dikonsumsi bukan makanan bergizi. Akibatnya, tubuh Si Kecil terus merasa lapar dan tidak puas. Untuk mencegahnya, pastikan anak mengonsumsi makanan sehat dan seimbang.

Kulit dan rambut kering

Jika anak Mommies memiliki kulit dan rambut kering, bisa jadi ia kekurangan vitamin. Oleh sebab itu, penting juga untuk memperhatikan asupan vitamin yang akhirnya mencegah anak mengalami kekurangan nutrisi.

Nyeri tulang

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan nyeri tulang, gangguan pertumbuhan, kram otot, dan pelunakan tulang. Sangat penting untuk menyediakan kalsium yang tepat dan vitamin D yang cukup untuk membantu anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik.

Tidak bersemangat akibat kekurangan energi

[caption id="attachment_108898" align="aligncenter" width="616"] Anak yang kekurangan gizi sering merasa lelah. (freepik.com/karlyukav)[/caption]

Anak yang kekurangan zat besi akan sering tidak bersemangat dan cepat lelah. Anak juga akan mengalami brain fog, sulit fokus, pelupa dan sering kebingungan. Untuk mengatasinya, biasakan Si Kecil mngonsumsi kacang-kacangan, biji-bijian, daging, atau buah-buahan kering yang membantu memenuhi kebutuhan zat besi dalam tubuhnya.

Sering sakit

Jika Si Kecil cenderung mudah flu atau terkena virus, bisa jadi sistem imunnya memang lemah. Atau, bisa juga ia kekurangan gizi. Alix Turoff, ahli diet asal New York City, menambahkan, tanda-tanda anak kurang gizi juga berkaitan dengan proses penyembuhan luka yang cukup lama.

Mengalami depresi dan kecemasan

Nutrisi sangat penting untuk mendukung kesehatan otak dan kognisi anak. Inilah sebabnya Si Kecil yang kekurangan nutrisi akan rewel, mudah marah, bahkan menderita kecemasan atau depresi. Mommies sebaiknya menyediakan makanan kaya protein yang mengandung asam amino untuk membantu fungsi otak anak.

Kesehatan mulut bermasalah

Julie Cunningham, ahli diet dan edukator diabetes di Carolina Utara, mengungkapkan bahwa luka di mulut yang tidak sembuh-sembuh, menandakan anak kekurangan zat besi dan vitamin B (riboflavin).

"Sementara itu, gusi berdarah atau sering memar juga dapat mengindikasikan kurangnya vitamin C," tambah Cunningham. Selain ke dokter gigi, penting juga untuk berkonsultasi dengan ahli gizi jika anak mengalami hal tersebut.

Nah, itu tadi 8 tanda anak kurang gizi. Harap diperhatikan ya, Mommies, karena dampaknya bisa terjadi dalam jangka panjang. Anak-anak yang mengalami malnutrisi saat kecil berisiko memiliki penyakit kronis saat dewasa kelak.

Share Article

author

gitalarasw

-


COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan