Now Reading
Ini yang Perlu Diperhatikan Soal Vaksin Covid-19 pada Anak dan Ibu Hamil

Ini yang Perlu Diperhatikan Soal Vaksin Covid-19 pada Anak dan Ibu Hamil

siscachristina
Vaksin COVID-19 Mengganggu Siklus Menstruasi

Hari ini, Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan edaran tentang pelaksanaan vaksin Covid-19 pada anak usia 12-17 tahun. Catat rekomendasinya.

Melihat situasi dan kondisi penyebaran Covid-19 yang makin tak terkendali, rasanya tak berlebihan jika kita sebagai orang tua mengharapkan vaksin dapat diberikan segera kepada anak dan remaja. Per 30 Juni saja, kasus baru Covid-19 kembali memecahkan rekor baru yaitu 21.807.

Selain memperketat protokol kesehatan dan menjaga kesehatan fisik dan mental anak, salah satu upaya untuk mencegah paparan Covid-19 pada anak adalah dengan mempercepat persebaran vaksin.

BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk vaksin Sinovac yang dinyatakan aman bagi anak-anak usia 12-17 tahun beberapa hari lalu. Hari ini, Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan edaran tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19 anak kelompok usia tersebut. Syaratnya, anak membawa kartu keluarga atau dokumen lain yang mencantumkan NIK (Nomor Induk Kependudukan) anak.

Rekomendasi IDAI Tentang Pemberian Vaksin Covid-19 pada Anak

Terkait pemberian vaksin tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan rekomendasi yang perlu menjadi perhatian para orang tua demi kelancaran pelaksanaan vaksin anak tersebut.

1. Melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 pada anak menggunakan vaksin Covid-19 inactivated buatan Sinovac. Vaksin ini sudah tersedia di Indonesia dan sudah melalui uji klinis fase 1 dan 2 dengan hasil aman dan serokonversi tinggi.
2. Vaksin diberikan kepada anak umur 12-17 tahun atas dasar prinsip kehati-hatian dan pertimbangan berikut:

  • Jumlah subjek klinis memadai.
  • Tingginya mobilitas dan kemungkinan berkermun di luar rumah.
  • Mampu menyatakan keluhan jika ada KIPI.

3. Dosis yang diberikan yaitu 3 ug (0,5 ml), dengan area penyuntikan intra muskular di otot deltoid lengan atas, diberikan dua kali dengan jarak 1 bulan.
4. Untuk anak 3-11 tahun akan menunggu hasil kajian lebih lanjut untuk menilai keamanan dan dosis dengan subjek yang memadai.
5. Kontraindikasi:

  • Defisiensi imun primer, penyakit autoimun tidak terkontrol.
  • Penyakit Sindrom Gullian Barre, mielitis transversa, acute demyelinating encephalomyelitis.
  • Anak penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi atau radioterapi.
  • Sedang mendapat pengobatan imunosupresan atau sitostatika berat.
  • Demam 37, derajat Celsius atau lebih.
  • Sembuh dari Covid-19 kurang dari 3 bulan.
  • Pascaimunisasi lain kurang dari 1 bulan.
  • Hamil
  • Hipertensi tidak terkendali.
  • Diabetes melitus tidak terkendali.
  • Penyakit-penyakit kronik atau kelainan kongenital tidak terkendali.

6. Imunisasi dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan mematuhi panduan imunisasi dalam masa pandemi yang telah disusun oleh Kemkes, IDAI dan organisasi profesi lain.
7. Pelaksanaan imunisasi dapat dimulai setelah mempertimbangkan kesiapan petugas kesehatan, sarana dan prasarana, serta masyarakat.
8. Imunisasi bersamaan untuk semua penghuni rumah lebih baik.
9. Dilakukan pencatatan vaksinasi secara elektronik yang diintergrasikan dengan pencatatan vaksinasi orang tua.
10. Melakukan pemantauan KIPI.

Bagi anak penderita kanker dalam fase pemeliharaan, penyakit kronis atau autoimun yang terkontrol, dapat mengikuti panduan imunisasi umum dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter penanggung jawab pasien sebelumnya.

Rekomendasi Vaksinasi pada Ibu Hamil

Sejumlah badan kesehatan atau asosiasi profesi medis nasional dan internasional sudah memberikan rekomendasi untuk memberikan vaksin kepada ibu hamil, termasuk WHO, CDC, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dan Kemenkes. Tentunya, ini didasarkan pada pertimbangan manfaat pemberian vaksin yang lebih besar daripada risikonya. Namun demikian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tetap menyarankan setiap ibu hamil yang ingin menerima vaksin, harus dikawal ketat oleh dokter. Ini berguna untuk mengantisipasi risiko munculnya KIPI.

Kriteria ibu hamil yang bisa menerima vaksin Covid-19

Berdasarkan rekomendasi POGI, beberapa kriteria ibu hamil yang bisa mendapat vaksin Covid-19 adalah:

  • Ibu hamil berisiko tinggi, yaitu usia di atas 35 tahun, dengan BMI di atas 40, dengan komorbid diabetes dan hipertensi.
  • Kelompok ibu hamil yang berisiko tinggi terpapar, terutama tenaga kesehatan
  • Ibu hamil berisiko rendah dapat divaksin setelah mendapat penjelasan dari petugas kesehatan dan bersedia atas pilihannya sendiri untuk divaksinasi COVID-19.

Jenis vaksin yang direkomendasikan oleh WHO bagi ibu hamil adalah Sinovac. Menurut Kepala Peneliti WHO Soumya Swaminathan, platform yang digunakan saat ini untuk vaksin adalah platform mRNA, virus yang tidak aktif atau platform vektor virus atau protein subunit. Tidak satu pun dari mereka memuat virus hidup yang dapat berkembang biak di dalam tubuh dan berpotensi menimbulkan masalah.

Efek samping vaksin Covid-19 pada ibu hamil

Menurut POGI, ibu hamil yang menerima vaksin dapat mengalami efek samping, yaitu efek lokal dan efek berat, sebagai berikut:

1. Efek lokal

  • Nyeri
  • Indurasi
  • Kemerahan
  • Pembengkakan

Efek samping sistemik yang dilaporkan yaitu:

  • Demam
  • Nyeri otot
  • Fatigue (kelelahan berlebihan)

2. Efek berat

Terdapat 0,1 persen hingga di bawah 1 persen angka kejadian yang dilaporkan mengalami efek berat yang mungkin terkait dengan pemberian vaksin, meliputi:

  • Rhinitis (iritasi di lapisan dalam hidung)
  • Faringitis (nyeri atau iritasi tenggorokan)
  • Nyeri perut
  • Dispepsia (gangguan pencernaan)
  • Nausea (mual dan ingin muntah)
  • Vomiting (muntah)
  • Urtikaria (kulit melepuh)
  • Sakit kepala
  • Malaise (tidak enak badan, kelelahan, nyeri menyebar, atau hilang nafsu makan)
  • Pireksia (demam).

Ibu hamil yang nantinya mendapatkan vaksin dan mengalami KIPI, diminta untuk melaporkan kepada dokter atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Para ahli dan tim medis hingga saat ini terus meng-update sehubungan dengan rekomendasi pemberian vaksin Covid-19 pada anak dan ibu hamil. Yuk, kita pantau terus!

Baca juga: Jumlah Kasus pada Anak Meningkat, Waspadai Gejala Covid dan Long Covid pada Anak

Foto: Freepik

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top