Catat, Ini Panduan Kecukupan Gizi Anak Sekolah Usia 6-9 Tahun 

siscachristina
Panduan Kecukupan Gizi Anak

Sudahkah mommies penuhi angka kecukupan gizi yang dibutuhkan anak selama ini? Jika belum yakin, mari cek panduannya di sini.

Biasanya, saat anak makannya banyak dan lahap, orang tua udah lega. Rasanya plong, berat badan anak naik terus, bahkan lumayan gempal, lalu berpikir anak pasti sehat, dan gizinya tercukupi. Eits, nanti dulu. Yakin angka kecukupan gizi anak benar-benar sudah terpenuhi?

Pemenuhan kecukupan pangan anak nggak hanya terletak pada kuantitas atau jumlah makanan yang diasup anak saja, melainkan dari zat gizi yang terkandung di dalam makanan yang dikonsumsi tersebut. Zat gizi dalam makanan punya peranan penting dalam tumbuh kembang anak. Setiap kelompok usia punya panduan kecukupan gizi masing-masing, karena kebutuhannyapun berbeda.

Panduan Kecukupan Gizi Anak Usia 6-9 Tahun

Saat anak-anak memasuki usia sekolah, tentu kegiatannya bertambah. Selain kegiatan formal di sekolah, kebanyakan anak juga mengikuti berbagai kegiatan les di luar sekolah. Artinya, si kecil lebih aktif baik secara fisik maupun kerja otak. Selain itu, perkembangan fisik, kognitif dan lainnya juga terus berjalan. Oleh karena itu, kebutuhan gizinyapun meningkat. Untuk mendukung semuanya itu, anak membutuhkan asupan gizi yang cukup dan seimbang.

Berdasarkan panduan Angka Kecukupan Gizi dari Kementerian Kesehatan RI, berikut ini kebutuhan gizi anak usia 6 tahun:

Zat Gizi Makro Vitamin Mineral
Energi 1400 kkal Vit A 450 RE Kalsium 1000 mg
Protein 25 g Vit D 15 mcg Fosfor 500 mg
Lemak total 50 g Vit E 7 mcg Magnesium 95 mg
Karbohidrat 220 g Vit K 20 mcg Besi 10 mg
Serat 20 g Vit B1 0.6 mg Iodium 120 mcg
Air 1450 ml Vit B2 0.6 mg Seng 5 mg
Vit B3 8 mg Selenium 21 mcg
Vit B5 3 mg Mangan 1.5 mg
Vit B6 0.6 mg Fluor 1 mg
Folat 200 mcg Kromium 16 mcg
Vit B12 1.5 mcg Kalium 2700 mg
Biotin 12 mcg Natrium 900 mg
Kolin 250 mg Klor 1300 mg
Vit C 45 mg Tembaga 440 mcg

Sementara kebutuhan gizi anak sekolah usia 7-9 tahun adalah sebagai berikut:

Zat Gizi Makro Vitamin Mineral
Energi 1650 kkal Vit A 500 RE Kalsium 1000 mg
Protein 40 g Vit D 15 mcg Fosfor 500 mg
Lemak total 55 g Vit E 8 mcg Magnesium 135 mg
Karbohidrat 250 g Vit K 25 mcg Besi 10 mg
Serat 23 g Vit B1 0.9 mg Iodium 120 mcg
Air 1650 ml Vit B2 0.9 mg Seng 5 mg
Vit B3 10 mg Selenium 22 mcg
Vit B5 4 mg Mangan 1.7 mg
Vit B6 1 mg Fluor 1.4 mg
Folat 300 mcg Kromium 21 mcg
Vit B12 2 mcg Kalium 3200 mg
Biotin 12 mcg Natrium 1000 mg
Kolin 375 mg Klor 1500 mg
Vit C 45 mg Tembaga 570 mcg

Bagaimana cara mengetahui status gizi anak?

Sesuai dengan Permenkes No. 2 Tahun 2020, status gizi anak usia 6-9 tahun dapat diketahui dengan melakukan pengukuran anak menggunakan Indeks Masa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Dengan Indeks IMT/U ini nantinya dapat diketahui apakah anak berada dalam kategori atau status gizi buruk, gizi kurang, gizi baik, berisiko gizi lebih, gizi lebih atau obesitas.

Berikut kategori IMT/U beserta ambang batas (z score):

Gizi kurang (thinness): -3 SD (standar deviasi) sampai dengan <-2 SD
Gizi baik (normal): -2 SD sampai dengan +1 SD
Gizi lebih (overweight): +1 SD sampai dengan +2 SD
Obesitas (obese): > +2 SD

Agar lebih jelas, mommies bisa cek mengenai cara menentukan status gizi anak di sini. Cara lainnya yaitu dengan mengukur tinggi dan berat badan anak secara berkala.

Bagaimana cara memenuhi kecukupan gizi anak?

Kunci utama dalam upaya memenuhi kecukupan gizi anak yaitu dengan memastikan dalam setiap menu makanan anak, terkandung zat gizi makro dan mikro yaitu kalori, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, hingga mineral dalam jumlah sesuai. Artinya isi piring anak harus selalu beragam, sesuai diagram makan Isi Piringku dari Kemkes. Jadi, makan nasi dengan mie, lalu lauknya perkedel kentang, dan menu camilan di antara jam makan yaitu roti atau donat, udah jelas nggak akan memenuhi gizi anak ya, mommies. Jumlah karbohidratnya berlebih, namun zat gizi lainnya tidak ada.

Mommies bisa lakukan tips berikut untuk memenuhi kecukupan gizi anak usia sekolah 6-9 tahun:

  • Makan tiga kali sehari, yaitu pagi, siang, dan malam.
  • Berikan anak menu ikan dan sumber protein lainnya. Asupan protein hewani harian yang dianjurkan yaitu sebanyak 30 persen, protein nabati 70 persen.
  • Ajak anak untuk lebih banyak makan sayur dan buah-buahan.
  • Batasi makan makanan cepat saji, jajanan, camilan manis, asin, dan berlemak.
  • Rutin menyikat gigi 2 kali sehari, yaitu setelah makan pagi dan sebelum tidur malam.

Bila ternyata angka kecukupan gizi anak belum terpenuhi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi. Mereka bisa membantu mommies untuk membuatkan meal plan untuk anak.

Baca juga: Milestone dan Tumbuh Kembang Anak Usia 9 Tahun

Foto: Freepik

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top