Now Reading
Masih Sering Dilakukan, Ini 7 Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Membahayakan Kesehatan Anak

Masih Sering Dilakukan, Ini 7 Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Membahayakan Kesehatan Anak

siscachristina
7 Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Membahayakan Kesehatan Anak

Tinggalkan segera kebiasaan buruk berikut yang nggak baik buat kesehatan anak; termasuk kebiasaan orang tua nomor empat, ugh, itu menjijikkan!

Walau jaman makin modern, nggak menjamin segala kebiasaan yang kita lakukan ke anak juga mengikuti perkembangan jaman (dalam arti positif). Nyatanya, masih saja ditemukan kebiasaan-kebiasaan kuno (yang keliru!) yang masih diadopsi beberapa orang tua, bahkan ortu generasi milenial! Coba cek lagi, adakah dari kebiasaan berikut yang masih kita lakukan sampai sekarang? Jika ada, segera tinggalkan ya, mommies :)

7 Kebiasaan Orang Tua yang Membahayakan Kesehatan Anak

Mencium bibir anak

Mommies yang masih suka cium-cium bibir anak, stop sekarang juga! Pasalnya, itu bisa menjadi media pertukaran bakteri atau virus, dan penularan penyakit, baik secara kontak langsung, percikan air liur (droplet), maupun partikel yang bertahan lama di udara (airborne). Beberapa penyakit yang bisa ditularkan melalui kebiasaan mencium bibir anak antara lain batuk, pilek, demam, sariawan karena virus, penyakit tangan, kaki dan mulut (hand, foot and mouth disease) cacar air, paru-paru hingga herpes dan Covid-19!

Baca juga : 4 Mitos Varian Baru Covid-19, Ini Faktanya

Terlalu sering memberi anak junk food

Coba deh terjemahkan junk food secara harafiah, nggak enak banget kan didengar? Mommies juga pasti tahu kalau junk food atau makanan siap saji itu mengandung kalori, gula, garam yang tinggi namun rendah gizi seperti protein, serat, vitamin dan mineral. Jika terlalu sering memberikan junk food, lama-kelamaan kesehatan si kecil bisa terganggu. Anak bisa mengalami berbagai risiko penyakit, masalah tumbuh kembang hingga obesitas.

Memberi makanan padat pada bayi di bawah 6 bulan

Mengenalkan makanan padat kepada bayi di usia enam bulan itu bukan karang-karangan sekelompok orang saja, lho, ya, melainkan rekomendasi WHO dan UNICEF. Rekomendasi ini tentunya sudah melalui penelitian panjang sebelum ditetapkan sebagai rekomendasi bagi seluruh orang tua di dunia. Sayangnya, masih ada  orang tua yang nggak sabar ingin buru-buru memberi makanan padat pada anaknya, tanpa indikasi medis tertentu. Perlu diketahui, saluran cerna bayi belum sempurna untuk memproses makanan padat di bawah usia 6 bulan. Maka nggak heran jika ditemui kasus sembelit atau diare pada bayi yang diberi makanan padat terlalu dini.

Mengunyah atau meniup-meniup makanan sebelum diberikan ke anak

Dengan dalih supaya lebih mudah ditelan anak, masih ada orang tua mengunyah makanan sebelum diberikan ke anaknya. Haduh, ini bukan hanya jijik, tapi juga bisa mentransfer kuman dan bakteri di mulut orang tua ke anak. Kebayang nggak kalau orang tua lagi sakit, bisa-bisa sang anak jadi tertular penyakit.

Larangan mengunyah makanan sebelum diberikan ke anak juga sudah sering dihimbau dokter. Kalau anak masih kesulitan mengunyah, sebaiknya olah makanan sedikit lebih lembut sambil pelan-pelan menaikkan terkstur makanan.

Kebiasaan meniup makanan anak juga sama buruknya. Liur orang dewasa (yang mungkin saja mengandung kuman dan bakteri) dapat berpindah ke makanan anak.

Memberi madu kepada bayi di bawah 1 tahun

Terlepas dari berbagai manfaatnya bagi kesehatan, madu tidak dianjurkan untuk diberikan kepada bayi di bawah satu tahun. Melansir Alodokter, madu mengandung bakteri Clostridium botulinum yang aman dikonsumsi pada anak di atas usia 1 tahun, namun tidak pada anak usia di bawah 1 tahun. Sistem pencernaan bayi usia di bawah usia 12 tahun belum sempurna dan dikhawatirkan belum mampu melawan bakteri tersebut. Risikonya, bayi bisa mengalami botulisme yang dapat menyerang sistem saraf bayi, hingga mengancam nyawa.

Baca juga:

Tips Memilih Madu Asli dan Mengenali Jenis Madu Palsu

Membuat susu formula dengan air dari dispenser

Di dalam susu bubuk formula ada kemungkinan terdapat bakteri. Itulah sebabnya, selalu dianjurkan untuk merebus air terlebih dahulu sebelum dicampur pada susu anak. Tapi, jangan mencampur air mendidih ke susu anak juga, ya! Tunggu 30 menit setelah air mendidih, hingga suhunya mencapai sekitar 70 derajat Celsius, baru dicampur ke susu anak. Air dispenser tidak mencapai suhu ini, sehingga bakteri dalam susu bubuk dikhawatirkan tidak mati. Sebetulnya cara penyajian susu formula sudah jelas tertera pada kemasan. Bacalah baik-baik, dan jangan dilanggar.

Merokok saat berada di ruangan yang sama dengan anak

Tahu dong, asap rokok yang diisap perokok pasif itu lebih berbahaya daripada yang diisap oleh perokok aktif? Jika orang tua merokok di rumah, asapnya akan menyebar dengan cepat ke seluruh ruangan melalui ventilasi, tak terkecuali kamar anak. Asap rokok bisa terperangkap di udara hingga 2-3 jam. Anak yang menghirup asap rokok bisa terkena iritasi mata, infeksi telinga, alergi (salah satunya asma), bronkitis, radang paru-paru, meningitis, hingga sindrom kematian bayi.

Sama halnya dengan menggendong atau mencium si kecil setelah merokok. Aroma rokok dari tubuh orang tua bisa menyebabkan bayi batuk-batuk atau menimbulkan reaksi lainnya.

Demi kesehatan anak, yuk, tinggalkan “warisan-warisan” ini, terutama mommies dan daddies yang baru saja menjadi orang tua baru.

Baca juga:

Mommies, Waspadai Tanda dan Gejala Anak Kekurangan Vitamin A, B, C, D Berikut Ini

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top