Pelecehan Seksual Anak oleh Pemuka Agama, Bagaimana Orang Tua Harus Bersikap?

Behavior & Development

Sisca Christina・12 Mar 2021

detail-thumb

 Kasus pelecehan seksual anak sudah pasti bikin siapapun geram dan ingin pelakunya dihukum seberat-beratnya. Termasuk, jika pelakunya pemuka agama!

Sebagai orang tua, salah satu hal yang seringkali ingin kita tanamkan ke anak-anak adalah pemahaman mengenai agama yang baik dan benar. Bahwa agama tidak hanya sekadar "stempel' turunan dari orang tua ke anak, namun agama bisa benar-benar dipahami dan dimengerti. Tak heran, mencari guru agama untuk membantu membimbing anak-anak menjadi salah satu solusi di dalam keluarga Indonesia.

Guru agama, pemuka agama menjadi orang yang kita mintakan bantuan. Orang di mana kita semestinya percaya dan merasa tenang "menyerahkan" anak kita. Sayangnya, fakta tidak selalu berjalan sesuai harapan, bukan?! Bagaimana tidak, karena nyatanya, ada ( dan tidak sedikit jumlahnya) para pemuka agama yang malah menjadi monster untuk anak-anak, dengan melakukan pelecehan seksual pada anak.

Kasus Pelecehan Seksual oleh Pemuka Agama di Beberapa Negara

- Seperti dilansir dari CNN, para pastor Katolik di Prancis telah melecehkan setidaknya 10.000 orang, termasuk anak di bawah umur. Sedihnya, aksi bejat ini berlangsung selama 71 tahun sebelum akhirnya dipublikasikan setelah melalui proses penyelidikan oleh Komisi Independen Pelecehan Seksual di Gereja (CIASE) di Prancis.

- Dikutip dari BBC, setidaknya 1.100 anak dan remaja telah menjadi korban pelecehan seksual oleh ratusan pastor di Chili dan negara bagian Pennsylvania, AS. Beberapa remaja ini tergabung dalam komunitas pemuda gereja Katolik, bahkan ada yang dilecehkan saat sedang studi di seminari.

- Di Indonesia sendiri, kasus pelecehan seksual anak oleh guru ngaji kerap terjadi. Beberapa di antaranya terjadi di Makassar, dan di Karawang. Menurut catatan kepolisian, kasus pelecehan seksual anak yang terungkap naik 48% dari 2019 ke 2020. Itu baru yang terungkap; entah berapa banyak yang nggak berani melapor. Ngeri, ya?

Apa dampaknya terhadap anak?

Menurut publikasi yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial RI, yang berjudul Kekerasan Seksual terhadap Anak: Dampak dan Penanganannya, beberapa dampak trauma akibat kekerasan seksual yang dialami oleh anak-anak, antara lain:

  • Pengkhianatan atau hilangnya kepercayaan anak terhadap orang dewasa (betrayal)
  • Trauma secara seksual (traumatic sexualization)
  • Merasa tidak berdaya (powerlessness)
  • Stigma (stigmatization)
  • Selain trauma, juga berdampak pada psikis anak, seperti merasa terhina, menimbulkan ketagihan hingga pelampiasan dendam, dan dampak sosial. Dampak ini bisa sangat berat dan terbawa hingga dewasa.

    Apa yang harus dilakukan orang tua?

    Jangan mudah percaya kepada pihak lain, sekalipun pemuka agama

    Pahami dan ingat baik-baik, bahwa pemuka agama tetap seorang manusia yang punya keterbatasan serta BISA BERBUAT SALAH! Pemuka agama hanyalah manusia biasa yang punya hasrat seksual tak ubahnya masyarakat biasa. Moralitasnya belum tentu sejalan dengan statusnya sebagai pemuka agama. Oleh karena itu, sebagai orang tua, kita tidak boleh lengah. Tetaplah awasi ketika anak belajar agama dengan pemuka atau guru agamanya. Usahakan anak tidak sendirian, tetapi bersama teman-temannya dan didampingi satu orang dewasa lainnya.

    Segera lapor polisi

    Bagi orang tua yang anaknya mengalami pelecehan seksual, harus segera melapor kepada pihak berwenang. Bawa pendamping yang juga mengetahui kronologis kejadian. Jangan tunda pelaporan, sebab, lebih cepat dilaporkan, bukti visum akan lebih cepat didapat yang berguna untuk memberatkan pelaku.

    Baca juga: Langkah Hukum yang Perlu Dilakukan Saat Menjadi Korban Pelecehan Seksual

    Beri pendampingan pada anak

    Peran keluarga dan dukungan orang-orang terdekat di sekitar korban pelecehan seksual sangat penting untuk memulihkan kondisi anak. Jauhkan anak dari lingkungan yang berpotensi untuk memperburuk kondisi psikologisnya.

    Cari bantuan psikolog

    Lakukan upaya sedini mungkin untuk menyelamatkan masa depan anak yang menjadi korban tindak pelecehan seksual. Mereka membutuhkan konsultasi psikologis dan rehabilitasi sosial-psikologis yang serius dan berkelanjutan. Luka psikis akibat pelecehan seksual biasanya sangat dalam sehingga membutuhkan kesabaran dan empati tinggi dalam upaya pemulihannya.

    Memberi pendidikan seks sejak dini

    Psikolog Anak & Remaja Mbak Irma Gustiana, M.Psi menganjurkan agar setiap orang tua mulai mengenalkan pendidikan seks kepada anak sejak dini. Ajarkan ia memahami anggota-anggota tubuh dan organ vitalnya, dan menjaganya agar tidak disentuh orang lain. Anak juga perlu diajarkan mekanisme pertahanan diri dari berbagai bentuk pelecehan seksual, baik secara verbal maupun fisik. Orang tua juga harus dapat mengenali tanda-tanda anak yang mengalami kekerasan seksual.

    Bangun hubungan positif dengan anak sedari kecil

    Tentunya kita nggak ingin hal buruk menimpa anak kita. Tetapi manakala musibah menghampiri, apabila kita sudah membangun hubungan positif dengan anak, maka anak akan lebih berani berbicara kepada kita. Relasi yang positif antara orang tua dan anak akan membuat anak merasa nyaman, aman dan merasa didukung.

    Baca juga: Agar Anak Laki-Laki Berani Speak Up Jika Mengalami Pelecehan Seksual

     Jadi, demi keamanan anak, kita wajib meningkatkan kewaspadaan, ya, mommies. Sebab, pelecehan seksual, bisa terjadi dimana saja dan oleh siapa saja, bahkan institusi terhormat yang nggak pernah terlintas di benak kita sekalipun!