5 Tanda Tahi Lalat si Kecil Wajib Segera Dicek ke Dokter

Kids

?author?・15 Feb 2021

detail-thumb

Jika tahi lalat pada anak memenuhi satu dari lima tanda ini, segera periksa ke dokter untuk memastikan apakah tahi lalat anak masuk kategori kanker kulit atau tidak.

Umumnya tahi lalat pada anak dimiliki sebagai tanda lahir. Letaknya juga beragam, dan biasanya tidak berbahaya. Bahkan pada sebagian anak, makin dia beranjak besar, tahi lalat akan hilang, atau malah kebalikannya makin membesar.

Kalau tahi lalat anak bertumbuh, harap diperhatikan lima deteksi awal dengan petunjuk ABCDE ini, ya, mommies. Tanda atau potensi melanoma, sejenis kanker kulit yang dapat dimulai dari tahi lalat.

Dikutip dari American Academy of Dermatology Association, faktanya, melanoma jarang terjadi pada anak kecil. Meski begitu, ada kalanya tahi lalat harus diperiksa oleh dokter kulit hanya untuk memastikan. Diketahui lebih awal, melanoma sangat bisa diobati.

1. A = Asimetri

Tahi lalat normalnya berbentuk simetris antara sisi satu dengan sisi lainnya. Nah, bila tahu lalat si kecil punya bentuk tidak beraturan dan ukuran lebih besar dari sisi lainnya, hal in terjadi karena pertumbuhan sel di sisi tersebut lebih cepat. Prinsip kerja sel kanker: cenderung tumbuh lebih cepat dari sel normal.

2. B = Border (pinggiran)

Perbatasan atau tepi tahi lalat tidak rata atau bergerigi, kabur, atau tidak teratur. Ada yang lekukannya seperti kubah.

3. C = Color (warna)

Yang paling khas, warna tahu lalat tidah sama seluruhnya. Jika menjurus ke kanker kulit, tahi lalat akan mengalami perubahan warna menjadi lebih terang atau sebaliknya. Dengan ragam lebih dari satu warna yang tidak merata di dalam bercak itu. 

Campuran warna yang biasanya terjadi pada kanker kulit terbilang kontras: ada hitam, merah putih dan coklat dalam satu warna. Untuk perbandingan, tahi lalat yang normal punya satu warna dan rata, entah itu hitam, coklat, pink atau merah.

4. D = Diameter

Ukuran tahi lalat normal anak-anak: 1 - 5 milimeter. Selama ukurannya tetap sepanjang waktu, tidak berbahaya. Yang masuk kategori bahaya, ketika tahi lalat membesar dalam waktu relatif singkat dan diamternya lebih dari 6 milimeter.

5. E = Evolving (mengalami perubahan)

Tahi lalat mengalami perubahan ukuran, bentuk, ketebalan bahkan bertambah banyak.

Selain itu, kami kutip dari website resmi Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia. Mommies disarankan memerhatikan tanda-tanda di bawah ini:

  • Berjumlah banyak sekali di tubuh anak Anda
  • Tahi lalat berdarah
  • Sebagian besar tahi lalat berukuran lebih dari 8 mm
  • Baca juga:

    Anakku Terlahir dengan Giant Congenital Melanocytic Nevus

    Referensi:

    https://www.aad.org/public/diseases/a-z/signs-your-childs-mole-be-checked

    https://www.webmd.com/melanoma-skin-cancer/melanoma-guide/screening-moles-cancer#1

    https://www.perdoski.id/article/detail/655-5-tanda-tahi-lalat-anak-harus-dicek-ke-dokter