Now Reading
Review Film “Pieces of a Woman”: Pentingnya Self-Healing Saat Alami Trauma Persalinan

Review Film “Pieces of a Woman”: Pentingnya Self-Healing Saat Alami Trauma Persalinan

RachelKaloh
PIECES OF A WOMAN

Pieces of a Woman mengangkat kehidupan seorang ibu saat menghadapi trauma persalinan. Worth to watch buat Mommies!

Di IMDB, film Pieces of a Woman keluaran tahun 2020 yang diperankan oleh Vanessa Kirby, Shia LaBeouf, dan Ellen Burstyn ini mendapatkan rating 7,1 dari 10. Awalnya, saya penasaran, tentang apa, sih, ceritanya, ternyata tentang kasus home birth.

Wah, menarik, sambil dalam hati mengingatkan diri sendiri jangan sampai jadi trauma aja, nih, habis nonton, atau malah mancing kontraksi, hahaha. Ternyata, bearable, kok, meski emosi tentu terpancing! Buat yang nggak suka spoiler, saya sarankan cus, langsung nonton saja ya di Netflix. 

Klimaks dan inti cerita di awal

Dua puluh menit pertama adalah inti cerita, bahwa Martha (Kirby) memilih untuk melakukan home birth. Kalau saya nangkepnya, sih, situasi ini seharusnya sudah sangat berdasarkan consent oleh kedua belah pihak, baik calon orangtua maupun bidan.

Mereka seharusnya sudah sangat sadar bahwa home birth akan lebih menyulitkan bagi ibu dan bayi, terutama kebutuhan akan peralatan yang memadai, bila di tengah proses persalinan terjadi komplikasi. Dan, benar adanya, meski berhasil melahirkan, selang 3 menit, bayi Martha mengalami kekurangan oksigen dan nyawanya tidak tertolong, meski saat itu ambulans sudah sampai di depan rumahnya.

Kehidupan pasca-melahirkan yang tanpa pertolongan

Setelah klimaks di 20 menit pertama, sisa film “Pieces of A Woman” ini adalah kehidupan Martha yang berjalan lambat dan suram. Saya sangat menyayangkan betapa Martha sangat kekurangan support system, sehingga dirinya sendiri juga berusaha bertahan sendirian. Ya, ibu dan adiknya memang susah payah menyuruh Martha untuk seek for help, tapi, beberapa orang butuh diyakini dengan ajakan yang welcoming dan meyakinkan, bukan hanya perintah.

Baca juga: Menjadi Teman Bagi Mereka yang Depresi Saat Hamil

Efeknya ke hubungan dengan pasangan

Kehidupan Martha dengan pasangannya, Sean (LaBeouf), tentu kena efeknya juga. Mau ML, nggak ada gairah, tinggal berdua di atap yang sama, tapi masing-masing mencoba mengatasi masalahnya sendiri. Saya akui, Shia LaBeouf makin ke sini makin all out dan berani acting-nya.

Sebagai partner, yang juga merasakan sedih dan kehilangan, dia pun berusaha setengah mati berkomunikasi dan mengajak Martha untuk melewati masa-masa berduka ini bareng-bareng. Namun, setitik kesalahan yang dilakukan secara tidak sengaja saja bisa memancing emosi Martha yang saat itu masih hilang arah, nggak tahu bagaimana ia bisa “menyembuhkan” dirinya. Meski demikian, saya tetap tidak bisa terima, sih, tindakan Sean setelahnya. 

Efeknya ke hubungan dengan orangtua

Kisah Martha sebetulnya menjadi lebih rumit karena inner child dan hubungannya dengan ibunya yang bisa dibilang, nggak baik-baik banget. Segala usaha dan cara dilakukan oleh ibunya Martha demi anaknya bisa bertahan dan kuat untuk bangkit dari permasalahannya.

Namun, cara yang dilakukan ibunya tidak bisa dibilang tepat karena tindakan tersebut seharusnya dikomunikasikan terlebih dahulu dengan anaknya sebagai pihak yang mengalami trauma, termasuk saat mengangkat kasus ini ke ranah hukum dan keputusan untuk “mengusir” Sean dari kehidupan Martha. 

Ending yang baik, meski kurang menjawab

Proses healing yang dialami Martha tentu tidak cepat, ia melewati bulan demi bulan dengan ketidakstabilan. Belum benar-benar pulih dari masa nifas, dia sudah memutuskan untuk kembali ke kantor dan duduk di meja kerjanya. Memang, sih, terlihat kalau Martha adalah seorang workaholic yang karirnya baik, namun bagaimana pula menjalani pekerjaan dengan pikiran yang masih terganggu karena trauma? Sayangnya, film ini kurang menggambarkan proses healing yang dialami Martha. Hanya dengan melihat foto anaknya ketika baru lahir, perasaan dan traumanya kemudian terobati.

“Pieces of A Woman” ini cukup worth to watch, karena dari cerita Martha, kita makin paham bahwa trauma yang dialami ibu yang melahirkan bayi kemudian harus langsung kehilangan bayinya sungguh tidaklah mudah. Semua aspek kehidupan si ibu bisa rusak kalau tidak ditangani dengan baik. Diri sendiri memang menjadi kunci dari proses penyembuhan yang dialami.

Namun, support system di sekeliling ibu memegang peran yang sangat amat penting. Dan tentu saja, tidak semua orang grief in the same way. Bahkan kalimat penuh pengertian dan perhatian yang disampaikan orang lain pun nggak selamanya bisa diterima, justri bisa menyinggung dan memancing emosi pihak yang mengalami trauma. 

Baca juga: 5 Kalimat yang Sebaiknya Dihindari Saat Anggota Keluarga Teman Meninggal

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top