banner-detik
KIDS

Waspada Kekurangan Zat Besi pada Anak

author

fiaindriokusumo31 Dec 2020

Waspada Kekurangan Zat Besi pada Anak

Kekurangan zat besi pada anak tak hanya berdampak pada tumbuh kembang fisik, namun juga bisa membuat anak tak percaya diri, kurang kreatif serta sulit bersosialisasi.

Bicara mengenai kondisi kekurangan zat besi, ternyata masih banyak orang tua yang kurang paham atas bahaya dari kekurangan zat besi pada anak-anak. Selama ini banyak orang tua yang ‘hanya’ fokus pada menjaga berat badan anak di kurva normal, namun abai memastikan tubuh anak mendapatkan zat besi yang cukup sesuai dengan kebutuhan tubuh. Padahal, manfaat zat besi sendiri sangat banyak untuk tumbuh kembang si kecil.

Baca juga: Jadwal Vaksin Anak Rekomendasi IDAI

Apa yang dimaksud dengan kondisi kekurangan zat besi pada anak? 

Kondisi ketika kadar zat besi di dalam tubuh lebih sedikit dari kebutuhan harian. Sebagai bagian dari hemoglobin, fungsi utama zat besi adalah mengantarkan oksigen dari paru-paru untuk digunakan oleh bagian-bagian dalam tubuh anak.

Apa dampak kekurangan zat besi pada anak ?

- Tanpa zat besi, organ-organ tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup sehingga menyebabkan gangguan tumbuh kembang anak baik secara kognitif, fisik, hingga sosial.

- Asupan zat besi yang tidak kuat dapat menyebabkan menurunnya kecerdasan, fungsi otak, dan fungsi motorik anak sehingga dalam jangka panjang berakibat menurunnya performa di sekolah, perubahan atensi dan sosial akibat tidak tanggap terhadap lingkungan sekitar, serta perubahan perilaku pada anak. (dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M.Gizi, SpGK)

Di luar dampak pertumbuhan, kekurangan zat besi juga berdampak pada perkembangan anak. Menurut Psikolog Anak dan Keluarga Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., kekurangan zat besi akan menghambat kemampuan anak untuk berkonsentrasi:

Jika konsentrasi tidak optimal, maka daya tangkap anak menurun, daya ingatnya kurang optimal, dan rentan mengalami masalah kognitif lain seperti kesulitan menganalisa dan mengambil kesimpulan, sulit memecahkan masalah, dan kurang kreatif. Saat memasuki usia sekolah, ia rentan mengalami kesulitan belajar dan saat dewasa rentan jadi sulit bersaing di dunia kerja. Hambatan ini nantinya juga dapat membuat anak menjadi tidak percaya diri, murung, dan sulit bersosialisasi.

Menyedihkannya, ternyata satu dari tiga anak Indonesia berusia di bawah lima tahun tercatat mengalami anemia (Riskesdas 2018), di mana 50-60% kejadian anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi.

Apa penyebab utama terjadinya kekurangan zat besi?

Salah satunya adalah kurangnya konsumsi asupan makanan kaya zat besi, terutama dari sumber hewani seperti daging merah, hati, ikan, dan ayam. Ditambah adanya gangguan dalam proses penyerapan zat besi.

Maka, sebagai orang tua, dibutuhkan kejelian dan kemampuan melakukan pencegahan agar anak-anak kita tidak mengalami defisit zat besi dan ke depannya anak-anak pun bisa menjadi anak generasi maju. Anak-anak yang memiliki lima potensi menjadi anak berpretasi, di mana mereka mampu berpikir kreatif, mandiri, punya rasa percaya diri, mudah bergaul serta aktif sesuai dengan tahapan usia.

Pada event diskusi virtual bertajuk “Kekurangan Zat Besi Sebagai Isu Kesehatan Nasional di Indonesia dan Dampaknya Terhadap Kemajuan Anak Generasi Maju” yang diadakan oleh Danone Specialized Nutrition diinformasikan bahwa kekurangan zat besi pada anak dapat dicegah dengan beberapa hal berikut ini:

- Memberikan anak makanan yang kaya zat besi seperti daging merah, hati, ikan, ayam, bayam, dan susu pertumbuhan yang difortifikasi.

- Memperhatikan asupan vitamin C pada anak karena vitamin membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih baik. Jeruk, stroberi, tomat, dan brokoli merupakan sumber vitamin C, dan sebaiknya dimakan bersama dengan makanan yang kaya zat besi untuk mengoptimalkan penyerapan. Tambahkan pula makanan dan minuman yang difortifikasi zat besi dan vitamin C untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi harian anak.

Baca juga: 3 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Anak Usia 1 Tahun Agar Tidak Tersedak

Jadi mommies, selain mengecek berat badan dan tinggi badan anak, pastikan juga bahwa tubuh anak mendapat asupan gizi yang memang dibutuhkan, salah satunya adalah zat besi.

Baca juga: Kenali Berbagai Masalah Tidur pada Anak

Share Article

author

fiaindriokusumo

Biasa dipanggil Fia, ibu dari dua anak ini sudah merasakan serunya berada di dunia media sejak tahun 2002. "Memiliki anak membuat saya menjadj pribadi yang jauh lebih baik, karena saya tahu bahwa sekarang ada dua mahluk mungil yang akan selalu menjiplak segala perilaku saya," demikian komentarnya mengenai serunya sebagai ibu.


COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan