Now Reading
6 Tips Ajarkan Anak Makan Sendiri 

6 Tips Ajarkan Anak Makan Sendiri 

makan sendiri

Makan sendiri adalah salah satu kemampuan dasar seseorang untuk bisa menjadi manusia yang mandiri. Dimulai usia berapa, dan bagaimana langkah-langkah konkretnya ajarkan anak makan sendiri?

Tiga manfaat makan sendiri

Dikutip dari Raisingchildren.net.au, ada tiga tahapan penting yang akan anak lalui atau dapatkan. 

Pertama, dengan belajar makan sendiri – anak berarti sedang mengembangkan keterampilan mereka di akhir masa kanak-kanaknya. 

  • Early Childhood: 2 – 6 tahun
  • Late Childhood: 6 – 12 tahun

Kedua, tahap ini melibatkan banyak perasaan, meremas dan menjatuhkan makanan. Pada praktiknya di tahap ini, mommies sebaiknya ekstra sabar. Karena serpihan makanan yang berantakan tidak bisa terelakkan. Tapi penting, karena anak sedang mengembangkan keterampilan motorik halus, contohnya belajar memegang sendok.

Ketiga, ini adalah kesempatan si kecil belajar tentang mengenali rasa, tekstur, aroma dan suhu makanan. Misalnya, anak mulai bisa mengidentifikasi bahwa lebih mudah mengambil potongan pisang, pepaya atau buah lainnya, daripada sengenggam yoghurt atau kuah sayur sop ayam yang mommies buat.

Mulai dari mana?

1. Kesiapan psikis mommies, pasangan dan support system

Yang pernah saya alami terkait tahapan melatih anak makan sendiri, langkah pertama sekaligus modal dasarnya adalah: SABAR, SABAR dan SABAR :)). Hal ini juga berlaku untuk semua pihak yang nanti terlibat langsung mendampingi si kecil belajar makan sendiri. Termasuk pak suami, suster, asisten rumah tangga atau mbak di rumah.

Karena pada prosesnya akan membuat rumah mommies berantakan – ya, setidaknya area tempat makan si kecil. Jadi memang butuh mengendalikan harapan juga. Menurunkan kriteria minimal soal kerapihan rumah. 

2. Perlengkapan pendukung

  • High chair dengan spesifikasi aman untuk anak. Dan yang paling penting juga sesuai budget, sih, ya. 
  • Siapkan alas yang mudah dibersihkan di bawah high chair. Yang bisa dicuci dan cepat kering. Agar ketika sisa-sisa makanan jatuh, area yang berantakan dan kotor akan terkonsentrasi di satu tempat. 
  • Sendok dan piring yang tidak berbahaya. Bisa dari plastik atau bahan silikon. 

3. Waktunya latihan

Pertanyaan paling dasar soal tema ini sebetulnya: “bisa dimulai usia berapa, anak makan sendiri?” Menurut Jaeah Chung, M.D., asisten profesor pediatri klinis di Rumah Sakit Anak Stony Brook di Stony Brook, New York, dimuat dalam Parents.com anak dikategorikan siap makan sendiri ketika dia sudah bisa duduk dengan nyaman dan percaya diri (usia 8 – 12 bulan). Di tataran usia itu pula, kata Dr. Chung anak mulai menggunakan ibu jari dan jari telunjuknya untuk makan sendiri. Berikutnya antara 13 sampai 15 bulan, dia mulai bisa menggunakan sendok, dan setelah 18 bulan, anak mulai menggunakan peralatan makannya lebih konsisten. 

Secara teknis mommies dapat melatih anak makan sendiri dengan 6 langkah di bawah ini

  • Mulai sejak dini

Ketika si kecil mulai menunjukkan minat dalam mengonsumsi makanan padat (finger food), minimal di usia 8 bulan, biarkan mereka menggenggam makanannya sendiri. Kenalkan pula peralatan makan yang aman untuk mereka. Biarkan si kecil bermain dengan sendoknya. Tak masalah anak salah meletakkan sendok pada mulutnya. Asalkan selalu diawasi, ya, mommies. 

Baca juga: Pilihan Finger Food untuk Bayi

Sebelum anak benar-benar masuk ke usia belajar makan sendiri. Libatkan dia dalam acara makan keluarga. Agar si kecil bisa mengamati cara orang dewasa makan dan peralatan makan. Dudukkan anak di high chair mereka. Dengan cara ini anak pelan-pelan akan mempelajari bagaimana menggunakan sendok yang benar. 

  • “Bermain”, dengan potongan makanan

Taruh beberapa potong makanan dalam jangkauan bayi. Mommies dapat menambahkan lebih banyak saat dia menyelesaikannya atau menjatuhkannya. Pastikan potongan makanan yang mommies berikan tidak terlalu besar, menghindari anak tersedak. Bisa menggunakan pir, melon, semangka dan lain-lain. Sesuatu yang memiliki kandungan air melimpah, anak akan menyukainya. 

  • Kenali jam kebutuhan biologisnya dan kondisi lainnya

Jangan sampai kita memberikan anak makan, bukan pada jam-jam mereka lapar atau bahkan sedang ngantuk, jelas anak akan menolak. Selain itu, perhatikan dengan saksama, apakah si kecil sedang kurang fit atau sehat-sehat saja?

  • Bijak dengan porsi makan anak sesuai usia

“Takut anak sakit, jadinya harus makan banyak”, nggak harus seperti itu mommies. Konsultasikan porsi makan si kecil pada dokter spesialis anak mommies. Biasanya akan disesuaikan dengan usia dan bobot awal anak.  

Baca juga: Porsi Makan yang Tepat Untuk Si 2-6 Tahun

  • Kenalkan berbagai jenis makanan

Rasa dan tekstur makanan yang beragam penting dikenalkan, untuk menghindari si kecil bosan – sekaligus memberikan asupan vitamin dan nutrisi yang lengkap. Jika mommies tidak suka makanan tertentu, misalnya hati ayam, bukan berarti mommies juga tidak memberikan makanan itu ke anak, ya. Karena hati ayam kaya akan zat besi, fosfor dan vitamin.  Izinkan lidah mereka mengecap sebanyak mungkin rasa asupan makanan. Mulai dari sumber karbohidrat, protein hingga serat.

  • Makan sebaiknya dihabiskan

Jika dibiasakan sedari kecil, saya yakin kebiasaan ini akan terbawa hingga kecil. Makanya sangat penting si kecil melihat orangtuanya juga melakukan hal yang sama.

Semoga bisa membantu mommies melalui masa melatih anak makan sendiri dengan nyaman untuk kedua belah pihak, ya. 

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top