Mengatasi Puting Lecet Hingga Bernanah Saat Menyusui

Breastfeeding

RachelKaloh・23 Oct 2020

detail-thumb

Karena “kejutan” menyusui yang satu ini sakitnya sangat mengganggu. Puting lecet, luka, bahkan bisa sampai bernanah.

Saya termasuk salah satu ibu yang merasakan betul “kejutan” saat menyusui, kejutan yang tidak menyenangkan, ya. Dari puting lecet sampai mengalami luka terbuka (sampai sekarang masih kebayang perihnya menyusui selama sebulan lebih), sampai milk blister, yaitu ketika puting mengalami luka lepuh atau lecet berisi cairan warna putih kekuning-kuningan.

Ukuran lukanya sih memang sangat kecil, tapi sakitnya itu, lho! Mungkin Mommies juga pernah mengalaminya? Saya paham betul rasa sakitnya karena tentu pada akhirnya juga mengganggu proses menyusui. Namun, tidak perlu khawatir karena kondisi ini dapat diatasi.

Beberapa faktor penyebab puting lecet, luka sampai bernanah

Milk blister atau puting lecet, luka, sampai bernanah terjadi ketika ada kulit yang tumbuh di atas saluran susu yang kemudian membuat sejumlah kecil ASI menumpuk di belakangnya dan menekan puting. Umumnya milk blister tidak menyumbat saluran ASI, namun kadang juga bisa menyebabkan terjadinya penyumbatan.

Milk blister biasanya terjadi karena:

  • Selama menyusui, ibu mengalami kelebihan pasokan ASI, biasanya di tiga bulan pertama, di mana ASI sedang deras-derasnya.
  • Bayi mengalami masalah mengisap, posisi menyusuinya keliru sehingga puting menempel ke dalam mulutnya dengan cara yang salah.
  • Bayi mengalami masalah pada lidah (tongue tie) atau bibirnya (lip tie).
  • Adanya tekanan yang berlebih di area tertentu pada payudara.
  • Adanya jamur penyebab sariawan, yang biasanya menimbulkan lebih dari satu luka lepuh (blister).
  • Pinggiran mulut pompa ASI kurang pas atau justru terlalu kuat sehingga menimbulkan gesekan atau lecet.
  • Ibu mengalami alergi terhadap krim, lotion, atau salep yang dioleskan pada puting susu.
  • Cara mengatasi:

    Bila luka lepuh yang timbul masih dalam ukuran kecil, cara yang bisa segera kita lakukan adalah:

  • Kompres puting menggunakan handuk hangat selama 2-3 menit sebelum menyusui.Bersihkan sisa ASI yang menghambat saluran setiap kali habis menyusui dan memompa ASI.
  • Menyusuilah lebih sering, memang akan terasa perih namun semakin banyak ASI yang dikeluarkan akan mengurangi terjadinya penyumbatan.
  • Pijat puting susu sebelum menyusui atau memompa ASI.
  • Variasikan posisi menyusui, dalam satu sesi, bayi bisa mendapatkan ASI dari payudara kanan maupun kiri.
  • Gunakan bra khusus menyusui, atau yang bahannya karet yang memudahkan Anda selama proses menyusui. Hindari bra dengan kawat dan yang terlalu ketat.
  • Bila keadaan makin parah

    Saya masih ingat ketika dulu mengalami milk blister, selain nggak kuat saking perihnya, saya pun bingung mesti diobati dengan cara apalagi. Akhirnya saya putuskan untuk lari ke klinik ibu dan anak. Kebetulan dapat nomor antrean terakhir sebelum dokternya pulang, jam 23.30 malam. Untung saja pada akhirnya, meski nggak langsung sembuh, tapi saya jadi lebih paham apa yang harus dilakukan. Seringkali ibu baru itu no clue, bahkan bingung saat harus memutuskan, tetap menyusui atau bagaimana, ya, amankah menyusui dengan puting yang tersumbat?

    Oleh karena itu, ketika Anda sendiri tidak bisa lagi mengatasi milk blister yang kian mengganggu, segeralah kunjungi klinik laktasi. Kasus milk blister yang sudah parah dan menimbulkan penyumbatan besar bisa berisiko terhadap proses menyusui, pengobatan sendiri di rumah tentu tidak cukup.

    Di klinik laktasi, dokter maupun konsultan laktasi akan memberikan Anda jalan keluar dari keluhan selama menyusui. Mulai dari membetulkan posisi menyusui yang selama ini dilakukan sampai penggunaan obat-obatan dan salep untuk mengatasi luka. Dokter akan meresepkan obat dan salep yang aman buat Anda konsumsi selama menyusui.

    Baca juga:

    5 Fakta Tentang Mastitis Pada Ibu Menyusui

    Tanda Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mengalami Stress

    Kandungan Skincare Aman Untuk Ibu Hamil dan Menyusui