Now Reading
Zoom Fatigue: Masalah Lain Pandemi yang Bikin Kita Lelah Mental

Zoom Fatigue: Masalah Lain Pandemi yang Bikin Kita Lelah Mental

dewdew

Meetingnya di rumah. Nggak perlu ke kantor melewati macet berjam-jam. Nggak juga duduk atau berdiri sepanjang hari di ruang meeting. Tapi kok lelah! Hello, Zoom fatigue!

Padahal nggak ada, tuh, pakai high heels saat presentasi. Bahkan ngantor di rumah bisa disela rebahan kalau lagi capek. Tapi kenapa, kok, rasanya zoom meeting alias rapat online terasa jauh lebih melelahkan dibanding meeting saat di kantor? Tahu nggak, mommies, kelelahan yang dirasakan tersebut saat ini disebut dengan Zoom fatigue. Apa pula ini? 

Zoom fatigue lelahnya lelah mental

Fenomena zoom fatigue ternyata mengacu pada pada kelelahan mental yang terkait dengan konferensi video online. Dilansir dari situs Healthline, Brian Wind, PhD,  seorang anggota Dewan Pimpinan American Psychological Association (APA) memaparkan kenapa online meeting lebih melelahkan daripada face-to-face meeting adalah karena, kita harus bekerja lebih keras untuk menafsirkan komunikasi non-verbal. 

“Saat kita berinteraksi dengan orang secara langsung, kita tidak hanya mendengarkan suara mereka dan melihat wajah mereka. Hal-hal tersebut membuat kita harus menangkap isyarat sosial, seperti gerakan tangan, gerakan tubuh, dan bahkan energi seseorang,” jelas Brian yang juga seorang profesor di Fakultas Psikologi Universitas Vanderbilt.

Nah, ketika otak memproses komunikasi non verbal tersebut menurut Brian, otak kita pun jadi kerja lebih keras. Istilahnya kerjanya jadi dobel-dobel, sehingga akhirnya memicu stres dan menghabiskan banyak energi, apalagi kalau online meetingnya pakai lama (banget).

Senada dengan Brian, Diana Concannon, psikolog yang juga dekan California School of Forensic Studies di Alliant International University, pada saat kita melakukan online meeting, ada efek tampil di atas panggung. Semacam demam panggung gitu kali, ya, karena secara tidak langsung, seseorang akan diharuskan untuk tampil atau melihat dirinya sendiri saat sedang berbicara, sehingga membutuhkan lebih banyak energi.

Selain itu, kita sering melakukan upaya yang lebih emosional untuk terlihat tertarik, dan dengan tidak adanya banyak isyarat non-verbal, fokus yang intens pada kata-kata dan kontak mata yang berkelanjutan sangat melelahkan. Ya, ya, sungguh familiar, sih, kondisi ini. Ketika kita sudah lelah, tapi kita berusaha banget terlihat tetap semangat di depan kamera. Belumlah itu sinar dari layar laptop atau smartphone yang bikin silau, kan?

Berapa lama, sih, idealnya melakukan online meeting?

30-45 menit adalah rentang waktu yang ideal untuk seseorang bisa fokus di online meeting. Jadi kalau mommies adalah salah satu penyelenggara meeting, usahakan untuk nggak mengadakan back-to-back meeting, ya. Kalau memang banyak yang harus didiskusikan, bagilah meeting dalam beberapa segmen.

Satu segmen berdurasi 30-45 menit dan fokus hanya untuk 1-2 topik saja. Lalu berikan waktu untuk peserta meeting meregangkan tubuh, istirahat di kamar mandi, atau bikin kopi sebelum kembali untuk segmen berikutnya. Kalau nggak penting-penting banget, bisa online meeting tanpa perlu menyalakan video. Audio saja cukup, kok. Kecuali meeting super penting dengan atasan atau dengan klien, ya.

Mommies pernah mengalami Zoom fatigue?

Baca:
Stop Burnout! Ini Cara Mengatur Waktu Istirahat Selama Kerja di Rumah
Atasan Mendadak Micromanage Selama Work From Home, Harus Bagaimana?
Hiburan Ibu Bekerja: Coba Tonton 7 Film Ini!

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top