Now Reading
Persiapan Calon Kakak Menyambut Adik Bayi di Masa Pandemi

Persiapan Calon Kakak Menyambut Adik Bayi di Masa Pandemi

RachelKaloh

Si calon kakak akan lebih siap kalau orangtua juga sudah siap secara emosional. Nah, sudah sampai mana persiapannya?

Di tengah pandemi, dengar kabar kehamilan itu rasanya seperti terpupuk lagi harapan akan masa depan. Artinya, ada kebahagiaan yang kita nantikan, yang sebentar lagi hadir. Meskipun tetap saja, sebagai ibu yang hamil di saat begini, pasti jauh lebih was was. Lain lagi dengan si calon kakak, siapkah mereka menyambut kedatangan si adik kecil di masa sulit seperti sekarang ini?

Memang, sih, nggak ada bedanya, pandemi atau tidak pandemi, kesiapan mental anak saat menyambut calon adik perlu dilatih. Setelah ngobrol dengan Firesta Farizal, M. Psi., Psikolog, Psikolog Klinis Anak dan Remaja, cara berikut ini bisa diterapkan:

Menjelaskan calon kakak bahwa ia akan punya adik dalam waktu dekat 

Sebisa mungkin memang dikenalkan dari awal, beri tau bahwa saat ini di perut mama ada adik bayi, masih kecil sekali sekarang. Tapi nanti adiknya akan semakin besar, perut mama juga akan jadi makin besar. “Begitu lahir, bisa kita peluk-peluk, lho, Kak!”

Tunjukkan foto-foto waktu ibu hamil dirinya dulu, sambil ajak ngobrol: “Lihat, deh, di foto ini, kamu ada di perut mama, nih, lihat perut mama besar kan, itu karena ada kamu di dalamnya.” Cara yang positif dan menyenangkan akan membuat calon kakak antusias menyambut adiknya.

Menghindari gerakan si calon kakak yang mungkin bisa menyakiti ibu (sering nggak sengaja nendang perut, dsb) dengan cara yang tepat

Kita bisa bilang kalau di dalam perut mama sekarang ada adik, jadi kita harus lebih hati-hati, supaya adik nggak kesakitan. Mama harus jalan hati-hati biar nggak nabrak atau jatuh. Papa harus lebih hati-hati kalau bawa mobil, nggak boleh ngebut karena kalau terlalu kencang, kasihan adeknya nanti goyang-goyang. Saat main, kita juga harus lebih hati-hati supaya adik nggak kena tendang. Intinya kita semua, nggak hanya kakak, yang harus lebih hati-hati.

Selain itu, modifikasi tentunya. Saat tidur, gunakan tumpukan bantal yang bisa mencegah kaki kakak menendang perut mama (misalnya) atau kalau main gulat-gulatan, berarti sama papa saja. Main sama mama yang lebih tenang, misalnya main cat, main playdough, dll.

Menjelaskan bahwa orangtua akan menginap di RS untuk sementara saat melahirkan

Jelaskan aja apa adanya. Bilang kalau di RS tuh bisa jadi banyak virus, makanya kakak sebaiknya nggak ikut. “Mama mau nginep di RS sebentar, ya, karena kalau mau melahirkan adik harus di RS”. Saat di RS bisa juga sesekali video call dengan kakak, agar kakak tetap bisa melihat ibu dan juga adik bayinya.

Pastikan kakak juga nyaman di rumah. Misalnya ia ditinggal dengan nenek atau tante yang memang sudah dekat dengannya dan sudah sering berinteraksi dengannya sehari-hari, sehingga ia merasa aman dan nyaman, meskipun ibu dan ayahnya harus ada di RS.

Siapkan aktivitas yang ia senangi, buku cerita kesukaannya, puzzle baru, dll, sehingga ia dapat menghabiskan waktu dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan.

Agar calon kakak benar-benar siap secara emosional…

Kakak akan lebih siap kalau orangtua juga sudah siap secara emosional. Jadi pastikan orangtua sudah siap secara emosional untuk punya anak lagi. 

Meski mungkin saat ini tidak memungkinkan bagi kakak untuk bisa ikut saat kontrol ke RS, ajak kakak untuk bicara dengan adik di dalam perut. Berikan komentar-komentar yang membuat calon kakak senang bahwa ia akan menjadi kakak, misalnya: “Kak tadi waktu kakak nyanyi, adek di dalam perut gerak-gerak, lho, kayaknya dia seneng, deh, denger kakaknya nyanyi.

Berikan pengertian juga bahwa ibu akan butuh cukup banyak waktu untuk nyusuin adik, karena memang adik cuma bisa minum dan makan dari mama saja. Adik juga belum bisa ngapa-ngapain, jadi masih butuh banyak bantuan untuk digantiin popoknya, untuk dimandikan, dll. “Nanti kita bantuin ya, Kak.” 

“Dengan melibatkan kakak, biasanya ia jadi merasa bahwa dirinya penting dan berarti. Asal dilakukan dengan cara yang menyenangkan, bukan jadinya disuruh-suruh sehingga anak menjadi terbebani.”

Kita juga butuh untuk terus memastikan keadaan emosional kakak. Jangan lupa bahwa si kakak juga adalah anak-anak yang butuh perhatian. Sebisa mungkin tetap usahakan bermain bersama kakak, usahakan untuk jalin komunikasi dan hubungan yang positif, berikan perhatian pada hal-hal yang ia lakukan, kasih pujian pada hal-hal kecil yang ia lakukan, dengarkan ceritanya, dll.

Intinya, kakak butuh tau bahwa dirinya adalah individu yang penting, sama pentingnya dengan adik, untuk bisa mencapai hal ini memang dibutuhkan kerjasama yang baik antara suami dan istri. Misalnya saat ibu sedang bermain bersama kakak dan adik menangis, maka ayah bisa menggendong adik terlebih dahulu. Sebaliknya, saat ibu sedang menyusui adik, maka ayah bisa beraktivitas bersama kakak.

View Comments (0)

Leave a Reply

© 2020 MOMMIES DAILY ALL RIGHTS RESERVED.

Scroll To Top